Usai Antar Pesanan, Driver Ojol di Pekalongan Meninggal di Separuh Salat Magrib Berjamaah

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 23:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Tim Inafis Polres Pekalongan saat melakukan olah TKP di tempat wudlu sebuah musala di Kecamatan Karanganyar, Senin (11/5/26).

Tim Inafis Polres Pekalongan saat melakukan olah TKP di tempat wudlu sebuah musala di Kecamatan Karanganyar, Senin (11/5/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Langit senja mulai gelap ketika Juroto (45), seorang pengemudi ojek online asal Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, menyelesaikan satu pesanan terakhirnya di sebuah pondok pesantren di Desa Karangsari, Kecamatan Karanganyar, Minggu 10 Mei 2026. Tak ada yang menyangka, perjalanan mencari nafkah itu menjadi perjalanan terakhir dalam hidupnya.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai driver ojek online itu sempat mengantarkan pesanan ayam geprek ke area Pondok Pesantren sebelum akhirnya ikut menunaikan salat Maghrib berjamaah bersama para santri dan warga sekitar.

Namun di tengah kekhusyukan salat, suasana mendadak berubah haru biru.

Kapolsek Karanganyar, Iptu Slamet Riyadi menjelaskan, korban awalnya terlihat mengikuti salat berjamaah seperti biasa. Akan tetapi saat rakaat ketiga berlangsung, Juroto tiba-tiba keluar dari saf sambil menutupi mulutnya.

Baca Juga :  Tinggal di Gubuk Bobrok, Enam Jiwa Keluarga Kusmono Bertahan di Tengah Kemiskinan Ekstrem tanpa Bantuan Bedah Rumah

“Korban keluar menuju area tempat wudhu. Sejumlah saksi mendengar korban batuk cukup keras,” ungkap Slamet Riyadi, Senin (11/5/2026).

Tak lama setelah jamaah menyelesaikan salat, tubuh Juroto ditemukan sudah tergeletak di bawah kran tempat wudhu. Mulutnya diketahui mengeluarkan darah. Kondisi itu membuat para jamaah panik dan berusaha memberikan pertolongan sebelum akhirnya melapor ke pihak kepolisian.

Petugas Polsek Karanganyar bersama tim Inafis Polres Pekalongan dan dokter jaga RSUD Kajen kemudian datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga darah yang keluar berasal dari perdarahan saluran cerna.

Baca Juga :  Soto Tauto Bu Mah, Rasa Otentik yang Selalu Bikin Kangen Pulang ke Pekalongan

“Hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan unsur tindak pidana ataupun kekerasan,” jelas Kapolsek.

Di dekat lokasi, masih terdapat barang-barang milik korban yang tersimpan rapi. Mulai dari telepon genggam yang biasa digunakan menerima orderan, tas pinggang berisi dompet dan uang tunai, hingga sepeda motor Honda Vario yang sehari-hari menjadi teman mencari nafkah.

Kisah meninggalnya Juroto meninggalkan duka mendalam bagi keluarga maupun warga sekitar dan terkhusus rekan-,rekannya sesama ojol. Di tengah perjuangan bekerja hingga waktu Maghrib tiba, ia menghembuskan napas terakhir sesaat setelah memenuhi panggilan ibadah.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memilih tidak dilakukan autopsi. Jenazah korban kemudian dibawa pulang untuk dimakamkan oleh keluarga.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Pekalongan Soroti Kasus Dugaan Mesum Kepsek dan Guru, Minta Proses Sesuai Aturan
Jalan Mulus Depan Kantor Bupati Pekalongan Diaspal Ulang dengan Anggaran Rp755 Juta, Warga Mrepet Begini
Kasus Video Tak Senonoh Oknum Kepala Sekolah dan Guru di Pekalongan Tunggu Sanksi Berat
Pohon Pinus Tumbang Timpa Kabel Listrik, Nyaris Picu Kebakaran Hutan Petungkriyono
Buruh Serabutan di Pekalongan Disurati DJP soal Data Pembelian Rp1,7 Miliar, Pihak Desa Telusuri Kebenarannya
Kepala SD Negeri di Pekalongan Dicopot Usai Terbukti Mesum dengan Guru di Sekolah
Utang Pasangan Lansia Dayat-Darmi di Pekalongan Mulai Tuntas, Pinjaman Mekar dan BTPN Dilunasi
Pemkab Pekalongan Pastikan Utang Pasangan Lansia Dayat-Darmi Diselesaikan Kekeluargaan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:50 WIB

DPRD Pekalongan Soroti Kasus Dugaan Mesum Kepsek dan Guru, Minta Proses Sesuai Aturan

Senin, 7 September 2026 - 15:41 WIB

Jalan Mulus Depan Kantor Bupati Pekalongan Diaspal Ulang dengan Anggaran Rp755 Juta, Warga Mrepet Begini

Senin, 7 September 2026 - 11:29 WIB

Kasus Video Tak Senonoh Oknum Kepala Sekolah dan Guru di Pekalongan Tunggu Sanksi Berat

Sabtu, 5 September 2026 - 09:30 WIB

Pohon Pinus Tumbang Timpa Kabel Listrik, Nyaris Picu Kebakaran Hutan Petungkriyono

Sabtu, 5 September 2026 - 08:57 WIB

Buruh Serabutan di Pekalongan Disurati DJP soal Data Pembelian Rp1,7 Miliar, Pihak Desa Telusuri Kebenarannya

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB