Sepekan Dipindah dari Semarang Zoo, Harimau Putih Anggun Mati di Kebun Binatang Sumut

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Harimau putih bernama Anggun dikabarkan mati setelah sepekan dipindahkan dari Semarang Zoo ke Kebun Bintang Sumatera Utara, Selasa (28/7/26).

Harimau putih bernama Anggun dikabarkan mati setelah sepekan dipindahkan dari Semarang Zoo ke Kebun Bintang Sumatera Utara, Selasa (28/7/26).

SEMARANG, KANALPLUS.ID – Misteri kematian harimau putih Anggun, koleksi Semarang Zoo, akhirnya dijelaskan Pemerintah Kota Semarang. Satwa langka itu dilaporkan mati hanya sekitar sepekan setelah dipindahkan ke R Zoo di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, dalam program pertukaran satwa.

Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Prinyanto mengatakan Anggun meninggal dunia pada akhir Maret 2026, tidak lama setelah tiba di kebun binatang tujuan.

“Matinya akhir bulan Maret yang lalu. Yang dikirim ke Medan adalah cucu dari perkawinan sedarah. Tujuan pertukaran satwa ini untuk mendapatkan darah baru,” kata Handi, Selasa (28/7/2026).

Menurut Handi, Anggun bersama seekor harimau Benggala bernama Ganza diberangkatkan dari Semarang Zoo melalui jalur darat pada 17 Maret 2026. Proses pemindahan didampingi dokter hewan, keeper Semarang Zoo, keeper R Zoo, serta petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah.

Baca Juga :  Makam Sutrimo Dijaga Polisi, Kematian Pria yang Disebut Kepercayaan Eks Jampidsus Kini Menunggu Ekshumasi

Rombongan tiba di R Zoo pada 21 Maret 2026 dan kedua harimau disebut dalam kondisi sehat saat dipindahkan ke kandang baru.

“Sampai di R Zoo keduanya baik-baik saja. Mereka bergerak cukup lincah dan tidak menunjukkan tanda-tanda lemas ataupun abnormal,” ujarnya.

Namun, enam hari kemudian atau pada 27 Maret 2026, Semarang Zoo menerima kabar bahwa Anggun mati.

Berdasarkan hasil autopsi yang diterima dari R Zoo, kematian Anggun disebabkan oleh berbagai gangguan pada organ vital. Di antaranya terdapat luka pada lambung, peradangan dan perdarahan paru-paru, pembengkakan jantung, hati, serta ginjal.

Tim autopsi juga menemukan kerusakan pada organ hati yang menunjukkan fungsi organ tersebut sudah menurun.

Baca Juga :  Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Soto, 50 Kios Pasar Modern BSB Semarang Ikut Terbakar

Selain itu, saluran pencernaan Anggun dilaporkan kosong tanpa sisa pakan, yang mengindikasikan satwa tersebut tidak makan dalam waktu cukup lama sebelum mati.

Menanggapi kejadian tersebut, Pemerintah Kota Semarang memastikan seluruh koleksi satwa di Semarang Zoo tetap menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Sebagai langkah pencegahan, kami juga telah meminta Direktur Semarang Zoo memeriksa kondisi kesehatan seluruh satwa yang ada,” kata Handi.

Program pertukaran satwa sendiri dilakukan untuk memperbaiki kualitas genetik harimau Benggala di Semarang Zoo. Menurut Handi, Anggun dipilih karena merupakan keturunan hasil perkawinan sedarah sehingga diperlukan penyegaran genetik melalui pertukaran dengan satwa dari luar daerah.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belasan Peserta Titip Ternak Klaim Rugi Rp1,7 Miliar, Kasus PT SPI Dilaporkan ke Polisi
Wali Kota Pekalongan di Mayors Talk Bogor: Kota Tangguh Bermula dari Integritas Moral Pemimpin
Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal
SPTI Tolak Demo di KEK Kendal: Jangan Ganggu Investasi dan Rezeki Warga
Sewa Kios Pasar Mukti Makmur Cilacap Dipersoalkan, Pedagang Soroti Tarif hingga Dasar Penetapan
Pemuda Depresi Naik Menara BTS di Cilacap, Tim SAR Bujuk Pakai Rokok dan Makanan
Sehari Usai Disidak, Pabrik Bata Ringan di Banyumas Kembali Produksi
Rafas, Atlet Cilik Banjarnegara Bidik Timnas Usai Sabet Emas Tenis POPDA Jateng

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Belasan Peserta Titip Ternak Klaim Rugi Rp1,7 Miliar, Kasus PT SPI Dilaporkan ke Polisi

Senin, 28 September 2026 - 17:20 WIB

Wali Kota Pekalongan di Mayors Talk Bogor: Kota Tangguh Bermula dari Integritas Moral Pemimpin

Sabtu, 26 September 2026 - 18:39 WIB

Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal

Jumat, 18 September 2026 - 07:34 WIB

SPTI Tolak Demo di KEK Kendal: Jangan Ganggu Investasi dan Rezeki Warga

Selasa, 15 September 2026 - 06:10 WIB

Sewa Kios Pasar Mukti Makmur Cilacap Dipersoalkan, Pedagang Soroti Tarif hingga Dasar Penetapan

Berita Terbaru

Petugas bersama warga berada di lokasi kejadian perempuan yang meninggal dunia setelah tertemper KA Jayabaya di jalur rel wilayah Sragi, Kabupaten Pekalongan, Senin (2/11/2026) dini hari. (Foto: dok istimewa/AI)

Peristiwa

Nenek di Pekalongan Tewas Tertemper KA Jayabaya

Senin, 2 Nov 2026 - 10:24 WIB