Praperadilan AHF Ditolak Hakim, Massa Pendukung Korban Sambut Gembira dan Sempat Kepung Pengacara Tersangka Hingga Diungsikan Polisi

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 11:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Suasana luar sidang sempat memanas setelah ratusan massa pendukung santri korban merengsek mendekati kuasa hukum AHF yang terpaksa diungsikan polisi masuk ke dalam Gedung PN Pekalongan, Selasa (1/9/26).

Suasana luar sidang sempat memanas setelah ratusan massa pendukung santri korban merengsek mendekati kuasa hukum AHF yang terpaksa diungsikan polisi masuk ke dalam Gedung PN Pekalongan, Selasa (1/9/26).

KANAL HUKUM — Putusan penolakan seluruh permohonan praperadilan Abdul Halim Fadlun (AHF), pimpinan Padepokan Padang Ati Simbangkulon, di Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan diwarnai situasi memanas di luar ruang sidang.

Ratusan massa yang berada di sekitar gedung pengadilan terus merengsek mendekati tim kuasa hukum AHF setelah sidang putusan selesai. Sejumlah hujatan dan kata-kata keras terdengar diarahkan kepada pihak AHF.

Situasi yang semakin panas membuat tim kuasa hukum AHF harus mendapat pengawalan aparat keamanan. Mereka kemudian dievakuasi masuk kembali ke dalam gedung PN Pekalongan untuk menghindari kerumunan dan menunggu situasi mereda.

Sebelum suasana memanaspra, kuasa hukum AHF, Arif NS, sempat memberikan tanggapan singkat mengenai putusan hakim dalam sidang.

“Saya menghormati putusan hakim, cukup ya,” kata Arif usai sidang, Selasa (1/9/2026).

Arif tidak memberikan keterangan lebih jauh terkait langkah hukum maupun sikap pihak AHF setelah permohonan praperadilan ditolak seluruhnya.

Baca Juga :  Saksi Ahli Praperadilan AHF di PN Pekalongan Sebut Penetapan Tersangka Harus Ditopang Bukti yang Sudah Ada Sebelumya

Sementara itu, kuasa hukum Polres Pekalongan Kota selaku Termohon, Kompol Akhwan Nadzirin, menyambut putusan tersebut. Menurutnya, putusan hakim memperkuat keyakinan pihaknya bahwa seluruh proses hukum terhadap AHF telah dijalankan sesuai ketentuan.

“Alhamdulillah bahwa saat ini sudah dilakukan putusan praperadilan dan saya rasa proses yang sudah dilakukan polisi sudah sesuai dengan KUHAP Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 dan juga Perkap Nomor 6 Tahun 2019,” ucap Akhwan kepada wartawan.

Menurut Akhwan, penyidik telah menjalankan tahapan penanganan perkara secara berurutan, mulai dari penyelidikan, penyidikan, penetapan tersangka, penangkapan hingga penahanan.

“Tahap demi tahap tentang penyelidikan, penyidikan, penetapan tersangka, penangkapan dan penahanan juga kami laksanakan semua dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemeriksaan praperadilan tidak masuk ke substansi perkara pokok.

“Memang seperti ini bahwa praperadilan itu tidak masuk materi pokok perkara dan sidangnya terbuka untuk umum,” terangnya.

Baca Juga :  Saksi Ahli Sidang Praperadilan AHF di PN Pekalongan Tegaskan Jika Penetapan Tersangka Tidak Sah, Penangkapan dan Penahanan Bisa Ikut Tidak Sah

Dengan putusan hakim yang menolak seluruh permohonan AHF, Akhwan menyatakan pihaknya bersyukur karena tindakan penyidik dinilai telah sesuai prosedur.

“Dengan putusan hakim sendiri, putusannya alhamdulillah karena kami sudah sesuai prosedur, maka praperadilan dari pemohon ditolak,” jelasnya.

Sebelumnya, dalam pertimbangan putusannya, hakim tunggal PN Pekalongan Ardhianti Prihastuti menyatakan penetapan AHF sebagai tersangka, penangkapan, dan penahanan terhadapnya telah dilakukan secara sah dan berdasarkan hukum.

Hakim menilai penyidik telah memiliki minimal dua alat bukti yang sah sebelum menetapkan AHF sebagai tersangka. Bahkan, dalam pertimbangannya disebutkan terdapat lebih dari dua alat bukti.

Hakim juga menilai prosedur penangkapan dan penahanan telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Atas seluruh pertimbangan tersebut, hakim kemudian menjatuhkan putusan menolak permohonan praperadilan AHF untuk seluruhnya.

Dengan putusan tersebut, proses hukum terhadap AHF dalam perkara pokoknya tetap berlanjut sesuai tahapan hukum yang berlaku.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Pembatik Muda Ini Hadirkan Green Batik, Pewarna Alam dan Desain untuk Generasi Baru
Dana Atlet Porprov Rp798 Juta Diduga Lari ke Pasar Saham, Bendahara Koni Kendal Dibui
Empat Pejabat Pekalongan ‘Dijemput’ KPK, Jejak Uang Proyek Outsourcing Mulai Dibedah
PN Pekalongan Vonis Terdakwa Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur Empat Tahun Penjara, Keluarga Korban Menangis Kecewa
Kisah Pilu Ibu di Pekalongan Perjuangkan Keadilan Bagi Putri Kecilnya Korban Dugaan Kejahatan Seksual Ayah Kandung
Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual Terhadap ART Anak di Bawah Umur, Dokter Gigi di Kota Pekalongan Divonis 9 Tahun Penjara
Sprint Rally di KEK Batang Dibatasi 135 Starter, Pemkab Buka Wacana Sirkuit Permanen
Jaksa Masuk Sekolah, Siswa di Batang Malah Kepo Gaji Aparat Penegak Hukum

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:33 WIB

Dua Pembatik Muda Ini Hadirkan Green Batik, Pewarna Alam dan Desain untuk Generasi Baru

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Dana Atlet Porprov Rp798 Juta Diduga Lari ke Pasar Saham, Bendahara Koni Kendal Dibui

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Empat Pejabat Pekalongan ‘Dijemput’ KPK, Jejak Uang Proyek Outsourcing Mulai Dibedah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:46 WIB

PN Pekalongan Vonis Terdakwa Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur Empat Tahun Penjara, Keluarga Korban Menangis Kecewa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Kisah Pilu Ibu di Pekalongan Perjuangkan Keadilan Bagi Putri Kecilnya Korban Dugaan Kejahatan Seksual Ayah Kandung

Berita Terbaru