KANAL BATANG — Warga Limpung kini punya tempat khusus untuk berjalan dan berlari. Jogging track sepanjang sekitar 400 meter dibangun mengelilingi Lapangan Cokronegoro, Desa Limpung, Kabupaten Batang.
Sebelum lintasan itu tersedia, warga yang ingin berolahraga banyak memanfaatkan jalan maupun kawasan Alun-alun Limpung. Pilihan tersebut kini mulai bergeser setelah Lapangan Cokronegoro memiliki lintasan yang memang diperuntukkan bagi aktivitas olahraga.
Kepala Desa Limpung Ibnu Kamil Muhammad Rum mengatakan, kondisi area di sekitar lapangan sebelumnya masih berupa tanah dan rumput.
“Di sini tadinya cuma tanah, rumput-rumput, tanah,” kata Ibnu, Sabtu (19/9/2026).
Menurut dia, warga kemudian banyak memilih Alun-alun Limpung untuk berolahraga. Namun, aktivitas tersebut semakin kurang nyaman karena kawasan alun-alun juga digunakan untuk aktivitas perdagangan.
“Makanya telah kita alihkan di sini para penikmat olahraga,” ujarnya.
Jogging track tersebut kini mengitari lapangan sepak bola sehingga warga bisa berjalan maupun berlari mengelilingi lapangan tanpa harus menggunakan badan jalan.
Ibnu berharap fasilitas baru itu tidak berhenti sebagai proyek pembangunan, tetapi benar-benar digunakan dan dirawat warga.
“Rakyat tinggal merawat dan memanfaatkannya untuk kesehatan,” terangnya.
Pembangunan lintasan tersebut didukung melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL/CSR) BNI, dengan fasilitasi Anggota DPR RI Komisi VI dari daerah pemilihan Jawa Tengah X, Rizal Bawazier.
Bagi Rizal, fasilitas tersebut menjadi CSR pertama dari BUMN yang diterimanya selama menjalankan tugas di Komisi VI DPR RI.
“Ini terus terang fasilitas CSR pertama dari BUMN saya sebagai anggota DPR RI untuk Komisi VI. Saya sangat bersyukur, hasilnya bagus sekali,” ungkap Rizal saat peresmian jogging track di Limpung.
Ia mengatakan lintasan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi warga Desa Limpung. Masyarakat dari wilayah sekitar juga diharapkan dapat memanfaatkannya.
Karena itu, Rizal meminta warga ikut menjaga fasilitas tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Saya berharap apa yang telah diberikan oleh BUMN sebagai mitra kita dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh masyarakat, dijaga, dipelihara jogging track ini dan dimanfaatkan dengan baik,” tuturnya.
Branch Manager BNI Limpung Edi Susanto mengatakan pembangunan jogging track tersebut merupakan hasil kolaborasi BNI dengan Rizal Bawazier.
“Dari BNI terutama mengucapkan terima kasih untuk kolaborasinya dengan Pak Dewan. Akhirnya jogging track di Limpung terealisasi,” kata Edi.
Ia berharap fasilitas itu menjadi ruang aktivitas warga sekaligus dirawat bersama, terutama kebersihan lingkungan di sekitar lintasan.
“Harapan dari kami semoga ini bisa bermanfaat dan warga masyarakat bisa melakukan aktivitas di tempat ini untuk bisa menjaga kebersamaannya, terutama untuk sampah-sampahnya,” paparnya.
Selain fungsi olahraga, Lapangan Cokronegoro juga memiliki kaitan dengan sejarah Desa Limpung.
Ibnu mengatakan nama Cokronegoro merujuk pada tokoh yang dikenal masyarakat sebagai pendiri Desa Limpung. Dalam cerita yang berkembang, Cokronegoro disebut merupakan prajurit Pangeran Diponegoro yang kemudian membuka permukiman di wilayah tersebut.
Jejak tokoh tersebut, kata Ibnu, masih dapat ditemukan melalui prasasti dan makam Cokronegoro di makam desa.
Tokoh masyarakat Limpung Tri Teguh menilai kehadiran jogging track menambah pilihan ruang publik bagi warga.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi BNI dan Rizal Bawazier dalam menghadirkan fasilitas tersebut.
“Mudah-mudahan sekali lagi beliau lebih banyak lagi memberikan manfaatnya buat masyarakat khususnya di Dapil 10 ini, Pekalongan Kota, Pekalongan, Pemalang, dan Kabupaten Batang,” tukas Tri.
Dengan adanya lintasan baru itu, Lapangan Cokronegoro kini tidak hanya menjadi tempat bermain sepak bola. Ruang yang sebelumnya didominasi tanah dan rumput tersebut bertambah fungsi menjadi tempat warga berolahraga dengan lintasan khusus.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












