Warga Bekasi Ditemukan Tewas di Hotel Batang, Polisi Duga Serangan Jantung

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 11:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Polisi mengevakuasi korban meninggal dunia di Hotel Reddoorz Kabupaten Batang, Rabu (29/4/2029). Foto : Istimewa

Polisi mengevakuasi korban meninggal dunia di Hotel Reddoorz Kabupaten Batang, Rabu (29/4/2029). Foto : Istimewa

BATANG, KANALPLUS.ID — Seorang pria asal Bekasi ditemukan meninggal dunia di area Hotel RedDoorz Tegalsari, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Rabu 29 April 2029. Korban diketahui bernama Jhon Pieter Priyadi Situmorang (46), seorang wiraswasta.

Penemuan jasad korban pertama kali dilaporkan sekitar pukul 07.15 WIB di depan kamar hotel yang berada di jalur Pantura Kandeman–Tulis, Desa Tegalsari. Saat ditemukan, korban dalam posisi telentang dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Petugas piket SPKT Polsek Tulis bersama Polsubsektor Kandeman dan tim Patroli Samapta Polres Batang langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga sekitar pukul 08.05 WIB. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Batang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Batang, Iptu Albertus Sudaryono, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Baca Juga :  Ironi Rumah Subsidi Batang: Dekat Kawasan Industri, Gringsing Justru Tertinggal dari Bandar

“Dari hasil pemeriksaan dokter, korban tidak ditemukan adanya tanda kekerasan. Diduga kuat korban meninggal akibat serangan jantung,” ujar Iptu Albertus.

Ia menambahkan, dari keterangan saksi dan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi dan gangguan jantung yang sudah lama dideritanya.

Peristiwa ini bermula ketika korban bersama sekitar 15 rekannya berangkat dari Bekasi menuju Semarang dan Yogyakarta pada Selasa sore sebelumnya untuk keperluan pekerjaan.

Rombongan satu keluarga tersebut tiba di wilayah Kabupaten Batang sekitar pukul 22.30 WIB dan selanjutnya memutuskan untuk beristirahat di hotel tersebut dengan check-in sekitar pukul 22.45 WIB.

Namun, setibanya di hotel, korban mengeluhkan tidak bisa tidur. Rekan-rekannya sempat menyarankan agar korban beristirahat. Keesokan paginya, sekitar pukul 07.00 WIB, rombongan bersiap melanjutkan perjalanan dan hendak check-out.

Korban diketahui lebih dahulu keluar kamar dan menunggu di area lobi lantai tiga. Namun, tak lama kemudian salah satu rekannya mendapati korban sudah tergeletak di bawah dalam kondisi telentang.

Baca Juga :  Dari Desa di Batang, Perpustakaan Ini Bersaing Jadi yang Terbaik di Jawa Tengah

Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada pihak hotel dan diteruskan ke kepolisian.

Dalam olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya sepasang sandal hitam, satu bungkus rokok beserta empat batang rokok, serta sebuah tas punggung.

Hasil pemeriksaan dokter RSUD Batang menyebutkan korban telah meninggal sekitar 3 hingga 5 jam sebelum ditemukan. Selain itu, ditemukan tanda lebam mayat dan korban juga sempat mengeluarkan urine, yang menguatkan dugaan kematian akibat gangguan jantung.

Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Kasus ini tidak mengarah pada tindak pidana. Kami sudah melakukan prosedur penanganan mulai dari olah TKP hingga penyerahan jenazah ke keluarga,” tutup Iptu Albertus.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan
Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado
Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir
Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji
Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta
BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang
Kejari Batang Musnahkan Ratusan Barang Bukti dan Ajak Pelajar-Santri Deklarasi Perundungan
Kurangi Biaya Operasional Melaut, Puluhan Nelayan Roban Barat Batang Dilatih Perbaiki Mesin Perahu

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta

Berita Terbaru

Kesibukan kru dalam produksi film di sebuah studio besar. Foto: Ilustrasi AI

Hiburan

10 Pusat Produksi Film Terbesar Dunia

Selasa, 27 Okt 2026 - 06:10 WIB