KANAL KOTA – Sebanyak 16 pelaku usaha mikro dan kecil di Kota Pekalongan mendapat bantuan peralatan usaha dari Lazismu setempat. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu penerima mengembangkan usaha yang sudah mereka jalankan.
Bantuan diserahkan dalam kegiatan Program Pemberdayaan UMKM Muhammadiyah Kota Pekalongan Tahun 1448 H/2026 M. Para penerima berasal dari berbagai jenis usaha, mulai dari makanan, warung hingga jasa.
Tim Pelaksana UMKM Lazismu M. Khotib Amrulloh, mengatakan program tersebut telah berjalan sejak Juni hingga Agustus 2026. Penyerahan kali ini menjadi bagian simbolis dari program pemberdayaan yang telah berlangsung sekitar tiga bulan.
“Untuk kali ini penerimanya ada 16 pelaku UMKM,” kata Khotib, Rabu (2/9/2026).
Menurut dia, jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari usulan yang masuk. Para penerima tidak hanya berasal dari satu jenis usaha, tetapi memiliki latar belakang usaha yang beragam.
Khotib mengatakan bantuan tersebut tidak berhenti pada penyerahan peralatan. Lazismu akan melakukan pendampingan dan melihat perkembangan usaha para penerima secara berkala.
“Kita tidak lepas. Nanti juga akan kita survei kembali seberapa progresnya sampai di mana,” ujarnya.
Pendampingan juga melibatkan tim dari Fakultas Ekonomi melalui UMPP untuk membantu penerima mengembangkan usahanya.
Program tersebut, lanjut Khotib, merupakan bagian dari semangat Lazismu untuk membantu masyarakat yang secara ekonomi membutuhkan dukungan. Bantuan diarahkan agar pelaku usaha yang telah berjalan bisa semakin berkembang.
Salah satu penerima bantuan, Edy Winarto, mengaku terbantu dengan peralatan yang diterimanya. Warga Jalan Cendrawasih Nomor 42, Krapyak, itu menjalankan usaha tempe murni dan susu kedelai. Ia juga memiliki usaha sampingan donat kentang.
Edy menerima sejumlah peralatan berupa mesin giling kedelai, blender dan kompor gas. Ia berharap bantuan tersebut dapat mendukung kelangsungan usahanya.
“Terima kasih. Manfaatnya banyak sekali, bantuannya sangat bagus untuk masyarakat yang kurang mampu. Mudah-mudahan berguna bagi kelangsungan hidup,” terang Edy.
Sementara itu, Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid menilai bantuan tersebut dapat menjadi tambahan modal peralatan bagi pelaku UMKM yang memang sudah menjalankan usaha.
Menurut Aap, panggilan karib walikota, bantuan dari Lazismu juga terbuka bagi masyarakat secara umum dan tidak mensyaratkan penerimanya harus warga Muhammadiyah.
“Ini tidak harus atau wajib warga Muhammadiyah. Semua boleh mengusulkan, tetapi ada verifikasi tertentu,” jelasnya.
Ia menyebut terdapat 27 pengusul dalam program tersebut, tetapi setelah melalui proses verifikasi hanya 16 yang disetujui sebagai penerima bantuan.
Jenis bantuan yang diberikan pun disesuaikan dengan kebutuhan usaha, seperti gerobak, kompor gas dan peralatan lainnya. Aap berharap bantuan tersebut benar-benar digunakan untuk memperkuat usaha penerima.
Pemkot Pekalongan, kata dia, selanjutnya akan mendorong para penerima bantuan agar melengkapi legalitas usahanya. Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop) akan membantu pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga sertifikasi halal.
“Jangan takut akan dipersulit. Jangan takut bayar berapa. Tidak semuanya berbayar dan pasti akan dibantu petugas dan staf dari Dindagkop,” tegasnya.
Aap juga menyoroti adanya penerima bantuan program sebelumnya yang kini sudah mampu berkembang dan bahkan ikut membantu orang lain.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi tanda bahwa bantuan peralatan dan pendampingan dapat memberi dampak jika dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha.
“Berarti usahanya semakin maju, semakin sukses, semakin berkah,” tutupnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













