Cerita Celengan Lima Tahun Siswa SD di Batang untuk Korban Gempa NTT

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ratusan siswa SD Negeri Kauman 07 Batang mendonasikan uang saku dan tabungannya kepada korban gempa bumi di NTT, Rabu (26/8/26).

Ratusan siswa SD Negeri Kauman 07 Batang mendonasikan uang saku dan tabungannya kepada korban gempa bumi di NTT, Rabu (26/8/26).

KANAL BATANG — Salwa Hanifah (9) tak ragu menyerahkan celengan kesayangannya untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Siswi kelas 3 SD Negeri Kauman 07 Batang itu bahkan sudah mengumpulkan uang di celengan tersebut selama lima tahun, sejak masih duduk di bangku TK.

Menurut Salwa, celengannya  selama ini diisi dengan uang Rp500 hingga Rp1.000 setiap hari itu akhirnya dibuka untuk membantu warga yang sedang tertimpa bencana.

“Ini untuk bantu korban bencana gempa di NTT,” kata Salwa kepada wartawan, Rabu (26/8/2026).

Salwa bukan satu-satunya siswa yang ikut menyumbangkan tabungannya. Ratusan siswa SD Negeri Kauman 07 Batang melakukan hal serupa dalam aksi penggalangan dana yang digelar di halaman sekolah.

Sekitar 340 siswa kelas 1 hingga kelas 6 bersama para guru dan tenaga kependidikan mengikuti doa bersama sebelum penggalangan dana dimulai.

Sejumlah siswa kemudian membawa kardus donasi dan berkeliling di antara barisan teman-temannya. Satu per satu siswa memasukkan uang yang telah mereka sisihkan.

Baca Juga :  Regenerasi Petinju Muda Jadi Fokus Baru Pertina Batang, Target Medali Emas Porprov Dipatok

Ada yang menyumbangkan uang jajannya, ada pula yang rela memberikan tabungan yang dikumpulkan selama bertahun-tahun.

Siswa kelas 3 lainnya, Hamizan (9) misalnya. Ia menyisihkan sebagian uang jajannya sejak 2022 untuk ditabung. Uang tersebut kini diberikan untuk membantu korban gempa.

“Yang kena musibah ada banyak yang kesakitan. Buat berobat. Semoga sehat selalu dan diberi kesehatan,” ujar Hamizan.

Kepala SD Negeri Kauman 07 Batang, Rasokha, mengatakan penggalangan dana tersebut awalnya merupakan kegiatan spontan yang muncul setelah rapat dewan guru dan tenaga kependidikan.

Pihak sekolah kemudian mengajak para siswa ikut berbagi dengan korban gempa di NTT.

Menurut Rasokha, kegiatan tersebut bukan hanya soal mengumpulkan uang. Sekolah ingin mengajarkan kepada anak-anak bahwa kepedulian terhadap sesama bisa dimulai dari hal sederhana, termasuk menyisihkan uang jajan.

Baca Juga :  Donasi untuk Korban Gempa NTT dari Lampung Tembus Rp317,8 Juta

“Aksi spontan ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada saudara-saudara yang terkena musibah gempa di Nusa Tenggara Timur. Sekaligus memberikan pendidikan kepada murid tentang kepedulian kemanusiaan kepada sesama,” terang Rasokha.

Sebelum kegiatan digelar, sekolah telah memberitahukan rencana tersebut kepada orang tua siswa, komite sekolah dan Koordinator Wilayah Pendidikan. Mereka pun mendukung aksi sosial tersebut.

Setelah seluruh uang terkumpul, pihak sekolah akan menghitung total donasi sebelum menyerahkannya melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang.

Sejumlah siswa dan guru juga akan ikut mengantarkan bantuan tersebut ke PMI Batang pada hari yang sama.

Bagi Salwa dan teman-temannya, mungkin uang yang diberikan tidak seberapa. Namun, tabungan yang dikumpulkan sedikit demi sedikit itu kini berubah menjadi bentuk kepedulian untuk anak-anak dan warga NTT yang sedang menghadapi bencana.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah
RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun
1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan
Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Batang Bisa Ajukan Perubahan
74 SPPG di Batang Bentuk Paguyuban, Seragamkan Standar Menu MBG
Jembatan Sempit Jadi Biang Macet Jalur Alternatif Menuju KITB, Pelebaran Diusulkan 2027
Industri di Batang Tak Boleh Ganggu Air Petani, Pemkab Klaim Sudah Hitung Kebutuhannya

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun

Selasa, 8 September 2026 - 06:35 WIB

Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029

Selasa, 1 September 2026 - 14:37 WIB

Data Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Batang Bisa Ajukan Perubahan

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:48 WIB

74 SPPG di Batang Bentuk Paguyuban, Seragamkan Standar Menu MBG

Berita Terbaru