KENDAL,KANALPLUS.ID – Aroma roti yang baru matang memenuhi Aula Hastinapura Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kendal, Rabu (13/5/2026). Di balik suasana yang biasanya identik dengan pembinaan dan pengamanan, sejumlah warga binaan tampak serius mengaduk adonan, menimbang bahan, hingga belajar teknik memanggang pastry.
Bukan sekadar kegiatan biasa, pelatihan bakery yang digelar bekerja sama dengan PT Jaya Fermex itu menjadi bagian dari upaya membekali warga binaan dengan keterampilan usaha sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Para peserta yang mengikuti pelatihan merupakan warga binaan yang memiliki minat di bidang tata boga. Mereka mendapatkan pelatihan langsung dari tim instruktur profesional mulai dari pengenalan bahan dasar roti, teknik mengolah adonan, hingga proses pemanggangan yang benar.
Suasana pelatihan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Beberapa warga binaan tampak aktif bertanya mengenai teknik membuat tekstur roti yang lembut, cara fermentasi yang tepat, hingga peluang usaha bakery rumahan.
Pelaksana Harian Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kendal, Rini Sulistyowati, mengatakan pelatihan tersebut bukan hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun kembali rasa percaya diri warga binaan.
“Melalui pelatihan ini kami berharap warga binaan memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat dan nantinya dapat digunakan untuk membuka usaha mandiri setelah bebas,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan di dalam lapas saat ini tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga bagaimana menciptakan warga binaan yang produktif dan siap kembali menjalani kehidupan sosial secara positif.
Kerja sama dengan PT Jaya Fermex Semarang dinilai menjadi langkah penting dalam menghadirkan pelatihan berbasis kebutuhan dunia usaha dan industri.
Rini juga menyampaikan apresiasi kepada pihak perusahaan yang telah bersedia berbagi ilmu dan pengalaman kepada warga binaan di Lapas Kendal.
“Terima kasih kepada PT Jaya Fermex Semarang yang telah mendukung program pembinaan kemandirian bagi warga binaan kami,” tambahnya.
Sementara itu, selama pelatihan berlangsung, para peserta terlihat menikmati setiap proses praktik yang diberikan. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mencoba membuat berbagai produk bakery secara mandiri dengan pendampingan instruktur.
Program pelatihan seperti ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang terus dikembangkan oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kendal agar warga binaan memiliki peluang lebih besar untuk bangkit setelah menjalani masa pidana.
Dengan keterampilan baru yang dimiliki, para warga binaan diharapkan tidak lagi kesulitan mencari peluang kerja maupun membuka usaha kecil secara mandiri ketika kembali ke lingkungan masyarakat.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD










