KANAL KOTA – Persoalan banjir dan rob masih menjadi salah satu masalah utama yang terus menjadi perhatian di Kota Pekalongan. Anggota Komisi VI DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah X, Rizal Bawazier, menyebut kondisi pompa menjadi salah satu titik penting yang perlu segera dibenahi.
Hal itu disampaikan Rizal saat bertemu sejumlah ketua RT dan RW di Aula Kantor Kelurahan Panjang Baru, Kota Pekalongan, dalam agenda menyerap aspirasi masyarakat.
Menurut Rizal, dari hasil komunikasi dengan sejumlah lurah dan camat sejak dirinya dilantik sebagai anggota DPR RI pada 1 Oktober 2024, persoalan pompa berulang kali menjadi keluhan masyarakat ketika hujan maupun rob terjadi.
“Sejak saya dilantik tanggal 1 Oktober 2024, terus datang ke dapil, ketemu lurah, ketemu camat. Pak, pompa listrik, Pak. Pompa di sini, Pak. Hujan ya juga,” ungkap Rizal saat menemui warga, Kamis (17/9/2026).
Ia mengatakan, persoalan tersebut kemudian dibahas secara lebih menyeluruh bersama pemerintah daerah. Dari pembahasan itu, terdapat sejumlah pompa yang dinilai perlu mendapatkan rehabilitasi maupun penggantian.
Rizal menyebut sedikitnya ada 11 pompa menjadi perhatian untuk dibenahi dan diprioritaskan.
“Jadi 11 pompanya yang besar-besar. kita sudah mikirin yang 11 tempat tersebut untuk dibenahi,” ujarnya.
Menurut dia, pembenahan pompa menjadi langkah yang lebih mendesak untuk dilakukan sembari menunggu penyelesaian infrastruktur pengendalian banjir dan rob dalam skala yang lebih besar.
Ia berharap proses penggantian atau rehabilitasi pompa dapat berjalan secara bertahap hingga 2027.
Rizal juga menyinggung persoalan banjir dan rob di Pekalongan tidak hanya berkaitan dengan pompa. Menurut dia, masih terdapat persoalan sungai, tanggul serta sistem pengendalian air yang membutuhkan penanganan secara terpadu.
Ia memaparkan pembangunan tanggul laut skala besar menjadi bagian dari solusi jangka panjang untuk kawasan Pantura yang menghadapi persoalan rob.
Rencana pembangunan tanggul laut Pantura sendiri memang menjadi bagian dari agenda pemerintah dalam pengendalian rob dan pengamanan pesisir. Kementerian Pekerjaan Umum menyebut Giant Sea Wall sebagai salah satu program prioritas untuk melindungi kawasan Pantura dari banjir rob, abrasi dan penurunan muka tanah.
Rizal sebelumnya juga pernah menyuarakan agar wilayah Ulujami, Pemalang, Kota Pekalongan hingga wilayah Batang mendapat perhatian dalam pembangunan tanggul laut.
Namun, menurut Rizal, pembangunan tanggul laut merupakan proyek jangka panjang sehingga penanganan persoalan yang sudah terjadi di lapangan tetap harus dilakukan.
“Yang penting adalah kita kejar untuk masalah yang paling penting, masalah banjir dan rob. Kita awali dengan pompa,” bebernya.
Selain infrastruktur pengendalian banjir, Rizal juga membuka peluang pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BUMN untuk sejumlah kebutuhan masyarakat.
Ia mengungkap sejumlah BUMN yang menjadi mitra Komisi VI, seperti BRI, Bank Mandiri dan PLN, memiliki program CSR yang dapat diarahkan untuk kebutuhan masyarakat melalui pengajuan proposal.
“Kalau untuk CSR-CSR yang tadi jalan, atau saluran, atau renovasi sekolah, memang ada CSR-nya,” terang Rizal.
Ia bahkan mendorong setiap kelurahan menyiapkan proposal kebutuhan prioritas agar bantuan dapat diarahkan secara lebih merata.
Menurut dia, bentuk kebutuhan tersebut bisa berupa peninggian jalan, pembangunan saluran air maupun renovasi fasilitas umum seperti musala.
Rizal menyebut besaran bantuan yang diupayakan sekitar Rp100 juta hingga Rp200 juta untuk setiap kelurahan, dengan pelaksanaan yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan mekanisme CSR.
“Jadi bawa proposalnya nanti untuk satu kelurahan,” ucapnya.
Ia meminta aspirasi yang masuk tidak hanya berhenti sebagai usulan, tetapi dibuat dalam bentuk proposal yang jelas sehingga dapat dipelajari dan diteruskan kepada pihak yang memiliki program CSR.
Dengan demikian, penanganan persoalan banjir dan rob di tingkat lingkungan dapat berjalan bersamaan dengan upaya pemerintah menangani persoalan infrastruktur dalam skala yang lebih besar.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












