Rob Rendam 400 Hektare Sawah di Batang, Pemkab Kembangkan Padi Bio Salin untuk Pulihkan Produktivitas

- Penulis

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Batang, Faiz Kurniawan, menyebut pengembangan bio salin merupakan bentuk adaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan sekaligus memberikan harapan baru bagi para petani di wilayah pesisir, Selasa (16/6/26).

Bupati Batang, Faiz Kurniawan, menyebut pengembangan bio salin merupakan bentuk adaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan sekaligus memberikan harapan baru bagi para petani di wilayah pesisir, Selasa (16/6/26).

BATANG, KANALPLUS.IDBanjir rob dan intrusi air laut yang melanda kawasan pesisir Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berdampak pada lebih dari 400 hektare lahan pertanian. Masuknya air laut ke daratan menyebabkan air tanah berubah menjadi payau sehingga produktivitas padi mengalami penurunan drastis.

Wilayah yang terdampak paling besar berada di Kelurahan Kasepuhan serta Desa Denasri Kulon dan Denasri Wetan, Kecamatan Batang. Kondisi tersebut membuat sebagian lahan tidak lagi ideal untuk ditanami padi konvensional.

Sebagai langkah adaptasi terhadap perubahan lingkungan, Pemerintah Kabupaten Batang menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mengembangkan program padi bio salin yang dirancang khusus untuk lahan terdampak rob.

Program percontohan tersebut saat ini dikembangkan di lahan seluas 20 hektare di Kelurahan Kasepuhan dan dikelola oleh Kelompok Tani Intani. Selain mendapatkan pendampingan teknologi dari BRIN, program ini juga didukung pembiayaan operasional dari PGN.

Baca Juga :  Tangis Bahagia Pecah di Batang, TKW yang Hilang 31 Tahun di Malaysia Akhirnya Pulang dan Bertemu Keluarga

Tidak hanya mengembangkan varietas padi yang toleran terhadap kadar garam tinggi, program bio salin juga menerapkan konsep mina padi salin dengan mengintegrasikan budidaya ikan nila salin dan rumput laut di satu hamparan lahan.

Bupati Batang, Faiz Kurniawan, mengatakan pengembangan bio salin merupakan bentuk adaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan sekaligus memberikan harapan baru bagi para petani di wilayah pesisir.

“Ini adalah momentum awal memberikan harapan baru bagi para petani. Setidaknya ada sekitar 30 hektare sebagai langkah awal dan contoh yang diharapkan nantinya lebih dari 400 hektare lahan yang terdampak bisa kembali ditanami. Lahan yang dulu hijau diharapkan akan kembali hijau meski sebelumnya tergenang air rob,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).

Selain di Kelurahan Kasepuhan, pengembangan bio salin juga dilakukan di wilayah Depok, Kecamatan Kandeman, dengan luas lahan padi salin mencapai 10 hektare.

Baca Juga :  Pelajar di Batang Belajar Bahaya Narkoba Lewat Pemusnahan Barang Bukti Kejaksaan

Sebelumnya, dampak rob dan intrusi air laut menyebabkan produktivitas padi di kawasan pesisir Batang turun signifikan, dari rata-rata sekitar 8 ton per hektare menjadi hanya sekitar 3 ton per hektare.

Melalui program ini, lanjut Faiz, petani diharapkan tidak hanya mampu memulihkan fungsi lahan pertanian, tetapi juga memperoleh sumber pendapatan tambahan. Sistem mina padi salin dengan memanfaatkan saluran air atau caren untuk budidaya ikan nila salin dan rumput laut, sehingga dalam satu lahan dapat dihasilkan beberapa komoditas sekaligus.

“Pemkab menargetkan program bio salin dapat menjadi model pengelolaan lahan pesisir yang terdampak perubahan lingkungan. Dengan dukungan teknologi dan pendampingan para peneliti, lahan yang sebelumnya terancam tidak produktif diharapkan kembali menjadi sumber pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah pesisir,” tutupnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Masalah Air Bersih di KITB Mulai Dicarikan Solusi, 5.000 Rumah di Daerah Penyangga Bakal Nikmati Pasokan Baru
Program MBG Bisa Jadi Pasar Baru UMKM Batang, Investor Mulai Melirik Potensi Daerah
Setelah Sehari Dicari, ABK KM Timbul Barokah Ditemukan Meninggal di Bawah Kolong TPI Batang
Trotoar Baru Alun-Alun Bandar Ditarget Rampung Lebih Cepat, Pemkab Batang Siapkan Kawasan Kuliner Terpadu
ABK KM Timbul Barokah Diduga Terjatuh ke Sungai di Dermaga TPI Batang, Tim Gabungan Lakukan Pencarian
Giant Sea Wall Pantura Masih Dimatangkan, Pemerintah Petakan Dampak bagi Nelayan hingga Kabel Internet Bawah Laut
Sawah Pesisir Batang yang Terendam Rob Disulap Jadi Lahan Padi, Ikan Nila, dan Rumput Laut
Usai Dikirab, Tombak Abirawa dan 62 Pusaka Leluhur Batang ini Jalani Prosesi Jamasan di Malam Satu Suro

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:49 WIB

Masalah Air Bersih di KITB Mulai Dicarikan Solusi, 5.000 Rumah di Daerah Penyangga Bakal Nikmati Pasokan Baru

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:17 WIB

Program MBG Bisa Jadi Pasar Baru UMKM Batang, Investor Mulai Melirik Potensi Daerah

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:23 WIB

Setelah Sehari Dicari, ABK KM Timbul Barokah Ditemukan Meninggal di Bawah Kolong TPI Batang

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:25 WIB

Trotoar Baru Alun-Alun Bandar Ditarget Rampung Lebih Cepat, Pemkab Batang Siapkan Kawasan Kuliner Terpadu

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:55 WIB

ABK KM Timbul Barokah Diduga Terjatuh ke Sungai di Dermaga TPI Batang, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Berita Terbaru