Tim Kreatif Karnaval di Pekalongan Ungkap Asal Kostum dan Referensi Aksi Teatrikal Dikaitkan Ritual Satanik

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 12:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Tim kreatif karnaval M Akhid mengungkap asal kostum dan ide aksi teatrikal yang dikaitkan dengan ritual satanik berasal dari Malang dan Youtube, Senin (14/9/26).

Tim kreatif karnaval M Akhid mengungkap asal kostum dan ide aksi teatrikal yang dikaitkan dengan ritual satanik berasal dari Malang dan Youtube, Senin (14/9/26).

KANAL PEKALONGAN – Tim kreatif Simbangkulon Gang 1 atau Sim One akhirnya buka suara mengenai penampilan teatrikal dalam Simbangkulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan yang viral dan disebut-sebut menyerupai ritual satanik.

M Akhid, anggota tim kreatif Sim One, mengungkap konsep penampilan tersebut bermula ketika mereka melihat sebuah kostum yang dianggap unik.

Kostum tersebut kemudian disewa dari pihak di Malang untuk digunakan dalam penampilan SKNC 2026.

“Ide itu dari kita melihat kostum unik, kita sewa, kita tiru. Kita penyewa dari Malang,” kata Akhid di Kelurahan Simbangkulon, Senin (14/9/2026).

Baca Juga :  Usai Antar Pesanan, Driver Ojol di Pekalongan Meninggal di Separuh Salat Magrib Berjamaah

Tidak hanya kostum, gerakan yang ditampilkan juga disiapkan sendiri oleh tim. Mereka melakukan latihan koreografi bersama sebelum tampil.

“Untuk gerakannya kita latihan dengan teman-teman selama sepekan,” ujarnya.

Akhid menyebut referensi penampilan teatrikal dalam penampilan saat karnaval diperoleh dari berbagai video di YouTube.

“Referensinya kita lihat dari YouTube, berbagai perform daerah Malang dan lain-lain,” ungkapnya.

Menurut dia, persiapan koreografi dilakukan sekitar satu pekan. Namun, Akhid mengakui pihaknya baru menyadari bahwa konsep tersebut dapat menimbulkan kontroversi setelah penampilan mereka viral.

Baca Juga :  Polres Pekalongan Proses Hukum Puluhan Tersangka Sejumlah Kasus Kriminal

“Kalau awalnya kita tidak tahu apa itu ritual satanik, kita hanya melihat unik, kita sewa. Itu saja,” tuturnya.

Dia pun menyampaikan permintaan maaf atas penampilan tersebut setelah menyadari kekeliruan yang sebelumnya tidak diketahui oleh tim kreatif.

“Kami perwakilan dari tim Sim One minta maaf, kami menyesal, kami kurang literasi,” tukas Akhid.

Aksi tersebut kemudian mendapat sorotan karena ditampilkan di hadapan masyarakat dan pejabat yang menyaksikan karnaval dari panggung utama.

Tim kreatif juga memastikan penampilan tersebut tidak dimaksudkan untuk menjalankan ritual satanik, melainkan untuk menghibur masyarakat.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air
PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat
Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban
Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk
Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih
Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter
Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:03 WIB

PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih

Berita Terbaru