Buka Isolasi Antar Desa, TNI Kebut Bangun 317 Jembatan di Jateng-DIY

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

TNI mengebut pembangunan 317 jembatan gantung Garuda Merah Putih di Jateng dan DIY untuk membuka isolasi di wilayah pedesaan, Kamis (23/7/26).

TNI mengebut pembangunan 317 jembatan gantung Garuda Merah Putih di Jateng dan DIY untuk membuka isolasi di wilayah pedesaan, Kamis (23/7/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – TNI Angkatan Darat tengah menggeber pembangunan 317 jembatan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai upaya membuka keterisolasian wilayah yang selama ini terputus akibat sungai maupun bencana alam. Program tersebut tidak hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi juga memulihkan akses ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kehidupan sosial masyarakat.

Hal itu disampaikan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin saat meresmikan 53 Jembatan Garuda Merah Putih secara serentak yang dipusatkan di Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Rabu (22/7/2026).

Menurut Achiruddin, pembangunan jembatan merupakan bagian dari program strategis nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk menghubungkan kembali desa-desa yang selama ini terisolasi.

“Saat ini kami sedang melaksanakan pembangunan 317 jembatan di seluruh wilayah Jawa Tengah dan DIY. Semuanya diprioritaskan untuk daerah-daerah yang memang sangat membutuhkan akses penghubung,” katanya.

Program tersebut terdiri dari 156 jembatan gantung, 109 jembatan beton, 36 jembatan aramco untuk wilayah terdampak bencana serta dua jembatan Bailey.

Baca Juga :  Batang Masuk Top 10 IDSD Jateng Bukan karena Skor Tertinggi, Lalu Apa?

Dari total itu, lebih dari seratus jembatan telah selesai dibangun. Pada hari yang sama, sebanyak 53 jembatan diresmikan secara serentak, termasuk Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Galangpengampon.

Achiruddin menjelaskan, pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih bermula dari kondisi jembatan lama yang putus diterjang banjir hingga membuat warga Dukuh Galang Wolu dan Dukuh Sibetok terisolasi.

Akibatnya, aktivitas masyarakat menuju sekolah, layanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi terganggu karena akses utama terputus.

“Atas usulan masyarakat, kami bersama Kodim membangun kembali jembatan ini melalui gotong royong. Tujuannya hanya satu, membantu mengatasi kesulitan masyarakat,” ujarnya.

Jembatan gantung sepanjang 60 meter dengan lebar 1,2 meter itu kini kembali menjadi penghubung utama kedua dukuh yang dipisahkan Sungai Sengkarang.

Meski Pulau Jawa dikenal sebagai kawasan dengan pembangunan yang relatif maju, Achiruddin mengaku masih menemukan sejumlah wilayah yang aksesnya terputus karena belum memiliki jembatan.

Baca Juga :  Suku-Suku yang Masih Memilih Terisolasi dari Peradaban

Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Kalau masih ada kampung di Pulau Jawa yang tidak bisa terkoneksi hanya karena sungai atau akibat bencana, itu sesuatu yang miris. Semua kampung yang terisolasi harus kita sambungkan,” tegasnya.

Ia menilai keberadaan jembatan memiliki dampak yang jauh lebih besar dibanding sekadar mempersingkat perjalanan. Infrastruktur tersebut menjadi penghubung aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan hingga menjaga hubungan sosial masyarakat.

Selain pembangunan jembatan, Achiruddin menyebut TNI juga menjalankan berbagai program lain seperti pembangunan sumur bor di daerah kekeringan, pemasangan pompa hidram untuk pertanian hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni.

Ia menegaskan seluruh program tersebut dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Kami bekerja dengan tulus dan ikhlas. Tidak ada niat mencari imbalan. Semua ini merupakan kewajiban TNI untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” terangnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswi Pekalongan Ciptakan Motif Batik Karhutla Kalimantan sebagai Media Kritik dan Pesan Moral
Suku-Suku yang Masih Memilih Terisolasi dari Peradaban
Kisah Zaenal Mutaqin, Gen Z Kota Pekalongan yang Pilih Jadi Petani Karena Keren
Lima Tahun Sawah Mati Diterjang Rob, Ahmad Sinang Kembali Bertani dan Kini Bisa Tersenyum
Cerita Panjang Kain Merah Putih di Kayugeritan Pekalongan Menyusut tapi Semangat Pemuda Tak Ikut Surut Meramaikan Hari Kemerdekaan
Angkat Jadi Anak Asuh, Kapolres Ungkap Kronologi Temuan Bayi di Pinggir Jalan Terminal Pekalongan
Ribuan Warga Bantarbolang Pemalang Padati Jalan Provinsi Antar Kepala Desa ke Makam, Sosok Sukandar Tinggalkan Jejak di Hati Masyarakat
Hampir 35 Tahun Menghidupkan Koperasi, Prof Ahmad Subagyo Akhirnya Dipilih Jadi Tokoh Perkoperasian Jawa Tengah

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:35 WIB

Mahasiswi Pekalongan Ciptakan Motif Batik Karhutla Kalimantan sebagai Media Kritik dan Pesan Moral

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:10 WIB

Suku-Suku yang Masih Memilih Terisolasi dari Peradaban

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:53 WIB

Kisah Zaenal Mutaqin, Gen Z Kota Pekalongan yang Pilih Jadi Petani Karena Keren

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Lima Tahun Sawah Mati Diterjang Rob, Ahmad Sinang Kembali Bertani dan Kini Bisa Tersenyum

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Cerita Panjang Kain Merah Putih di Kayugeritan Pekalongan Menyusut tapi Semangat Pemuda Tak Ikut Surut Meramaikan Hari Kemerdekaan

Berita Terbaru

Kesibukan kru dalam produksi film di sebuah studio besar. Foto: Ilustrasi AI

Hiburan

10 Pusat Produksi Film Terbesar Dunia

Selasa, 27 Okt 2026 - 06:10 WIB