Urus Paspor di Batang Kini Bisa Setiap Hari, Imigrasi Buka Kuota 50 Pemohon

- Jurnalis

Selasa, 3 November 2026 - 11:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Petugas melayani warga dalam pengurusan paspor di Beranda Imigrasi MPP Kabupaten Batang. Layanan yang sebelumnya hanya tersedia dua kali sepekan kini dibuka setiap hari kerja dengan kuota 50 pemohon per hari, Selasa (3/11/26). Foto: Ilustrasi AI

Petugas melayani warga dalam pengurusan paspor di Beranda Imigrasi MPP Kabupaten Batang. Layanan yang sebelumnya hanya tersedia dua kali sepekan kini dibuka setiap hari kerja dengan kuota 50 pemohon per hari, Selasa (3/11/26). Foto: Ilustrasi AI

KANAL BATANG – Warga Kabupaten Batang kini tidak perlu lagi jauh-jauh ke Pemalang untuk mengurus paspor. Layanan keimigrasian di Kabupaten Batang resmi diperluas menjadi lima hari kerja dalam sepekan, dengan kuota mencapai 50 pemohon setiap hari.

Perluasan layanan tersebut dilakukan melalui pembukaan Beranda Imigrasi di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Batang, Selasa (3/11/2026). Sebelumnya, layanan paspor di Batang hanya tersedia dua kali dalam sepekan.

Dengan perubahan ini, masyarakat bisa mengurus paspor setiap Senin hingga Jumat mengikuti jam pelayanan kantor. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari ibadah umrah, wisata, hingga bekerja ke luar negeri.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan, pembukaan layanan setiap hari kerja merupakan upaya pemerintah daerah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memangkas waktu dan biaya perjalanan ke luar daerah.

“Atas kolaborasi ini, kita membuat Beranda Imigrasi di PTSP Batang. Di mana ini nanti akan buka dari Senin sampai Jumat, setiap hari dan sesuai layanan jam kantor, sehari ada 50 kuota,” kata Faiz saat peresmian di MPP DPMPTSP Batang.

Baca Juga :  Ratusan Pengelola Dapur MBG Dipanggil Kejari Batang, Ada Apa?

Menurut dia, penambahan frekuensi pelayanan diharapkan membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan pembuatan paspor tanpa harus pergi ke kantor Imigrasi Pemalang.

Faiz juga optimistis kuota pelayanan yang disediakan akan terserap seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat. Ia mencontohkan perkembangan pelayanan di Stasiun Batang yang meningkat setelah kembali beroperasi.

“Seperti kemarin waktu kita membuka stasiun kereta api, kan awalnya banyak yang pesimis bagaimana nanti okupansinya. Ternyata setelah dibuka, meningkat hampir 100 persen pelayanan di Stasiun Batang. Jadi, ya nanti kita ukur setelah ini sudah beroperasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Tengah Haryono Agus Setiawan mengatakan, keberadaan Beranda Imigrasi di Batang menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini harus menempuh perjalanan sekitar satu hingga dua jam menuju Kantor Imigrasi Pemalang.

“Melalui konsolidasi ini, masyarakat Kabupaten Batang dan sekitarnya benar-benar bisa memperoleh kemudahan dalam mengakses pelayanan keimigrasian, khusus pengurusan paspor tanpa harus menempuh perjalanan ke kantor imigrasi satu atau dua jam ke Pemalang,” jelasnya.

Haryono menjelaskan, Beranda Imigrasi merupakan penjenamaan baru untuk unit pelayanan paspor yang berada di luar kantor imigrasi induk. Nama tersebut sekaligus mencerminkan konsep pelayanan yang lebih dekat dan bersahabat dengan masyarakat.

Baca Juga :  Warga Desa Penyangga Datangi Kantor KITB, Tagih Janji yang Dinilai Mandek Sejak Awal Pembangunan Kawasan

Filosofi beranda, kata dia, menggambarkan keinginan Imigrasi menghadirkan pelayanan yang ramah, terbuka, profesional, dan tetap mengutamakan ketertiban administrasi serta integritas.

Meski kuota pelayanan mencapai 50 pemohon per hari dan dapat mengakomodasi kebutuhan rombongan, termasuk calon jemaah umrah, masyarakat tetap diwajibkan mengikuti prosedur pendaftaran resmi.

Haryono mengingatkan pemohon agar mendaftar melalui aplikasi M-Paspor sehingga seluruh proses pelayanan tercatat dan terintegrasi dengan sistem keimigrasian.

“Bagaimanapun, upayakan semuanya harus melalui aplikasi M-Paspor. Karena kalau tidak di luar itu, nanti kita menganggapnya tidak terintegrasi, tidak sesuai dengan aturan,” tegasnya.

Saat ini, lokasi pelayanan Beranda Imigrasi di MPP Batang juga sudah terintegrasi dalam aplikasi M-Paspor sehingga dapat dipilih masyarakat saat melakukan pendaftaran.

Peresmian layanan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pemalang dan Pemerintah Kabupaten Batang. Kerja sama ini menjadi dasar penyelenggaraan layanan keimigrasian di MPP Batang secara berkelanjutan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Batang Selatan Berpeluang Punya Rumah Sakit, Pemkab Kaji Lokasi di Bawang hingga Bandar
Pemkab Batang Bakal Pasang 9.100 Lampu Jalan, Desa Diminta Petakan Titik Rawan
Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan
Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado
Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir
Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji
Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta
BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 11:37 WIB

Urus Paspor di Batang Kini Bisa Setiap Hari, Imigrasi Buka Kuota 50 Pemohon

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Batang Selatan Berpeluang Punya Rumah Sakit, Pemkab Kaji Lokasi di Bawang hingga Bandar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Pemkab Batang Bakal Pasang 9.100 Lampu Jalan, Desa Diminta Petakan Titik Rawan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado

Berita Terbaru