Satgas Konservasi Alam Terbentuk, Jaga Ekosistem dan Keragaman Hayati Hutan di Batang

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

PT Bhimasena Power Indonesia mendukung terbentuknya 20 Satgas Konservasi Alam yang menjaga ekosistem hutan dan keanekaragaman hayati di Kabupaten Batang, Rabu (15/7/26). Foto : Istimewa

PT Bhimasena Power Indonesia mendukung terbentuknya 20 Satgas Konservasi Alam yang menjaga ekosistem hutan dan keanekaragaman hayati di Kabupaten Batang, Rabu (15/7/26). Foto : Istimewa

BATANG, KANALPLUS.ID – Upaya menjaga kelestarian hutan di Kabupaten Batang kini tak lagi hanya mengandalkan petugas kehutanan. Sebanyak 20 warga dari berbagai komunitas lingkungan dan perwakilan perusahaan digembleng menjadi kader konservasi yang nantinya diproyeksikan menjadi garda terdepan menjaga ekosistem hutan dan keanekaragaman hayati.

Program Pendidikan dan Pelatihan Teknis Pembentukan Kader Konservasi Alam Tingkat Pemula itu digelar Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan PT Bhimasena Power Indonesia (BPI).

Pelatihan berlangsung selama tiga hari, 13–15 Juli 2026, di Sedawung Hills, Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.

Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari pegiat lingkungan Desa Tombo, komunitas pecinta burung Desa Pacet, hingga karyawan PT Bhimasena Power Indonesia.

Kepala CDK Wilayah IV DLHK Jawa Tengah, Gunawan, mengatakan pembentukan kader konservasi di tingkat masyarakat menjadi langkah penting agar upaya pelestarian hutan tidak hanya bertumpu pada pemerintah.

Baca Juga :  Regenerasi Petinju Muda Jadi Fokus Baru Pertina Batang, Target Medali Emas Porprov Dipatok

“Konservasi alam tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Masyarakat harus menjadi pelaku utama di lapangan. Karena itu peserta dibekali pengetahuan mulai dari kehutanan, ekologi hingga praktik identifikasi flora dan fauna agar nantinya mampu menjadi pionir pelestarian hutan di Batang,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi di dalam kelas. Mereka juga diajak mengenali kondisi ekosistem secara langsung melalui praktik lapangan di kawasan hutan Desa Tombo.

Materi yang diberikan melibatkan berbagai instansi, mulai dari DLHK Jawa Tengah, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang, Perhutani KPH Pekalongan Timur, BPBD Kabupaten Batang hingga tim KPA Haliaster Departemen Biologi Universitas Diponegoro.

General Manager Stakeholder Relation PT Bhimasena Power Indonesia, Aryamir H. Sulasmoro, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam program tersebut merupakan bagian dari komitmen menjaga kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Menurutnya, pelestarian alam akan lebih efektif jika dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, perusahaan dan masyarakat.

Baca Juga :  Dari Panggung Teater, Siswa SD di Batang Belajar Percaya Diri dan Jujur Sejak Dini

“Melalui pelatihan ini kami berharap muncul kader-kader konservasi yang mampu melahirkan berbagai inisiatif pelestarian lingkungan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di Kabupaten Batang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Tombo, Mustajab, berharap keberadaan kader konservasi dapat menjadi modal bagi desanya dalam menjaga kawasan hutan sekaligus mengembangkan potensi wisata alam secara berkelanjutan.

Ia menilai ilmu yang diperoleh peserta selama pelatihan akan menjadi bekal penting untuk memperkuat pengelolaan kawasan hutan berbasis masyarakat.

“Kami berharap Desa Tombo ke depan dapat berkembang menjadi desa konservasi yang mampu menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi wisata secara bijak,” ujarnya.

Usai mengikuti pelatihan, seluruh peserta akan memperoleh sertifikat kader konservasi tingkat pemula dan diharapkan menjadi penggerak pelestarian lingkungan di wilayah masing-masing, mulai dari edukasi masyarakat hingga pemantauan flora dan fauna di kawasan hutan Batang.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026
23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah
RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun
1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan
Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Batang Bisa Ajukan Perubahan
74 SPPG di Batang Bentuk Paguyuban, Seragamkan Standar Menu MBG
Jembatan Sempit Jadi Biang Macet Jalur Alternatif Menuju KITB, Pelebaran Diusulkan 2027

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 10:02 WIB

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan

Selasa, 8 September 2026 - 06:35 WIB

Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB