Belum Ada Motif, Polisi Masih Tunggu Kesaksian Korban Selamat Ungkap Misteri Penusukan Maut di Tratebang

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kapolsek Wiradesa Iptu Maman Sugiharto mengungkap belum menemukan motif serangan brutal yang menewaskan korban lantaran saksi kunci masih dirawat intensif di rumah sakit, Selasa (23/6/26) malam.

Kapolsek Wiradesa Iptu Maman Sugiharto mengungkap belum menemukan motif serangan brutal yang menewaskan korban lantaran saksi kunci masih dirawat intensif di rumah sakit, Selasa (23/6/26) malam.

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Hingga beberapa jam setelah peristiwa penusukan yang menewaskan seorang warga di Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, polisi masih belum dapat memastikan motif di balik aksi brutal yang dilakukan Sapari (62) terhadap anggota keluarganya sendiri.

Penyebab pasti penyerangan masih menjadi tanda tanya karena satu-satunya saksi yang mengetahui langsung kejadian, sekaligus korban selamat, hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Akibat dari peristiwa tersebut, Ruwah (68), kakak kandung pelaku, meninggal dunia setelah mengalami sejumlah luka serius akibat serangan senjata tajam. Sementara Darmanah (37), anak korban yang juga menjadi sasaran penyerangan, masih dirawat di IGD RS Al Karomah.

Kapolsek Wiradesa Iptu Maman Sugiharto mengatakan hingga saat ini polisi belum dapat menyimpulkan secara pasti apa yang melatarbelakangi aksi penusukan tersebut.

“Sementara belum bisa kami simpulkan atau kami terima keterangan karena keluarga yang mengalami sendiri belum bisa dimintai keterangan,” ujar Maman kepada wartawan, Selasa (23/6/2026) malam.

Baca Juga :  Jenazah Pemuda Ditemukan di Rumah Kebonsari Karangdadap, Polisi Selidiki Luka di Leher

Menurutnya, dugaan sementara memang mengarah pada kondisi kejiwaan pelaku yang diduga sedang kambuh. Namun polisi masih membutuhkan keterangan lebih lengkap untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh.

“Pemicunya kemungkinan karena si pelaku ini mengalami gangguan jiwa. Jadi mungkin pas waktu kambuh menyerang keluarga sendiri,” ujarnya.

Keterangan serupa juga disampaikan Kepala Desa Tratebang, Pronisah. Ia mengaku hingga kini belum mengetahui secara pasti apa yang memicu penyerangan tersebut.

“Wah, itu saya kurang tahu sendiri ya,” akunya saat ditanya mengenai penyebab kejadian.

Pronisah menjelaskan, sejauh yang diketahuinya tidak ada laporan pertengkaran maupun konflik keluarga yang mendahului penyerangan tersebut.

“Enggak ada. Enggak ada sebelumnya,” ucapnya.

Meski demikian, sejumlah warga disebut sempat melihat perubahan perilaku pelaku beberapa waktu terakhir.

“Cuma beberapa warga, bahkan di luar desa sendiri itu melihat tingkahnya sudah mulai emosian seperti itu,” terang Pronisah.

Kondisi itulah yang kini menjadi salah satu petunjuk awal yang sedang didalami aparat kepolisian.

Baca Juga :  Korban Penusukan di Kuripan Kertoharjo Meninggal Dunia, Polisi Naikkan Jerat Hukum Pelaku

Sementara itu, fakta bahwa korban dan pelaku masih memiliki hubungan keluarga dekat membuat kasus ini semakin menyita perhatian warga.

Ruwah yang meninggal dunia merupakan kakak kandung Sapari. Sedangkan Darmanah yang selamat dari serangan adalah anak kandung Ruwah atau keponakan pelaku.

Dari informasi yang dihimpun, pelaku diduga menggunakan pisau dapur untuk menyerang kedua korban. Barang bukti tersebut telah ditemukan polisi setelah dibuang di belakang rumah.

“Barang bukti sudah ketemu, dibuang di belakang rumah di sampah-sampah,” kata Kapolsek.

Polisi juga telah mengamankan Sapari tidak lama setelah kejadian berlangsung. Namun hingga kini penyidik masih menunggu perkembangan kondisi Darmanah yang diyakini menjadi saksi kunci dalam perkara tersebut.

Keterangan korban selamat dinilai penting untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi sesaat sebelum penyerangan berlangsung, termasuk apakah ada percakapan, pertengkaran, atau pemicu lain yang mendahului aksi tersebut.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kenalan dari Medsos, Motor dan HP Anak di Pemalang Malah Dibawa Kabur
Rekonstruksi Kasus Mamat Godril Kota Pekalongan, Korban Sempat Kabur Minta Tolong Malah Dikejar dan Kembali Ditusuk
Sidang Praperadilan Perkara Padepokan Padang Ati Ditunda, Polisi Kirim Surat Resmi
Remaja di Batang Diduga Hendak Tawuran, Polisi Sita Sabit hingga Celurit
Foto Sekali Lihat di Fitur What’s App Berujung Pemerasan, Warga Batang Dipaksa Bayar Rp500 Ribu Usai Diancam Gambar Disebar
Polresta Batang Ungkap Peredaran 779 Gram Sabu, Kurir ‘Kuda’ Ditangkap di Banyuputih
Jukir Viral di Pekalongan, Polisi Ingatkan Jangan Paksa Pengendara Bayar Parkir Tak Resmi
Viral Jukir di Jalan Hayam Wuruk, Polisi Bakal Tertibkan Parkir Tak Resmi di Pekalongan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 14:39 WIB

Kenalan dari Medsos, Motor dan HP Anak di Pemalang Malah Dibawa Kabur

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Rekonstruksi Kasus Mamat Godril Kota Pekalongan, Korban Sempat Kabur Minta Tolong Malah Dikejar dan Kembali Ditusuk

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Sidang Praperadilan Perkara Padepokan Padang Ati Ditunda, Polisi Kirim Surat Resmi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Remaja di Batang Diduga Hendak Tawuran, Polisi Sita Sabit hingga Celurit

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:42 WIB

Foto Sekali Lihat di Fitur What’s App Berujung Pemerasan, Warga Batang Dipaksa Bayar Rp500 Ribu Usai Diancam Gambar Disebar

Berita Terbaru