Transformasi Digital Muhammadiyah DIY, SatuMu Jadi Andalan Hingga Ranting

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 22:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kanalplus.id, YOGYAKARTA — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) terus mendorong transformasi digital organisasi melalui pelatihan Satu Data Muhammadiyah (SatuMu). Upaya ini diwujudkan lewat kegiatan Trainer of Trainer (ToT) Modul Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM) yang digelar Sabtu (11/4), di Aula Gedung Muhammadiyah DIY, Jalan Gedongkuning No. 130 B, Rejowinangun, Kota Yogyakarta.

Pelatihan ini melibatkan perwakilan PWM DIY, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-DIY, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI), serta Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM). Kegiatan juga didampingi fasilitator dari Tim SatuMu DOM Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Wakil Sekretaris PWM DIY, Farid Setiawan menjelaskan, pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan penggunaan platform SatuMu di tingkat daerah.

“Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, mereka bisa menjadi fasilitator di tingkat DIY untuk membantu menjawab berbagai kendala yang dihadapi cabang, ranting, hingga jamaah,” ujarnya.

Peserta merupakan agen dan verifikator dari PDM se-DIY yang nantinya akan menjadi ujung tombak implementasi digitalisasi organisasi.

Baca Juga :  QurbanMu di Aplikasi MASA Kelola Ratusan Juta Rupiah Transaksi Kurban, Muhammadiyah Perkuat Layanan Digital yang Transparan

SatuMu Jadi Basis Pengambilan Keputusan

Farid menegaskan, PWM DIY akan melanjutkan program ini melalui forum lanjutan di tingkat kabupaten/kota. Tujuannya agar implementasi SatuMu berjalan berjenjang hingga cabang dan ranting.

“Fitur dalam SatuMu cukup lengkap, mulai dari pembuatan KTAM, pengelolaan iuran, hingga penyediaan data dan informasi organisasi yang terintegrasi. Data ini nantinya menjadi dasar dalam pengambilan keputusan,” jelasnya.

Saat ini, hampir seluruh PDM di DIY telah memiliki akun sebagai agen dan verifikator. Meski demikian, efektivitas penggunaan masih terus ditingkatkan guna membangun ekosistem digital yang benar-benar terintegrasi.

Farid juga menekankan bahwa peralihan dari sistem manual ke digital membutuhkan waktu dan konsistensi.

Dorong Implementasi Hingga Akar Rumput

Sementara itu, Anggota LPCRPM PP Muhammadiyah bidang Pendataan, Arwan Ahmad Khoiruddin menyebut ToT ini menjadi langkah penting untuk memperluas implementasi SatuMu.
“Dari PDM yang mengikuti ToT ini, diharapkan mereka dapat menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) bagi pimpinan cabang dan ranting di daerah masing-masing,” katanya.

Baca Juga :  Tangis Bahagia Pecah di Batang, TKW yang Hilang 31 Tahun di Malaysia Akhirnya Pulang dan Bertemu Keluarga

Ia menjelaskan, materi pelatihan mencakup pemahaman konsep hingga teknis pengelolaan data organisasi, termasuk pemetaan jamaah, simpatisan, dan struktur organisasi Muhammadiyah secara akurat.
“Dengan data yang terintegrasi, pimpinan bisa mengetahui secara pasti kondisi cabang dan ranting, termasuk jumlah jamaahnya. Ini penting untuk perencanaan program ke depan,” ungkapnya.

Tantangan Digitalisasi Masih Ada

Meski program ini terus berjalan, Arwan mengakui masih ada tantangan, terutama dalam hal pemahaman pengguna terhadap sistem digital. Namun, hal tersebut diyakini dapat diatasi melalui sosialisasi dan diskusi berkelanjutan.

Kegiatan ToT ini juga dilengkapi dengan sesi demonstrasi penggunaan aplikasi, sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan fitur-fitur SatuMu sebagai bekal pelaksanaan bimtek di daerah.

Menuju Muhammadiyah Berbasis Data

Melalui pelatihan ini, PWM DIY menargetkan digitalisasi data Muhammadiyah dapat berjalan lebih optimal, terstruktur, dan berkelanjutan hingga ke tingkat akar rumput.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam membangun organisasi modern berbasis data, guna mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat dan efektif.(*)

Penulis : Tim SatuMu

Editor : Mukhtarom

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswi Pekalongan Ciptakan Motif Batik Karhutla Kalimantan sebagai Media Kritik dan Pesan Moral
Suku-Suku yang Masih Memilih Terisolasi dari Peradaban
Kisah Zaenal Mutaqin, Gen Z Kota Pekalongan yang Pilih Jadi Petani Karena Keren
Lima Tahun Sawah Mati Diterjang Rob, Ahmad Sinang Kembali Bertani dan Kini Bisa Tersenyum
Cerita Panjang Kain Merah Putih di Kayugeritan Pekalongan Menyusut tapi Semangat Pemuda Tak Ikut Surut Meramaikan Hari Kemerdekaan
Angkat Jadi Anak Asuh, Kapolres Ungkap Kronologi Temuan Bayi di Pinggir Jalan Terminal Pekalongan
Ribuan Warga Bantarbolang Pemalang Padati Jalan Provinsi Antar Kepala Desa ke Makam, Sosok Sukandar Tinggalkan Jejak di Hati Masyarakat
Hampir 35 Tahun Menghidupkan Koperasi, Prof Ahmad Subagyo Akhirnya Dipilih Jadi Tokoh Perkoperasian Jawa Tengah

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:35 WIB

Mahasiswi Pekalongan Ciptakan Motif Batik Karhutla Kalimantan sebagai Media Kritik dan Pesan Moral

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:10 WIB

Suku-Suku yang Masih Memilih Terisolasi dari Peradaban

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:53 WIB

Kisah Zaenal Mutaqin, Gen Z Kota Pekalongan yang Pilih Jadi Petani Karena Keren

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Lima Tahun Sawah Mati Diterjang Rob, Ahmad Sinang Kembali Bertani dan Kini Bisa Tersenyum

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Cerita Panjang Kain Merah Putih di Kayugeritan Pekalongan Menyusut tapi Semangat Pemuda Tak Ikut Surut Meramaikan Hari Kemerdekaan

Berita Terbaru