Perkuat Ketahanan Pangan, Irigasi Pertanian di Batang Digelontor Anggaran Rp12.2 Miliar

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 15:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Pemerintah Kabupaten Batang mengucurkan anggaran sebesar Rp12,2 miliar untuk membangun dan merevitalisasi irigasi pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan, Kamis (30/4/26).

Pemerintah Kabupaten Batang mengucurkan anggaran sebesar Rp12,2 miliar untuk membangun dan merevitalisasi irigasi pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan, Kamis (30/4/26).

BATANG, KANALPLUS.ID – Pemerintah Kabupaten Batang menggelontorkan anggaran besar untuk memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi pada 2026. Total dana yang dikucurkan mencapai Rp12,2 miliar, dengan fokus pada puluhan titik prioritas yang tersebar di seluruh wilayah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Batang, Endro Suryono, mengungkapkan bahwa anggaran tersebut dibagi dalam 22 paket pekerjaan yang dinilai paling mendesak dan langsung menyentuh kebutuhan petani.

“Total ada 22 paket irigasi yang tersebar di seluruh kabupaten. Ini kita prioritaskan yang paling urgen sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya, kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).

Dari total anggaran tersebut, sebesar Rp5,25 miliar bersumber dari APBD Kabupaten Batang yang dialokasikan untuk 20 paket pekerjaan. Proyek-proyek ini mencakup berbagai kecamatan, mulai dari Bawang, Subah, Limpung, hingga Kandeman.

Sementara itu, dua paket proyek lainnya didukung bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah senilai Rp7 miliar. Dana tersebut difokuskan untuk memperkuat program ketahanan pangan di daerah.

Baca Juga :  Tiga Sapi Diduga Terpapar PMK Masuk Batang, Penjualan Hewan Kurban Diawasi Ketat

“Banprov ini merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan, dan ini juga hasil koordinasi serta dorongan dari pimpinan daerah,” jelas Endro.

Saat ini, seluruh paket pekerjaan telah memasuki tahap lelang. DPUPR menargetkan proses pengadaan berjalan lancar agar pelaksanaan fisik bisa segera dimulai.

“Sekarang semua sudah masuk proses lelang, tinggal kita kawal agar pelaksanaannya tepat waktu dan sesuai kualitas,” tambahnya.

Secara teknis, proyek irigasi ini ditargetkan mampu meningkatkan layanan air bagi ratusan hektare lahan pertanian. Dari paket APBD saja, cakupan layanan mencapai sekitar 467,40 hektare, sedangkan tambahan dari Banprov mencakup sekitar 133 hektare.

Meski demikian, DPUPR masih akan melakukan pendataan lebih detail terkait dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian.

Baca Juga :  Defisit Berubah Jadi Surplus, APBD Kota Tegal 2025 Ditutup dengan Sisa Anggaran Rp66,7 Miliar

“Kami masih akan susulkan data detail terkait dampaknya terhadap hasil panen petani,” kata Endro.

Tak hanya fokus pada wilayah daratan, Pemkab Batang juga mulai mengantisipasi persoalan di kawasan pesisir, khususnya intrusi air laut yang mengancam lahan pertanian di wilayah pantura.

DPUPR bersama pihak terkait telah melakukan survei untuk rencana pembangunan infrastruktur pengendali, seperti tanggul laut (breakwater), guna melindungi area pertanian dari masuknya air laut.

“Wilayah pesisir memang jadi perhatian. Kami sudah survei untuk rencana pembangunan tanggul agar air laut tidak masuk ke lahan pertanian,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur ini menjadi bagian penting dalam mendukung program pertanian seperti pengembangan padi salin, meski secara teknis menjadi kewenangan dinas pertanian.

“Kami di PUPR fokus pada penyediaan infrastrukturnya, sementara pengembangan komoditas tetap di dinas teknis terkait,” tegasnya.

 

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism
Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026
23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah
RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun
1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan
Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Batang Bisa Ajukan Perubahan
74 SPPG di Batang Bentuk Paguyuban, Seragamkan Standar Menu MBG

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 12:34 WIB

KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism

Kamis, 10 September 2026 - 10:02 WIB

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan

Berita Terbaru

Kapolsek Buaran AKP Sunarto masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan meminta para pelaku pengeroyokan agar koperatif menyerahkan diri, Jumat (11/9/26).

Kriminal

Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan Pedagang Sosis di Pekalongan

Jumat, 11 Sep 2026 - 19:53 WIB