Kanalplus.id, YOGYAKARTA — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) terus mendorong transformasi digital organisasi melalui pelatihan Satu Data Muhammadiyah (SatuMu). Upaya ini diwujudkan lewat kegiatan Trainer of Trainer (ToT) Modul Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM) yang digelar Sabtu (11/4), di Aula Gedung Muhammadiyah DIY, Jalan Gedongkuning No. 130 B, Rejowinangun, Kota Yogyakarta.
Pelatihan ini melibatkan perwakilan PWM DIY, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-DIY, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI), serta Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM). Kegiatan juga didampingi fasilitator dari Tim SatuMu DOM Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Wakil Sekretaris PWM DIY, Farid Setiawan menjelaskan, pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan penggunaan platform SatuMu di tingkat daerah.
“Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, mereka bisa menjadi fasilitator di tingkat DIY untuk membantu menjawab berbagai kendala yang dihadapi cabang, ranting, hingga jamaah,” ujarnya.
Peserta merupakan agen dan verifikator dari PDM se-DIY yang nantinya akan menjadi ujung tombak implementasi digitalisasi organisasi.
SatuMu Jadi Basis Pengambilan Keputusan
Farid menegaskan, PWM DIY akan melanjutkan program ini melalui forum lanjutan di tingkat kabupaten/kota. Tujuannya agar implementasi SatuMu berjalan berjenjang hingga cabang dan ranting.
“Fitur dalam SatuMu cukup lengkap, mulai dari pembuatan KTAM, pengelolaan iuran, hingga penyediaan data dan informasi organisasi yang terintegrasi. Data ini nantinya menjadi dasar dalam pengambilan keputusan,” jelasnya.
Saat ini, hampir seluruh PDM di DIY telah memiliki akun sebagai agen dan verifikator. Meski demikian, efektivitas penggunaan masih terus ditingkatkan guna membangun ekosistem digital yang benar-benar terintegrasi.
Farid juga menekankan bahwa peralihan dari sistem manual ke digital membutuhkan waktu dan konsistensi.
Dorong Implementasi Hingga Akar Rumput
Sementara itu, Anggota LPCRPM PP Muhammadiyah bidang Pendataan, Arwan Ahmad Khoiruddin menyebut ToT ini menjadi langkah penting untuk memperluas implementasi SatuMu.
“Dari PDM yang mengikuti ToT ini, diharapkan mereka dapat menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) bagi pimpinan cabang dan ranting di daerah masing-masing,” katanya.
Ia menjelaskan, materi pelatihan mencakup pemahaman konsep hingga teknis pengelolaan data organisasi, termasuk pemetaan jamaah, simpatisan, dan struktur organisasi Muhammadiyah secara akurat.
“Dengan data yang terintegrasi, pimpinan bisa mengetahui secara pasti kondisi cabang dan ranting, termasuk jumlah jamaahnya. Ini penting untuk perencanaan program ke depan,” ungkapnya.
Tantangan Digitalisasi Masih Ada
Meski program ini terus berjalan, Arwan mengakui masih ada tantangan, terutama dalam hal pemahaman pengguna terhadap sistem digital. Namun, hal tersebut diyakini dapat diatasi melalui sosialisasi dan diskusi berkelanjutan.
Kegiatan ToT ini juga dilengkapi dengan sesi demonstrasi penggunaan aplikasi, sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan fitur-fitur SatuMu sebagai bekal pelaksanaan bimtek di daerah.
Menuju Muhammadiyah Berbasis Data
Melalui pelatihan ini, PWM DIY menargetkan digitalisasi data Muhammadiyah dapat berjalan lebih optimal, terstruktur, dan berkelanjutan hingga ke tingkat akar rumput.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam membangun organisasi modern berbasis data, guna mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat dan efektif.(*)
Penulis : Tim SatuMu
Editor : Mukhtarom









