KANAL KOTA – Adu strategi dan ketahanan mental mengantarkan atlet Esports Kota Pekalongan meraih medali perak pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Prestasi tersebut diraih melalui nomor Free Fire beregu yang berlangsung di Gedung Perpustakaan Kendal pada 26–29 Oktober 2026.
Tim Kota Pekalongan berhasil finis di posisi kedua setelah bersaing dengan sembilan kota dan kabupaten peserta. Kabupaten Tegal keluar sebagai juara pertama, sedangkan Kabupaten Kendal menempati peringkat ketiga.
Pelatih Esports Indonesia (ESI) Kota Pekalongan, Rafid Fajri, mengatakan medali perak tersebut menjadi hasil dari proses latihan dan perjuangan para atlet. Menurutnya, capaian itu patut disyukuri mengingat persaingan antardaerah berlangsung ketat.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa mendapatkan medali perak di cabang olahraga Esports. Ini merupakan hasil dari latihan anak-anak yang selama ini terus berusaha dan berproses untuk memberikan penampilan terbaik,” ungkap Rafid saat dikonfirmasi, Jumat (30/10/2026).
Sejumlah daerah seperti Kabupaten Kendal, Pati, Kota Semarang, dan Surakarta menjadi pesaing yang harus diperhitungkan. Di tengah persaingan tersebut, tim Kota Pekalongan mampu menjaga performa hingga mengamankan posisi kedua.
Rafid menjelaskan, tantangan dalam Esports tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menguasai permainan dan menyusun strategi. Kondisi psikologis, konsentrasi, serta suasana hati atlet juga berpengaruh terhadap penampilan mereka selama pertandingan.
Menurutnya, atlet harus mampu menjaga fokus dan mengambil keputusan secara tepat ketika berada di bawah tekanan. Karena itu, pembinaan tidak cukup hanya dilakukan melalui latihan teknis, tetapi juga perlu memperhatikan kesiapan mental para pemain.
“Dalam Esports, kami harus menjaga psikologi dan mood anak-anak agar tetap bagus. Mereka membutuhkan strategi dan mental yang kuat. Karena itu, pembinaan tidak hanya soal latihan permainan, tetapi juga bagaimana menjaga semangat dan kesiapan mereka,” jelasnya.
Raihan perak di Porprov Jateng 2026 diharapkan menjadi pijakan bagi ESI Kota Pekalongan untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet. Dengan persaingan yang semakin ketat, pengembangan kemampuan bermain perlu berjalan seiring dengan penguatan mental dan kedisiplinan.
Rafid optimistis, pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak dapat membuka peluang bagi atlet Esports Kota Pekalongan untuk meraih prestasi lebih tinggi.
“Kami optimistis, melalui pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak, Esports Kota Pekalongan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat bersaing dan mengharumkan nama daerah di tingkat Jawa Tengah, nasional, hingga internasional,” tuturnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












