30 Lulusan PKW Jepara Langsung Dibekali Peralatan Usaha, Siap Terjun ke Bisnis Batik dan Menjahit

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 10:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

30 peserta Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2026 di Kabupaten Jepara tak hanya dibekali sertifikat kelulusan, tetapi juga menerima peralatan usaha agar bisa langsung membuka bisnis di bidang batik dan menjahit, Senin (20/7/26). Foto : Istimewa

30 peserta Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2026 di Kabupaten Jepara tak hanya dibekali sertifikat kelulusan, tetapi juga menerima peralatan usaha agar bisa langsung membuka bisnis di bidang batik dan menjahit, Senin (20/7/26). Foto : Istimewa

JEPARA, KANALPLUS.ID – Tantangan terbesar setelah mengikuti pelatihan keterampilan adalah bagaimana memulai usaha. Untuk menjawab persoalan itu, 30 peserta Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2026 di Kabupaten Jepara tak hanya dibekali sertifikat kelulusan, tetapi juga menerima peralatan usaha agar bisa langsung membuka bisnis di bidang batik dan menjahit.

Program yang digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jepara tersebut telah berlangsung selama 250 jam pelajaran (JPL) dengan materi yang tidak hanya berfokus pada keterampilan produksi, tetapi juga kemampuan mengelola usaha hingga memasarkan produk secara digital.

Ketua Panitia PKW Ary Bachtiar mengatakan para peserta memperoleh pembelajaran secara menyeluruh mulai dari teknik batik tulis, batik cap, menjahit, manajemen usaha, penguatan karakter kewirausahaan hingga strategi pemasaran berbasis digital.

“Harapan kami, peserta tidak hanya menjadi tenaga terampil, tetapi mampu menjadi pelaku usaha yang percaya diri, adaptif, dan mampu menciptakan peluang ekonomi di masyarakat,” ujar Ary saat penutupan PKW 2026 di Gedung Galeri Dekranasda Jepara, Senin (20/7/2026).

Baca Juga :  Mayat Perempuan Ditemukan Terbakar di Pos Ronda Demak, Polisi Duga Korban Pembunuhan

Menurutnya, pembekalan tersebut dirancang agar lulusan tidak berhenti pada kemampuan teknis semata, melainkan mampu mengembangkan usaha secara mandiri di tengah persaingan industri kreatif yang semakin ketat.

Selain sertifikat kompetensi, seluruh peserta juga menerima bantuan peralatan membatik dan perlengkapan usaha sebagai modal awal untuk memulai bisnis dari rumah maupun membentuk kelompok usaha bersama.

Sementara itu, Wakil Ketua Dekranasda Jepara Inez Hajar, yang mewakili Ketua Dekranasda Hj. Laila Saidah Witiarso, menilai pemberian keterampilan harus diikuti dengan dukungan nyata agar lulusan memiliki kesempatan lebih besar untuk menjadi pelaku usaha.

“Kami berharap dari program ini lahir pengrajin muda yang kreatif dan inovatif, mampu menghasilkan produk berkualitas, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ekonomi kreatif Kabupaten Jepara,” katanya.

Baca Juga :  Tagih Cicilan Rp50 Ribu, Pegawai Koperasi Disabet Pedang Nasabah di Klaten

Ia menambahkan, pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu kunci menjaga daya saing industri kerajinan Jepara, khususnya sektor batik dan fesyen yang memiliki potensi pasar terus berkembang.

Hasil pelatihan tersebut juga diperlihatkan melalui pameran dan peragaan busana yang menampilkan berbagai produk batik serta pakaian hasil karya peserta. Produk-produk itu menunjukkan bahwa peserta telah mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai jual dan siap dipasarkan.

Melalui program ini, Dekranasda berharap semakin banyak pelaku usaha baru yang lahir dari masyarakat sehingga tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri sendiri, tetapi juga mampu menyerap tenaga kerja baru dan memperkuat posisi Jepara sebagai salah satu daerah penghasil produk ekonomi kreatif di Jawa Tengah.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belasan Peserta Titip Ternak Klaim Rugi Rp1,7 Miliar, Kasus PT SPI Dilaporkan ke Polisi
Wali Kota Pekalongan di Mayors Talk Bogor: Kota Tangguh Bermula dari Integritas Moral Pemimpin
Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal
SPTI Tolak Demo di KEK Kendal: Jangan Ganggu Investasi dan Rezeki Warga
Sewa Kios Pasar Mukti Makmur Cilacap Dipersoalkan, Pedagang Soroti Tarif hingga Dasar Penetapan
Pemuda Depresi Naik Menara BTS di Cilacap, Tim SAR Bujuk Pakai Rokok dan Makanan
Sehari Usai Disidak, Pabrik Bata Ringan di Banyumas Kembali Produksi
Rafas, Atlet Cilik Banjarnegara Bidik Timnas Usai Sabet Emas Tenis POPDA Jateng

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Belasan Peserta Titip Ternak Klaim Rugi Rp1,7 Miliar, Kasus PT SPI Dilaporkan ke Polisi

Senin, 28 September 2026 - 17:20 WIB

Wali Kota Pekalongan di Mayors Talk Bogor: Kota Tangguh Bermula dari Integritas Moral Pemimpin

Sabtu, 26 September 2026 - 18:39 WIB

Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal

Jumat, 18 September 2026 - 07:34 WIB

SPTI Tolak Demo di KEK Kendal: Jangan Ganggu Investasi dan Rezeki Warga

Selasa, 15 September 2026 - 06:10 WIB

Sewa Kios Pasar Mukti Makmur Cilacap Dipersoalkan, Pedagang Soroti Tarif hingga Dasar Penetapan

Berita Terbaru