Pria Tewas Tertemper KA Kamandaka di Jalur Rel Pekalongan-Batang

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 08:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Peristiwa tertemper kereta api kembali terjadi di jalur Stasiun Pekalongan - Batang, Minggu (19/7/26). Foto : Ilustrasi AI

Peristiwa tertemper kereta api kembali terjadi di jalur Stasiun Pekalongan - Batang, Minggu (19/7/26). Foto : Ilustrasi AI

BATANG, KANALPLUS.ID – Perjalanan Kereta Api (KA) Kamandaka relasi Tegal–Semarang diwarnai insiden tragis setelah seorang pria tewas tertemper kereta di jalur rel antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Batang, Minggu 19 Juli 2026 pagi.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 08.18 WIB di Kilometer 79+3/4 jalur hulu. Korban yang berada di jalur rel tidak sempat menyelamatkan diri hingga akhirnya tertabrak KA 182A Kamandaka yang tengah melaju menuju Semarang.

Akibat kejadian tersebut, rangkaian KA Kamandaka sempat berhenti di Stasiun Batang untuk menjalani pemeriksaan sarana guna memastikan tidak ada kerusakan pada kereta pascakejadian.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan berdasarkan keterangan masinis, upaya pencegahan sebenarnya telah dilakukan sebelum tabrakan terjadi.

Baca Juga :  Cerita Celengan Lima Tahun Siswa SD di Batang untuk Korban Gempa NTT

“Masinis telah membunyikan Semboyan 35 atau klakson lokomotif secara berulang-ulang sebagai peringatan. Namun orang tersebut tetap berada di jalur kereta api sehingga kejadian tidak dapat dihindari,” kata Luqman dalam siaran persnya, Senin (20/7/2026).

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap rangkaian kereta dan dipastikan seluruh sarana dalam kondisi aman serta dilakukan penyerahan PTGOK Nomor 001, KA Kamandaka kembali diberangkatkan dari Stasiun Batang pada pukul 08.30 WIB.

Insiden itu menyebabkan perjalanan KA Kamandaka mengalami keterlambatan sekitar 10 menit.

Baca Juga :  Momen Libur Panjang Sekolah, KAI Daop 4 Semarang Beri Diskon Tiket Kereta Ekonomi 30 Persen

Luqman menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak berada di jalur rel kereta api dalam kondisi apa pun.

“Kami turut prihatin atas kejadian ini. Jalur kereta api bukan tempat untuk beraktivitas karena sangat membahayakan keselamatan diri maupun perjalanan kereta api,” ujarnya.

Menurut Luqman, KAI Daop 4 Semarang terus memperkuat upaya pencegahan kecelakaan melalui berbagai program keselamatan.

Selama Januari hingga Juli 2026, KAI telah melaksanakan 212 kali sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, 21 kali sosialisasi di sekolah-sekolah, serta menutup 14 perlintasan liar yang dinilai berisiko tinggi memicu kecelakaan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026
23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah
RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun
1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan
Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Batang Bisa Ajukan Perubahan
74 SPPG di Batang Bentuk Paguyuban, Seragamkan Standar Menu MBG
Jembatan Sempit Jadi Biang Macet Jalur Alternatif Menuju KITB, Pelebaran Diusulkan 2027

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 10:02 WIB

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan

Selasa, 8 September 2026 - 06:35 WIB

Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB