Galangan Kapal di Batang Nyaris Ludes Terbakar, Api Diduga dari Sisa Bara Kayu

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 05:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Api yang membakar tumpukan kayu bahan baku kapal nyaris membakar sebuah galangan di Kabupaten Batang, Selasa (25/8/26). Foto: Istimewa

Api yang membakar tumpukan kayu bahan baku kapal nyaris membakar sebuah galangan di Kabupaten Batang, Selasa (25/8/26). Foto: Istimewa

KANAL BATANG — Galangan kapal milik H. Wasto di Dukuh Seturi, Kelurahan Karangasem Utara, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, nyaris ludes terbakar pada Selasa (25/8/2026) dini hari.

Api membakar tumpukan kayu bengkirai yang menjadi salah satu bahan baku pembuatan kapal. Beruntung, kebakaran cepat diketahui sehingga api tidak sampai merembet ke bagian lain galangan.

Kebakaran pertama kali diketahui Ketua RT setempat, Edi Siswanto (40), sekitar pukul 00.30 WIB saat sedang ronda malam.

Saat melintas di sekitar galangan, Edi melihat kobaran api dari tumpukan kayu bekas potongan kapal. Ia kemudian membangunkan penjaga malam galangan, Suroso (69), yang saat itu sedang tertidur.

Baca Juga :  Bus Tunas Muda Terbakar di Tol Batang, 15 Penumpang Selamat

Edi juga langsung menghubungi pengurus galangan dan kepolisian untuk meminta bantuan pemadaman api.

Petugas gabungan dari Satpolairud Polresta Batang, Polsek Batang, serta pemadam kebakaran kemudian mendatangi lokasi.

Petugas berjibaku memadamkan api hingga akhirnya kebakaran berhasil ditangani sekitar pukul 01.40 WIB.

Kapolresta Batang KBP Warsono mengatakan, kebakaran diduga berasal dari sisa bara api proses pembengkokan kayu yang dilakukan pekerja pada siang hari.

“Jadi ada proses pembakaran kayu bengkirai dilakukan siang hari agar material mudah dibengkokkan untuk rangka kapal. Meski sempat dipadamkan pada sore harinya, diduga kuat sisa bara api belum sepenuhnya padam hingga kembali membesar saat malam hari,” ungkap Warsono.

Baca Juga :  Giant Sea Wall Pantura Masih Dimatangkan, Pemerintah Petakan Dampak bagi Nelayan hingga Kabel Internet Bawah Laut

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Meski demikian, sekitar setengah meter kubik kayu sebitan jenis bengkirai hangus terbakar. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp2 juta.

Polisi masih melakukan pemeriksaan di lokasi, meminta keterangan sejumlah saksi dan mengamankan tempat kejadian perkara. Situasi di sekitar galangan kapal kini kembali aman dan kondusif.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang
Kejari Batang Musnahkan Ratusan Barang Bukti dan Ajak Pelajar-Santri Deklarasi Perundungan
Kurangi Biaya Operasional Melaut, Puluhan Nelayan Roban Barat Batang Dilatih Perbaiki Mesin Perahu
Di depan layar Komputer, Siswa SD di Batang Berkenalan dengan Teman Sebaya di Toyama Jepang
PPPK Batang Diminta Tuntaskan Masalah Pelayanan Warga
Punya Budget Rp3,8 Miliar, DPUPR Batang Pede Perbaiki Dua Ruas Jalan Ini
Cerita Saadah Simpan Uang Rusak di Laci, Tunggu Momen Ditukar Baru di Pegadaian Limpung
Kejurnas Sprint Rally di KITB Batang Tembus 111 Pembalap, Ada Lintasan Baru di Kawasan Hutan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:21 WIB

BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Kejari Batang Musnahkan Ratusan Barang Bukti dan Ajak Pelajar-Santri Deklarasi Perundungan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Kurangi Biaya Operasional Melaut, Puluhan Nelayan Roban Barat Batang Dilatih Perbaiki Mesin Perahu

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Di depan layar Komputer, Siswa SD di Batang Berkenalan dengan Teman Sebaya di Toyama Jepang

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:03 WIB

PPPK Batang Diminta Tuntaskan Masalah Pelayanan Warga

Berita Terbaru

Ratusan kelompok atau suku yang mendiami di sudut terpencil di bumi memilih hidup menjauh dari peradaban dan menutup diri dari dunia luar. Foto: Ilustrasi AI

Humaniora

Suku-Suku yang Masih Memilih Terisolasi dari Peradaban

Minggu, 18 Okt 2026 - 06:10 WIB

Pemandangan menakjubkan kepulauan British Island di Karibia yang menjadi salah satu destinasi wisata termahal di dunia. Foto: Ilustrasi AI

Wisata

10 Destinasi Wisata Termahal di Dunia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 06:10 WIB