Viral Disebut Digerebek karena Asusila, Remaja 16 Tahun Justru Laporkan Dugaan Pengeroyokan di Pekalongan

- Jurnalis

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Korban masih mendapatkan perawatan pasca peristiwa dugaan pengeroyokan yang terjadi di Desa Notogiwang, Jumat (3/7/26). Foto : Istimewa

Korban masih mendapatkan perawatan pasca peristiwa dugaan pengeroyokan yang terjadi di Desa Notogiwang, Jumat (3/7/26). Foto : Istimewa

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Video kerumunan warga yang disebut-sebut menggerebek dua remaja di Desa Notogiwang, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, viral di media sosial. Namun di balik narasi dugaan perbuatan asusila yang beredar, seorang remaja laki-laki berinisial DJ (16) kini justru melaporkan dugaan pengeroyokan yang membuatnya harus menjalani perawatan di RSUD Kajen.

Polisi menegaskan belum menyimpulkan dugaan perbuatan asusila sebagaimana narasi yang ramai beredar di Instagram. Seluruh rangkaian kejadian, termasuk dugaan kekerasan terhadap remaja tersebut, masih dalam proses pendalaman.

Kapolsek Paninggaran AKP Bambang Tunggono mengatakan pihaknya telah menerima laporan pengaduan dari DJ terkait dugaan pengeroyokan yang terjadi pada Rabu malam, 1 Juli 2026.

“Untuk dugaan tindak asusila, kami belum dapat menyimpulkan karena masih dilakukan pendalaman. Kami juga menerima laporan terkait dugaan pengeroyokan dan seluruhnya akan kami dalami,” kata Bambang, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga :  Buka Isolasi Antar Desa, TNI Kebut Bangun 317 Jembatan di Jateng-DIY

Video berdurasi sekitar 50 detik yang beredar memperlihatkan kerumunan warga setelah terjadi penggerebekan di salah satu rumah warga. Dalam unggahan yang menyertai video, dua remaja disebut diduga melakukan perbuatan asusila di rumah yang saat itu dalam kondisi sepi.

Kecurigaan warga kemudian berujung pada penggerebekan. Situasi di lokasi dilaporkan memanas hingga remaja laki-laki tersebut diduga menjadi sasaran kekerasan.

Berdasarkan laporan awal yang diterima kepolisian, DJ mengaku datang ke rumah teman perempuannya berinisial FF (17). Ia mengaku berniat meminta bantuan untuk mengambil senapan angin miliknya yang berada di rumah temannya tersebut.

Saat menunggu di ruang tamu, beberapa orang datang ke lokasi. Terjadi cekcok sebelum DJ mengaku dipukul oleh salah seorang terduga pelaku.

Kekerasan disebut tidak berhenti di lokasi rumah. Korban mengaku kembali mengalami pemukulan ketika berada di balai desa, sebelum akhirnya diamankan petugas kepolisian.

Baca Juga :  Ketua DPRD Pekalongan Akui Disiplin Anggota Dewan Masih Bermasalah, Targetkan Paripurna Tak Lagi Banyak Kursi Kosong

Akibat peristiwa itu, DJ mengalami luka memar di bagian kepala. Ia sempat dibawa ke Puskesmas Paninggaran, sebelum dirujuk ke RSUD Kajen untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kepala Desa Notogiwang Agus Purwanto membenarkan adanya peristiwa penggerebekan yang kini ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, ia menyatakan penanganan kasus tersebut sepenuhnya telah diserahkan kepada kepolisian.

Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa.

Sejumlah pihak yang diduga mengetahui kejadian tersebut juga dijadwalkan dimintai keterangan. Polisi meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan isi video maupun narasi yang tersebar di media sosial.

Kasus dugaan asusila dan dugaan pengeroyokan tersebut masih didalami untuk memastikan rangkaian peristiwa yang sebenarnya serta pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Pekalongan Soroti Kasus Dugaan Mesum Kepsek dan Guru, Minta Proses Sesuai Aturan
Jalan Mulus Depan Kantor Bupati Pekalongan Diaspal Ulang dengan Anggaran Rp755 Juta, Warga Mrepet Begini
Kasus Video Tak Senonoh Oknum Kepala Sekolah dan Guru di Pekalongan Tunggu Sanksi Berat
Pohon Pinus Tumbang Timpa Kabel Listrik, Nyaris Picu Kebakaran Hutan Petungkriyono
Buruh Serabutan di Pekalongan Disurati DJP soal Data Pembelian Rp1,7 Miliar, Pihak Desa Telusuri Kebenarannya
Kepala SD Negeri di Pekalongan Dicopot Usai Terbukti Mesum dengan Guru di Sekolah
Utang Pasangan Lansia Dayat-Darmi di Pekalongan Mulai Tuntas, Pinjaman Mekar dan BTPN Dilunasi
Pemkab Pekalongan Pastikan Utang Pasangan Lansia Dayat-Darmi Diselesaikan Kekeluargaan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:50 WIB

DPRD Pekalongan Soroti Kasus Dugaan Mesum Kepsek dan Guru, Minta Proses Sesuai Aturan

Senin, 7 September 2026 - 15:41 WIB

Jalan Mulus Depan Kantor Bupati Pekalongan Diaspal Ulang dengan Anggaran Rp755 Juta, Warga Mrepet Begini

Senin, 7 September 2026 - 11:29 WIB

Kasus Video Tak Senonoh Oknum Kepala Sekolah dan Guru di Pekalongan Tunggu Sanksi Berat

Sabtu, 5 September 2026 - 09:30 WIB

Pohon Pinus Tumbang Timpa Kabel Listrik, Nyaris Picu Kebakaran Hutan Petungkriyono

Sabtu, 5 September 2026 - 08:57 WIB

Buruh Serabutan di Pekalongan Disurati DJP soal Data Pembelian Rp1,7 Miliar, Pihak Desa Telusuri Kebenarannya

Berita Terbaru

Polisi menunjukkan bagian belakang Po Bus Tunas Muda yang terbakar di KM 350 Tol Semarang - Batang, Minggu (13/9/26) pagi. Foto: Istimewa & Ilustrasi AI

Batang

Bus Tunas Muda Terbakar di Tol Batang, 15 Penumpang Selamat

Minggu, 13 Sep 2026 - 07:50 WIB

Lansia yang bekerja sebagai petani di Batang dilaporkan tewas tertemper kereta api saat berjalan di rel Desa Ponowareng, Sabtu (12/9/26). Foto: Istimewa & AI

Peristiwa

Berjalan di Rel, Lansia di Batang Tewas Tertemper KA Kaligung

Minggu, 13 Sep 2026 - 06:49 WIB