Dalam 11 Hari Jawa Tengah Dilanda 16 Kebakaran Lahan, Kebun Tebu Jadi Lokasi Paling Rawan

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Petugas kepolisian memadamkan api yang membakar lahan di dekat Tol Pejagan, Kabupaten Brebes, Kamis (23/7/26) lalu. Foto : Istimewa

Petugas kepolisian memadamkan api yang membakar lahan di dekat Tol Pejagan, Kabupaten Brebes, Kamis (23/7/26) lalu. Foto : Istimewa

SEMARANG, KANALPLUS.IDMusim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Jawa Tengah. Dalam kurun waktu hanya dalam 11 hari, Polda Jawa Tengah mencatat sedikitnya ada 16 kebakaran lahan terjadi di berbagai daerah.

Dari seluruh kejadian kebakaran lahan, area perkebunan tebu menjadi kawasan yang paling sering terbakar, bahkan salah satu insiden di Kabupaten Batang merenggut satu korban jiwa dengan total kerugian material mencapai lebih dari Rp649 juta.

Data tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto saat mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan selama puncak musim kemarau.

Menurutnya, hasil evaluasi Polda Jateng menunjukkan kebakaran lahan sepanjang 1-11 Juli 2026 paling banyak terjadi pada pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, saat suhu udara mencapai puncaknya dan embusan angin mempercepat penyebaran api.

“Cuaca panas dengan kelembapan rendah membuat lahan terbuka dan vegetasi kering sangat mudah terbakar. Api yang awalnya kecil bisa dengan cepat membesar dan merambat ke area lain,” kata Artanto kepada wartawan, Minggu (26/7/2026).

Wilayah yang paling rawan adalah lahan tebu di Kabupaten Kudus, Pati, Sragen dan Batang. Selain itu, kebakaran juga terjadi di lahan kosong, tempat pembuangan sampah, fasilitas publik hingga kawasan hutan milik Perhutani di Kabupaten Karanganyar.

Baca Juga :  Rafas, Atlet Cilik Banjarnegara Bidik Timnas Usai Sabet Emas Tenis POPDA Jateng

Salah satu kejadian paling fatal terjadi di Kabupaten Batang. Kebakaran yang dipicu kelalaian saat membakar lahan tebu menyebabkan seorang warga meninggal dunia dan menimbulkan kerugian material lebih dari Rp649 juta.

Artanto mengatakan tingginya angka kebakaran tidak lepas dari kondisi cuaca ekstrem pada musim kemarau tahun ini. Berdasarkan analisis BMKG, sebagian besar wilayah Jawa Tengah telah memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus 2026.

Fenomena tersebut dipengaruhi menguatnya Monsun Australia yang membawa massa udara kering sehingga suhu udara meningkat, kelembapan menurun, dan kecepatan angin bertambah.

“Kondisi ini membuat potensi kebakaran hutan dan lahan meningkat signifikan. Karena itu kami mengajak masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun,” ujarnya.

Peringatan itu diperkuat dengan peristiwa kebakaran lahan di sekitar Jalan Tol Pejagan KM 248, Kabupaten Brebes, Kamis 23 Juli 2026. Api muncul di area persawahan dekat ruas tol dan berpotensi meluas akibat cuaca panas disertai angin kencang.

Beruntung, laporan warga segera ditindaklanjuti Tim Patroli Sat Samapta Polres Brebes. Petugas mengerahkan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) untuk memadamkan api sehingga kobaran berhasil dikendalikan sebelum merembet ke area yang lebih luas maupun mengganggu pengguna jalan tol.

Baca Juga :  Kekurangan Ruang Kelas, TK 'Aisyiyah Banguntapan Bantul Tambah Tiga Kelas Baru Lewat Bantuan Revitalisasi Rp1,41 Miliar

Menurut Artanto, keberhasilan personel Polres Brebes memadamkan api menjadi bukti pentingnya respons cepat dalam penanganan kebakaran. Namun ia menegaskan upaya pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penanggulangan.

“Kami mengapresiasi keberhasilan personel Polres Brebes. Tetapi yang lebih penting adalah mencegah agar kebakaran serupa tidak kembali terjadi. Pencegahan selalu lebih baik daripada penanggulangan,” katanya.

Mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran selama musim kemarau, Polda Jawa Tengah telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan patroli di wilayah rawan, memperkuat deteksi dini titik api, serta mempererat koordinasi dengan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Perhutani, pemerintah daerah hingga pemerintah desa.

Polda juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran.

“Jangan menunggu api membesar. Segera laporkan kepada kepolisian, pemadam kebakaran atau instansi terkait agar dapat segera ditangani sebelum menjadi bencana yang lebih besar,” pungkas Artanto.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemuda Depresi Naik Menara BTS di Cilacap, Tim SAR Bujuk Pakai Rokok dan Makanan
Sehari Usai Disidak, Pabrik Bata Ringan di Banyumas Kembali Produksi
Rafas, Atlet Cilik Banjarnegara Bidik Timnas Usai Sabet Emas Tenis POPDA Jateng
Festival Kopi DCF 2026 Bukukan Kontrak Pesanan Rp15 Miliar
PLTA Garung Unit 2 Berhasil Black Start, Disiapkan untuk Pulihkan Listrik Saat Sistem Padam
Tiga Hari Dicari, Korban Tenggelam di Pantai Entak Kebumen Ditemukan Nelayan 2,2 Mil Laut dari Lokasi Kejadian
30 Hektar Lahan PLTA Garung Wonosobo Disiapkan Jadi Kawasan Wisata
Jambret Nenek hingga Terseret di Semarang Ditangkap, Polisi Ungkap 12 TKP Lain

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:27 WIB

Pemuda Depresi Naik Menara BTS di Cilacap, Tim SAR Bujuk Pakai Rokok dan Makanan

Rabu, 9 September 2026 - 14:29 WIB

Sehari Usai Disidak, Pabrik Bata Ringan di Banyumas Kembali Produksi

Senin, 7 September 2026 - 15:06 WIB

Rafas, Atlet Cilik Banjarnegara Bidik Timnas Usai Sabet Emas Tenis POPDA Jateng

Minggu, 6 September 2026 - 10:49 WIB

Festival Kopi DCF 2026 Bukukan Kontrak Pesanan Rp15 Miliar

Sabtu, 5 September 2026 - 10:45 WIB

PLTA Garung Unit 2 Berhasil Black Start, Disiapkan untuk Pulihkan Listrik Saat Sistem Padam

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB