KANAL TEGAL — Musim kemarau yang berkepanjangan mulai berdampak pada pasokan air bersih di sejumlah wilayah Kota Tegal. Pemerintah Kota Tegal mencatat 29.085 jiwa atau 10.882 kepala keluarga (KK) kini terdampak kekeringan yang tersebar di 22 kelurahan.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, Pemkot Tegal melalui BPBD mulai mendistribusikan bantuan air bersih. Sebanyak 41 tangki atau 205 ribu liter air disiapkan untuk warga terdampak.
Distribusi secara simbolis dilakukan di halaman Masjid At-Taqwa, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Senin (7/9/2026).
Bantuan tersebut berasal dari dua sumber. Sebanyak 30 tangki disalurkan melalui program CSR PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Region VII/Jawa 2, sedangkan 11 tangki lainnya berasal dari Perumda Air Minum Tirta Bahari Kota Tegal.
Wali Kota Tegal mengatakan kekurangan air tidak terjadi di seluruh wilayah secara merata. Namun, hampir setiap kelurahan memiliki titik yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Bukan semuanya, tapi hampir merata di seluruh kelurahan ada titik-titik yang sebagian terdampak kekurangan air. Makanya kita suplai,” katanya.
Menurut dia, distribusi air bersih tidak berhenti pada bantuan kali ini. Pemkot berencana melakukan penyaluran secara rutin hingga November 2026, dengan menyesuaikan perkembangan musim kemarau dan kebutuhan warga.
“Kegiatan ini akan rutin sampai bulan 11,” ujarnya.
Wali Kota meminta camat dan lurah memastikan pendataan warga terdampak dilakukan dengan baik sehingga bantuan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu.
“Pastikan semua warga mendapatkan haknya secara adil,” tegasnya.
Selain air bersih, Pemkot Tegal juga menyalurkan 100 paket sembako kepada masyarakat terdampak kekeringan.
Bantuan tersebut berasal dari sejumlah lembaga. PMI Kota Tegal menyumbangkan 300 kilogram beras, Dinas Sosial Kota Tegal menyediakan 100 paket makanan siap saji, sedangkan BAZNAS Kota Tegal memberikan 400 bungkus mi instan.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tegal, Lis Didik Saeroso, mengatakan jumlah warga terdampak diperoleh dari hasil pendataan dan koordinasi dengan pemangku wilayah.
Ia menyebut dampak kekeringan saat ini tersebar di 22 kelurahan. Di tengah kondisi kering tersebut, Pemkot Tegal juga mengingatkan masyarakat terhadap ancaman lain yang meningkat selama musim kemarau, yakni kebakaran.
Lahan kering dan vegetasi seperti alang-alang dinilai mudah terbakar. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila terjadi kebakaran.
“Ketika hal itu terjadi, perangkat kelurahan, RW, RT dan seluruh masyarakat bisa menghubungi Pusat Pemadam Kebakaran di Kota Tegal sehingga hal ini bisa ditanggulangi dengan baik,” terang Wali Kota.
BPBD bersama perangkat daerah terkait akan terus memantau kondisi cuaca dan ketersediaan air untuk menentukan kebutuhan distribusi berikutnya selama musim kemarau.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












