Tewas Terlindas Kereta Api, Warga Batang Ini Diduga Sengaja Tiduran di Rel

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 18:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Anggota Polsek Kandeman dan petugas KAI tiba di lokasi kejadian warga setempat yang tewas terlindas kereta api di jalur KM 76+800 Desa Tegalsari, Senin (27/4/26).

Anggota Polsek Kandeman dan petugas KAI tiba di lokasi kejadian warga setempat yang tewas terlindas kereta api di jalur KM 76+800 Desa Tegalsari, Senin (27/4/26).

BATANG, KANALPLUS.ID – Seorang kakek yang diduga petani setempat tewas mengenaskan setelah terlindas roda kereta api penumpang Blambangan Ekspres relasi Banyuwangi–Pasar Senen, Jakarta, di wilayah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (27/4/2026) pagi.

Peristiwa tragis itu terjadi di jalur hilir KM 76+800, tepatnya di Dukuh Punggangan, Desa Tegalsari, Kecamatan Kandeman. korban diketahui bernama Wasukir (59), warga Dukuh Dampyak, Desa Depok, Kecamatan Kandeman. Saat kejadian, korban diduga sengaja tiduran di tengah rel kereta api.

Masinis KA Blambangan Ekspres, Yoga Alfian, melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Stasiun Ujungnegoro setelah kereta yang dikemudikannya menabrak seseorang di lintasan antara Tegalsari–Batang.

Petugas stasiun kemudian meneruskan laporan ke Polsek Tulis. Aparat kepolisian bersama petugas terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Dari hasil identifikasi, korban mengenakan baju batik hitam dan sarung kotak-kotak, serta membawa lampu senter kepala. Namun, kondisi jasad korban sangat mengenaskan,” ungkap Humas Polres Batang, Ipda Sri Widadi kepada wartawan.

Baca Juga :  50 Desa Rawan Kekeringan di Batang Disiagakan Pompa Air, Tujuh Kecamatan Masuk Zona Paling Rentan

Ia menjelaskan korban mengalami luka berat berupa kepala hancur hingga tidak dapat dikenali, kedua kaki hancur serta kedua pergelangan tangan putus akibat benturan keras dengan kereta.

“Kami menduga kuat peristiwa ini merupakan aksi bunuh diri, mengingat posisi korban yang berada tepat di tengah jalur rel saat kereta melintas,” katanya.

Sejumlah informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan korban diduga mengalami tekanan hidup, termasuk gagal panen dan persoalan pupuk subsidi. Namun, dugaan tersebut masih bersifat spekulatif dan belum dapat dipastikan secara resmi oleh pihak berwenang.

Sementara itu, pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang membenarkan adanya kejadian tersebut.

Dalam keterangan resminya, KAI menyebut KA Blambangan Ekspres sempat dilakukan pemeriksaan sarana di Stasiun Pekalongan pascakejadian.

Baca Juga :  Libur Sekolah Picu Lonjakan Penumpang Kereta di Pekalongan, Lebih dari 9 Ribu Tiket Sudah Ludes Terjual

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), KA Blambangan Ekspres kembali melanjutkan perjalanan,” ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif.

Meski sempat terdampak, perjalanan kereta dapat kembali normal setelah dipastikan tidak ada kerusakan pada sarana maupun gangguan keterlambatan perjalanan kereta.

KAI Daop 4 Semarang menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut sekaligus mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel kereta api.

Larangan tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, khususnya Pasal 181 ayat (1), yang melarang setiap orang berada di ruang manfaat jalur kereta api atau melakukan aktivitas lain di atas rel selain untuk kepentingan operasional kereta.

“Kami sudah kerap memberikan imbauan dan peringatan terkait keselamatan sebagai upaya mencegah untuk menekan angka kecelakaan di perlintasan maupun jalur rel,” tambahnya.

 

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026
23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah
RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun
1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan
Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Batang Bisa Ajukan Perubahan
74 SPPG di Batang Bentuk Paguyuban, Seragamkan Standar Menu MBG
Jembatan Sempit Jadi Biang Macet Jalur Alternatif Menuju KITB, Pelebaran Diusulkan 2027

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 10:02 WIB

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan

Selasa, 8 September 2026 - 06:35 WIB

Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB