KANAL PEKALONGAN – Rekaman video yang memperlihatkan sepasang sejoli diduga melakukan perbuatan asusila di bantaran Kali Slamaran, Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, beredar di media sosial.
Dalam video yang disebut-sebut direkam oleh warga memperlihatkan pasangan itu terlihat berada di kawasan bantaran kali pada malam hari. Lokasi yang tampak minim penerangan dan jauh dari permukiman diduga menjadi tempat pasangan tersebut melakukan aksinya.
Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti identitas pasangan dalam rekaman tersebut maupun kapan tepatnya peristiwa itu terjadi. Informasi mengenai lokasi kejadian juga masih perlu dipastikan.
Lurah Krapyak, Banar Budi Raharjo, mengaku belum mengetahui adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan pihak kelurahan akan terlebih dahulu mencari informasi kepada warga untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
“Belum tahu. Nanti kita cari dulu informasi ke warga,” kata Banar saat dikonfirmasi kanalplus.id, Jumat (4/9/2026).
Menurut dia, kawasan bantaran Kali Slamaran memang cenderung sepi pada malam hari. Terlebih, sejumlah bagian bantaran berada cukup jauh dari permukiman warga.
“Kalau jam-jam malam ya sepi, wong bantaran kali. Biasanya sangat sepi,” ujarnya.
Banar mengatakan dirinya bahkan terkadang berkeliling memantau wilayah kelurahan hingga ke kawasan bantaran kali. Namun, kondisi lokasi pada malam hari membuat kawasan tersebut relatif minim aktivitas warga.
“Kadang saya sendiri muter sampai bantaran. Malam-malam memang sepi,” ungkapnya.
Ia menyebut sekitar pukul 21.00 WIB hingga 22.00 WIB, aktivitas warga di kawasan bantaran Kali Slamaran sudah sangat minim. Menurutnya, pada waktu tersebut hanya sesekali ada warga yang melintas.
Terkait beredarnya video tersebut, Banar memastikan pihak kelurahan akan menelusuri informasi terlebih dahulu, termasuk mencari tahu siapa warga yang mengetahui atau merekam kejadian tersebut.
Jika kawasan tersebut memang dinilai rawan digunakan untuk aktivitas serupa, kelurahan akan mempertimbangkan patroli secara berkala, terutama pada malam hari.
“Nanti kalau memang perlu, kita lakukan patroli. Misalnya malam minggu, kita patroli supaya tidak ada kejadian seperti itu lagi,” janjinya.
Banar menegaskan, langkah tersebut akan dilakukan setelah pihaknya memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai kejadian yang videonya kini beredar di media sosial.
“Kita cari dulu informasinya. Nanti kita berikan infonya setelah jelas,” tutupnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












