KOTA TEGAL, KANALPLUS.ID – Tegal Education Fair (TEF) 2026 tidak hanya menjadi ajang perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), tetapi juga terbukti mampu menggerakkan partisipasi masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal. Selama tiga hari pelaksanaan, 1–3 Mei 2026, kawasan pusat kota dipadati pelajar, guru, hingga masyarakat umum.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menilai tingginya antusiasme publik menjadi sinyal kuat bahwa kegiatan berbasis pendidikan dapat dikemas menarik dan berdampak luas.
“Ini bukan sekadar hiburan, tetapi ruang refleksi untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus melihat potensi dan bakat siswa,” ujarnya saat penutupan acara di Jalan Pancasila, Minggu (3/5/2026) malam.
Menurutnya, TEF memiliki efek berantai yang tidak hanya dirasakan sektor pendidikan, tetapi juga ekonomi masyarakat. Keramaian pengunjung selama acara berlangsung turut menghidupkan aktivitas pelaku usaha di sekitar lokasi.
“Selain memeriahkan Hardiknas, kegiatan ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Tegal,” tambahnya.
Melihat dampak tersebut, Pemerintah Kota Tegal berencana menjadikan TEF sebagai agenda tahunan dengan konsep yang lebih besar dan inovatif.
Keberhasilan TEF 2026 tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, hingga dukungan dunia usaha. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Dewi Umaroh, menyebut sinergi tersebut menjadi kekuatan utama penyelenggaraan acara.
Ia secara khusus mengapresiasi dukungan Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Tegal yang konsisten berkolaborasi sejak 2024.
“Kegiatan ini bisa berjalan meriah karena dukungan semua pihak, termasuk masyarakat yang hadir dan ikut meramaikan,” ujarnya.
Rangkaian acara TEF tahun ini tidak hanya terpusat di Jalan Pancasila, tetapi juga meluas melalui kegiatan Edu Night Carnival di Jalan Ahmad Yani, yang semakin memperkuat daya tarik acara.
Selain pameran pendidikan, TEF 2026 juga menjadi panggung bagi siswa-siswi untuk menunjukkan bakat dan prestasi. Berbagai penampilan seni hingga kompetisi pendidikan digelar, dengan puncaknya penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba pada malam penutupan.
Wali Kota berharap, ke depan TEF tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi berkembang sebagai ekosistem yang mampu mendorong kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
“Kita ingin kegiatan ini terus berkembang, lebih besar, dan memberi manfaat nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat,” tegasnya.
Dengan capaian tahun ini, TEF 2026 tidak hanya sukses sebagai event pendidikan, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kolaborasi dan inovasi mampu menghadirkan dampak ganda: peningkatan kualitas SDM sekaligus penguatan ekonomi lokal.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













