PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Video kerumunan warga yang disebut-sebut menggerebek dua remaja di Desa Notogiwang, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, viral di media sosial. Namun di balik narasi dugaan perbuatan asusila yang beredar, seorang remaja laki-laki berinisial DJ (16) kini justru melaporkan dugaan pengeroyokan yang membuatnya harus menjalani perawatan di RSUD Kajen.
Polisi menegaskan belum menyimpulkan dugaan perbuatan asusila sebagaimana narasi yang ramai beredar di Instagram. Seluruh rangkaian kejadian, termasuk dugaan kekerasan terhadap remaja tersebut, masih dalam proses pendalaman.
Kapolsek Paninggaran AKP Bambang Tunggono mengatakan pihaknya telah menerima laporan pengaduan dari DJ terkait dugaan pengeroyokan yang terjadi pada Rabu malam, 1 Juli 2026.
“Untuk dugaan tindak asusila, kami belum dapat menyimpulkan karena masih dilakukan pendalaman. Kami juga menerima laporan terkait dugaan pengeroyokan dan seluruhnya akan kami dalami,” kata Bambang, Jumat (3/7/2026).
Video berdurasi sekitar 50 detik yang beredar memperlihatkan kerumunan warga setelah terjadi penggerebekan di salah satu rumah warga. Dalam unggahan yang menyertai video, dua remaja disebut diduga melakukan perbuatan asusila di rumah yang saat itu dalam kondisi sepi.
Kecurigaan warga kemudian berujung pada penggerebekan. Situasi di lokasi dilaporkan memanas hingga remaja laki-laki tersebut diduga menjadi sasaran kekerasan.
Berdasarkan laporan awal yang diterima kepolisian, DJ mengaku datang ke rumah teman perempuannya berinisial FF (17). Ia mengaku berniat meminta bantuan untuk mengambil senapan angin miliknya yang berada di rumah temannya tersebut.
Saat menunggu di ruang tamu, beberapa orang datang ke lokasi. Terjadi cekcok sebelum DJ mengaku dipukul oleh salah seorang terduga pelaku.
Kekerasan disebut tidak berhenti di lokasi rumah. Korban mengaku kembali mengalami pemukulan ketika berada di balai desa, sebelum akhirnya diamankan petugas kepolisian.
Akibat peristiwa itu, DJ mengalami luka memar di bagian kepala. Ia sempat dibawa ke Puskesmas Paninggaran, sebelum dirujuk ke RSUD Kajen untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Kepala Desa Notogiwang Agus Purwanto membenarkan adanya peristiwa penggerebekan yang kini ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, ia menyatakan penanganan kasus tersebut sepenuhnya telah diserahkan kepada kepolisian.
Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa.
Sejumlah pihak yang diduga mengetahui kejadian tersebut juga dijadwalkan dimintai keterangan. Polisi meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan isi video maupun narasi yang tersebar di media sosial.
Kasus dugaan asusila dan dugaan pengeroyokan tersebut masih didalami untuk memastikan rangkaian peristiwa yang sebenarnya serta pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













