KANAL BISNIS – Amerika Serikat bukan hanya negara dengan jumlah miliarder terbanyak. Negara itu juga menjadi tempat tinggal bagi lebih dari 23,6 juta orang dengan kekayaan minimal US$1 juta, jauh meninggalkan negara lain.
Di lapisan paling atas, dominasi Amerika bahkan semakin kuat. Dari 500 orang terkaya dunia yang dipantau Bloomberg, 183 orang pada daftar 2026 berasal dari Amerika Serikat. China berada jauh di belakang dengan 61 orang, sementara India memiliki 23 orang.
Artinya, semakin tinggi batas kekayaan yang digunakan, semakin kuat konsentrasi kekayaan di Amerika Serikat.
1. Kekayaan di atas US$1 juta: Amerika Serikat jauh di depan
UBS Global Wealth Report 2026 memperkirakan terdapat sekitar 57,5 juta orang dewasa di dunia yang memiliki kekayaan minimal US$1 juta pada akhir 2025.
Amerika Serikat menampung sekitar 23,6 juta di antaranya atau sekitar 41 persen dari total dunia. China berada di posisi kedua dengan sekitar 5,3 juta.
Visual Capitalist + 1 Urutan teratasnya:
🇺🇸 Amerika Serikat — 23,63 juta
🇨🇳 China — 5,31 juta
🇯🇵 Jepang — 2,90 juta
🇩🇪 Jerman — 2,65 juta
🇬🇧 Inggris — 2,43 juta
🇫🇷 Prancis — 2,39 juta
🇨🇦 Kanada — 2,10 juta
🇦🇺 Australia — 1,63 juta
🇰🇷 Korea Selatan — 1,32 juta
🇳🇱 Belanda — 1,29 juta
🇮🇹 Italia — 1,24 juta
🇪🇸 Spanyol — 1,08 juta
🇨🇭 Swiss — sekitar 944 ribu
🇮🇳 India — sekitar 944 ribu
🇹🇼 Taiwan — sekitar 772 ribu
Menariknya, India yang mempunyai lebih dari 1,4 miliar penduduk hanya memiliki sekitar 944 ribu jutawan, jauh di bawah Jepang yang penduduknya hanya sekitar 124 juta. Indonesia bahkan belum masuk kelompok 15 besar tersebut.
Data UBS juga menunjukkan bahwa kekayaan pribadi dunia meningkat 10,8 persen pada 2025, sementara jumlah jutawan bertambah hampir satu juta orang dalam setahun. Amerika sendiri menyumbang lebih dari 440 ribu jutawan baru.
2. Kelas US$100 juta ke atas: klub mulai sangat kecil
Di atas US$100 juta, jumlah orang kaya langsung menyusut drastis.
Kelompok ini sering disebut centi-millionaire, yaitu orang yang memiliki kekayaan likuid yang dapat diinvestasikan minimal US$100 juta.
Menurut Henley & Partners/New World Wealth, terdapat sekitar 30.450 centi-millionaire di dunia dalam data 2024.
Amerika Serikat memiliki lebih dari 10.800 orang, atau sekitar 36 persen dari seluruh centi-millionaire dunia. China memiliki sekitar 2.258, Jerman sekitar 1.043, Jepang sekitar 724, dan Inggris sekitar 730 dalam data tersebut.
Sepuluh besar versi data Henley 2024 adalah kira-kira:
🇺🇸 Amerika Serikat — 10.835
🇨🇳 China — 2.258
🇩🇪 Jerman — 1.043
🇬🇧 Inggris — 730
🇯🇵 Jepang — 724
🇫🇷 Prancis — 635
🇨🇭 Swiss — 657
🇨🇦 Kanada — 505
🇦🇺 Australia — 510
🇮🇹 Italia — 460
Angka beberapa negara dapat sedikit berbeda tergantung metodologi dan waktu pengukuran. Henley menghitung liquid investable wealth, sehingga tidak memasukkan seluruh nilai rumah tinggal dan aset tidak likuid seperti definisi UBS.
3. Kekayaan US$1 miliar ke atas: Amerika kembali mendominasi
Masuk ke kelas miliarder, konsentrasinya menjadi lebih ekstrem.
Forbes 2026 mencatat 3.428 miliarder di dunia dengan total kekayaan sekitar US$20,1 triliun.
Amerika Serikat mempunyai 989 miliarder, China termasuk Hong Kong sekitar 610, dan India 229.
Lima besar:
🇺🇸 Amerika Serikat — 989
🇨🇳 China + Hong Kong — 610
🇮🇳 India — 229
🇩🇪 Jerman — 212
🇷🇺 Rusia — 147
Italia, Inggris, Swiss, Prancis, Brasil, Kanada, Australia, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Indonesia dan sejumlah negara lain juga memiliki miliarder.
Jadi, lebih dari separuh miliarder dunia terkonsentrasi hanya di tiga kekuatan yakni Amerika Serikat, China dan India.
4. Indonesia bagaimana?
Indonesia sebenarnya sudah memiliki cukup banyak orang superkaya. Dalam daftar 500 orang terkaya Bloomberg, Indonesia memiliki 8 orang dalam data 1 Mei 2026. Jumlah kekayaan gabungan mereka sekitar US$120,2 miliar.
Nama-nama yang masuk antara lain Prajogo Pangestu, Sukanto Tanoto, Low Tuck Kwong, Budi Hartono, Michael Hartono dan beberapa pengusaha lainnya.
Posisi Indonesia di sini menarik. Indonesia mempunyai 8 orang dalam Top 500 Bloomberg, sama dengan Australia dan beberapa negara maju lainnya dalam daftar tersebut, tetapi jumlahnya masih sangat jauh di bawah Amerika Serikat yang mencapai 183 orang.
5. Top 500 orang terkaya dunia: Amerika benar-benar dominan
Nah, ini bagian yang paling menarik. Bloomberg Billionaires Index adalah daftar 500 orang terkaya dunia yang diperbarui setiap hari berdasarkan perubahan harga aset dan kekayaan mereka.
Dalam data Bloomberg yang digunakan untuk pemetaan 2026, distribusinya adalah:
🇺🇸 Amerika Serikat — 183 orang
🇨🇳 China — 61
🇮🇳 India — 23
🇩🇪 Jerman — 19
🇭🇰 Hong Kong — 19
🇫🇷 Prancis — 13
🇨🇦 Kanada — 12
🇧🇷 Brasil — 10
🇨🇭 Swiss — 10
🇹🇼 Taiwan — 8
🇦🇺 Australia — 8
🇮🇩 Indonesia — 8
🇮🇹 Italia — 7
🇸🇪 Swedia — 6
🇰🇷 Korea Selatan — 5
🇳🇴 Norwegia — 5
🇮🇱 Israel — 5
🇪🇸 Spanyol — 4
🇯🇵 Jepang — 4
🇬🇧 Inggris — 14
dan negara lainnya dengan jumlah lebih kecil. Amerika Serikat sendirian menyumbang sekitar 36,6 persen dari 500 orang terkaya dunia.
Jika China dan Hong Kong digabung, kawasan tersebut memiliki sekitar 80 orang dalam daftar.
Dengan demikian, hampir setengah Top 500 dunia berasal dari Amerika Serikat, China/Hong Kong dan India.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












