PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – TNI Angkatan Darat tengah menggeber pembangunan 317 jembatan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai upaya membuka keterisolasian wilayah yang selama ini terputus akibat sungai maupun bencana alam. Program tersebut tidak hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi juga memulihkan akses ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kehidupan sosial masyarakat.
Hal itu disampaikan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin saat meresmikan 53 Jembatan Garuda Merah Putih secara serentak yang dipusatkan di Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Rabu (22/7/2026).
Menurut Achiruddin, pembangunan jembatan merupakan bagian dari program strategis nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk menghubungkan kembali desa-desa yang selama ini terisolasi.
“Saat ini kami sedang melaksanakan pembangunan 317 jembatan di seluruh wilayah Jawa Tengah dan DIY. Semuanya diprioritaskan untuk daerah-daerah yang memang sangat membutuhkan akses penghubung,” katanya.
Program tersebut terdiri dari 156 jembatan gantung, 109 jembatan beton, 36 jembatan aramco untuk wilayah terdampak bencana serta dua jembatan Bailey.
Dari total itu, lebih dari seratus jembatan telah selesai dibangun. Pada hari yang sama, sebanyak 53 jembatan diresmikan secara serentak, termasuk Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Galangpengampon.
Achiruddin menjelaskan, pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih bermula dari kondisi jembatan lama yang putus diterjang banjir hingga membuat warga Dukuh Galang Wolu dan Dukuh Sibetok terisolasi.
Akibatnya, aktivitas masyarakat menuju sekolah, layanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi terganggu karena akses utama terputus.
“Atas usulan masyarakat, kami bersama Kodim membangun kembali jembatan ini melalui gotong royong. Tujuannya hanya satu, membantu mengatasi kesulitan masyarakat,” ujarnya.
Jembatan gantung sepanjang 60 meter dengan lebar 1,2 meter itu kini kembali menjadi penghubung utama kedua dukuh yang dipisahkan Sungai Sengkarang.
Meski Pulau Jawa dikenal sebagai kawasan dengan pembangunan yang relatif maju, Achiruddin mengaku masih menemukan sejumlah wilayah yang aksesnya terputus karena belum memiliki jembatan.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
“Kalau masih ada kampung di Pulau Jawa yang tidak bisa terkoneksi hanya karena sungai atau akibat bencana, itu sesuatu yang miris. Semua kampung yang terisolasi harus kita sambungkan,” tegasnya.
Ia menilai keberadaan jembatan memiliki dampak yang jauh lebih besar dibanding sekadar mempersingkat perjalanan. Infrastruktur tersebut menjadi penghubung aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan hingga menjaga hubungan sosial masyarakat.
Selain pembangunan jembatan, Achiruddin menyebut TNI juga menjalankan berbagai program lain seperti pembangunan sumur bor di daerah kekeringan, pemasangan pompa hidram untuk pertanian hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni.
Ia menegaskan seluruh program tersebut dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Kami bekerja dengan tulus dan ikhlas. Tidak ada niat mencari imbalan. Semua ini merupakan kewajiban TNI untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” terangnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












