Pemkab Batang Bakal Pasang 9.100 Lampu Jalan, Desa Diminta Petakan Titik Rawan

- Jurnalis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Pemkab Batang mulai melakukan pemasangan 9.100 lampu penerangan jalan di seluruh desa pada Desember 2026 hingga Desember 2027. (foto: ilustrasi AI)

Pemkab Batang mulai melakukan pemasangan 9.100 lampu penerangan jalan di seluruh desa pada Desember 2026 hingga Desember 2027. (foto: ilustrasi AI)

KANAL BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan pemasangan sekitar 9.100 titik lampu penerangan jalan yang ditargetkan mulai berjalan pada Desember 2026 dan berlanjut hingga 2027. Pemerintah desa diminta segera memetakan lokasi yang membutuhkan penerangan, terutama jalan yang masih gelap dan titik-titik rawan.

Rencana tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat bertemu dengan warga dalam kegiatan Sambang Desa di Balai Desa Candirejo, Kecamatan Bawang, Jumat (30/10/2026).

Faiz mengatakan, pemerintah daerah juga menyiapkan sekitar 4.000 lampu tambahan sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan penerangan di wilayah yang belum terjangkau alokasi awal.

Karena itu, pemerintah desa bersama tokoh masyarakat diminta mendata lokasi pemasangan lampu berdasarkan kebutuhan di lapangan. Usulan tersebut dapat disampaikan melalui kepala desa untuk dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten.

“Insyaallah mulai Desember nanti akan dipasang sekitar 9.100 lampu se-Kabupaten Batang. Tolong pemerintah desa bersama tokoh masyarakat melakukan pemetaan lokasi yang membutuhkan penerangan jalan, terutama titik-titik yang dianggap rawan atau masih minim fasilitas lampu,” kata Faiz.

Menurut dia, jika kebutuhan penerangan suatu desa belum terpenuhi melalui alokasi awal, pemerintah desa dapat berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk memanfaatkan lampu cadangan yang telah disiapkan.

Baca Juga :  Ekonomi Batang Melaju 7,79 Persen, Investasi Tembus Rp7 Triliun dan Ribuan Warga Keluar dari Garis Kemiskinan

Selain rencana pemasangan lampu jalan, dialog tersebut juga membahas kebutuhan infrastruktur desa dan bantuan bagi warga yang membutuhkan. Salah satu warga Candirejo, Patriyah (53), menyampaikan usulan perbaikan jalan desa dan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Ia mengatakan, masih terdapat rumah warga dengan kondisi memprihatinkan yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Menanggapi usulan tersebut, Faiz menyebut kebutuhan pembangunan akan menjadi bahan pembahasan dalam perencanaan anggaran 2027. Perbaikan jalan desa dapat dilakukan melalui APBDes maupun dukungan program pemerintah kabupaten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), dengan mempertimbangkan kondisi jalan dan kebutuhan penanganannya.

“Penganggaran 2027 nanti bisa kita lihat lagi. Kalau tidak bisa dalam bentuk bantuan uang, yang penting kita pahami dulu kebutuhan dan skemanya. Pembangunan jalan desa juga bisa melalui DPUPR, tergantung kondisi dan kebutuhan jalan yang akan dibangun,” ujarnya.

Faiz juga menyoroti keterbatasan anggaran desa setelah adanya penyesuaian alokasi dana desa. Menurut dia, sejumlah desa yang sebelumnya menerima anggaran hingga sekitar Rp900 juta kini hanya memiliki anggaran sekitar Rp300 juta.

Baca Juga :  Truk Mogok di Pantura Batang Berujung Tabrakan Berantai, Tiga Pengguna Jalan Terluka

Kondisi tersebut, lanjutnya, menuntut pemerintah desa lebih cermat menentukan prioritas pembangunan agar anggaran yang tersedia tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Salah satu cara yang didorong adalah memaksimalkan penggunaan anggaran untuk membeli material, sementara pengerjaan pembangunan melibatkan warga melalui gotong royong.

“Dengan dana yang terbatas, uang yang ada bisa dimaksimalkan untuk membeli material. Sementara tenaga bisa memanfaatkan gotong royong masyarakat,” terangnya.

Pola tersebut, menurut Faiz, dapat diterapkan untuk pembangunan jalan lingkungan maupun fasilitas umum lainnya. Selain membantu menghemat biaya pengerjaan, keterlibatan warga diharapkan menumbuhkan rasa memiliki sehingga fasilitas yang dibangun dapat dirawat bersama.

Melalui Sambang Desa, Pemkab Batang berupaya menghimpun kebutuhan masyarakat secara langsung, mulai dari penerangan jalan, perbaikan infrastruktur hingga kondisi rumah warga. Usulan yang masuk akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menentukan prioritas program dan anggaran pada tahun mendatang.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Batang Selatan Berpeluang Punya Rumah Sakit, Pemkab Kaji Lokasi di Bawang hingga Bandar
Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan
Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado
Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir
Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji
Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta
BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang
Kejari Batang Musnahkan Ratusan Barang Bukti dan Ajak Pelajar-Santri Deklarasi Perundungan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Batang Selatan Berpeluang Punya Rumah Sakit, Pemkab Kaji Lokasi di Bawang hingga Bandar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Pemkab Batang Bakal Pasang 9.100 Lampu Jalan, Desa Diminta Petakan Titik Rawan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir

Berita Terbaru

Alat CT Scan 64 Slice di ruang pemeriksaan radiologi RSUD Bendan Kota Pekalongan untuk mendukung diagnosis stroke dan berbagai kondisi medis yang membutuhkan pemeriksaan cepat. Layanan ini ditargetkan dapat melayani pasien BPJS Kesehatan mulai 1 November 2026 setelah persetujuan BPJS selesai. (foto: dok istimewa/AI)

Kota Pekalongan

RSUD Bendan Pekalongan Target Layani CT Scan Pakai BPJS Mulai 1 November

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:02 WIB