Pemkab Batang Ingin Industropolis Run 2026 Naik Kelas Jadi Sport Tourism

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Hitung mundur pelaksanaan Industropolis Run 2026 yang bakal berlangsung 6 Desember 2026 mendatang di KIT Batang, Rabu (26/8/26).

Hitung mundur pelaksanaan Industropolis Run 2026 yang bakal berlangsung 6 Desember 2026 mendatang di KIT Batang, Rabu (26/8/26).

KANAL SPORT – Pemerintah Kabupaten Batang tidak ingin Industropolis Run 2026 berhenti sebagai ajang olahraga tahunan. Event lari di kawasan KEK Industropolis Batang itu diproyeksikan menjadi pintu masuk pengembangan sport tourism di Kabupaten Batang.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Batang, Bagus Pambudi, mengatakan semakin besar skala Industropolis Run, semakin besar pula peluang Batang dikenal dari sisi pariwisata.

Menurutnya, orang datang ke Batang nantinya tidak hanya karena urusan investasi atau pekerjaan. Mereka juga diharapkan datang untuk berolahraga, menikmati wisata, mengenal budaya serta merasakan keramahan masyarakat setempat.

“Event ini nanti akan menjadi event yang semakin besar skalanya, membuat orang yang mengenal Batang itu datang tidak hanya untuk berinvestasi, bekerja, tapi datang karena pariwisatanya termasuk sport tourism,” kata Bagus kepada wartawan, Rabu (26/8/2026).

Karena itu, Pemkab Batang tidak hanya berkepentingan memastikan lomba berjalan lancar. Pemerintah daerah juga ingin membangun ekosistem yang menghubungkan event tersebut dengan berbagai sektor ekonomi di daerah.

Baca Juga :  Punya Lintasan Jogging Track Baru, Warga Limpung Tak Lagi Lari di Jalanan

Bagus menyebut pelari yang datang dari luar daerah perlu diarahkan agar tidak langsung pulang setelah menyelesaikan lomba. Mereka diharapkan menginap di Batang, berbelanja produk UMKM, menikmati kuliner dan ekonomi kreatif, hingga melanjutkan perjalanan ke sejumlah destinasi wisata.

“Kita mencoba untuk connecting dots, menghubungkan antara event, juga para penyedia akomodasi, perhotelan dan lain sebagainya, termasuk pelaku UMKM, ekonomi kreatif,” ujarnya.

Menurut Bagus, pola tersebut penting agar manfaat Industropolis Run tidak hanya dirasakan oleh penyelenggara dan peserta, tetapi juga menyebar ke pelaku usaha lokal.

Pemkab Batang juga menyiapkan sejumlah dukungan agar peserta yang datang dari luar daerah merasa nyaman. Salah satunya terkait akses menuju lokasi lomba.

Pemerintah daerah bersama pihak KEK Industropolis Batang dan penyedia transportasi umum akan membahas kemungkinan penyediaan shuttle dari jalur Pantura menuju lokasi event.

Baca Juga :  Datang Makan Gratis Kuliner UMKM, Warga Batang Cukup Scan QRIS Rp1 untuk Donasi Bangun Sumur

“Kita perlu mobilisasi shuttle dari jalan Pantura sampai ke dalam event, tentu itu akan perlu diskusi lebih lanjut,” terang Bagus.

Selain transportasi, aspek keamanan, kenyamanan dan kebersihan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Hal itu sekaligus dikaitkan dengan upaya memperkenalkan identitas baru Batang sebagai “Clean Industrial City”.

Bagus mengatakan pelaksanaan event harus mencerminkan tagline tersebut, termasuk melalui kampanye menjaga kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung.

Dengan konsep tersebut, Industropolis Run 2026 diharapkan tidak hanya mendatangkan ribuan pelari ke kawasan industri, tetapi juga menjadi pemicu kunjungan wisata dan aktivitas ekonomi baru di Batang.

Pemkab Batang melihat olahraga sebagai salah satu cara untuk memperkenalkan daerah kepada masyarakat dari luar Batang. Peserta yang datang untuk berlari diharapkan mendapatkan alasan untuk kembali, bukan hanya sebagai pelari, tetapi juga sebagai wisatawan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan
Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado
Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir
Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji
Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta
BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang
Kejari Batang Musnahkan Ratusan Barang Bukti dan Ajak Pelajar-Santri Deklarasi Perundungan
Kurangi Biaya Operasional Melaut, Puluhan Nelayan Roban Barat Batang Dilatih Perbaiki Mesin Perahu

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta

Berita Terbaru