Wabup Batang Suyono Ingatkan SPPG Dekat Kandang Ayam Harus Pindah, Jangan Langgar Standar Kesehatan

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Wakil Bupati Batang, Suyono, di ruang kerjanya menanggapi hasil sidak Komisi IV DPR Kabupaten Batang bersama BGN dan Dinkes setempat di dapur SPPG Pecalungan yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan karena terdapat banyak lalat dan memiliki sanitasi buruk, Rabu (6/5/26).

Wakil Bupati Batang, Suyono, di ruang kerjanya menanggapi hasil sidak Komisi IV DPR Kabupaten Batang bersama BGN dan Dinkes setempat di dapur SPPG Pecalungan yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan karena terdapat banyak lalat dan memiliki sanitasi buruk, Rabu (6/5/26).

BATANG, KANALPLUS.ID – Wakil Bupati Batang, Suyono, menegaskan bahwa lokasi Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar kesehatan harus segera dievaluasi, bahkan dipindahkan jika diperlukan. Hal ini menyusul polemik keberadaan SPPG yang berada dekat kandang ayam dan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.

Menurut Suyono, keberadaan lalat yang diduga berasal dari peternakan ayam menjadi indikator kuat bahwa lokasi tersebut tidak layak untuk operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kalau dari sisi kesehatan sudah jelas, lalat itu pembawa penyakit. Maka sesuai SOP, lokasi seperti itu tidak boleh digunakan. Kalau sudah terlanjur dibangun, ya sebaiknya pindah titik,” tegasnya saat ditemui wartawan, Rabu (6/5/2026).

Baca Juga :  Punya Lintasan Jogging Track Baru, Warga Limpung Tak Lagi Lari di Jalanan

Ia menambahkan, jika kandang ayam sudah lebih dulu berdiri, maka SPPG sebagai fasilitas yang datang belakangan harus mengalah demi menjaga sekaligus memenuhi standar kesehatan.

“Jadi kalau yang lebih dulu kandangnya, yang belakangan harus menyesuaikan. Ini soal kesehatan masyarakat, tidak bisa ditawar,” ujarnya.

Suyono juga menyoroti proses penentuan lokasi yang dinilai kurang matang. Ia mempertanyakan mengapa titik pembangunan bisa disetujui tanpa kajian kesehatan yang mendalam.

“Harusnya tidak sekadar lihat titik lalu dibangun, tapi dikaji dari aspek kesehatan juga. Ini yang jadi catatan penting,” imbuhnya.

Baca Juga :  Truk Mogok di Pantura Batang Berujung Tabrakan Berantai, Tiga Pengguna Jalan Terluka

Ia memastikan, SPPG yang tidak layak tetap bisa beroperasi kembali dengan catatan melakukan perbaikan sesuai rekomendasi, termasuk relokasi jika memang kondisi lingkungan tidak memungkinkan.

“Kalau tempatnya memang tidak sehat, ya harus pindah. Jangan dipaksakan, nanti malah melanggar aturan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya Komisi IV DPRD Kabupaten Batang bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Dinas Kesehatan setempat melakukan sidak di dapur SPPG Pecalungan pada Selasa, 5 Mei 2026. Hasilnya, berbagai temuan di lapangan mengindikasikan fasilitas tersebut belum siap digunakan lantaran terdapat banyak lalat dan sanitasi yang tidak memadai.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan
Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado
Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir
Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji
Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta
BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang
Kejari Batang Musnahkan Ratusan Barang Bukti dan Ajak Pelajar-Santri Deklarasi Perundungan
Kurangi Biaya Operasional Melaut, Puluhan Nelayan Roban Barat Batang Dilatih Perbaiki Mesin Perahu

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta

Berita Terbaru