Polisi Dalami DNA di Pisau dan Data Ponsel dalam Kasus Tewasnya Daniel Faza di Karangdadap Pekalongan

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Polres Pekalongan menggelar konferensi pers berkaitan dengan banyak kasus menonjol dalam kurun dua bulan terakhir di Aula Mapolres setempat, Kamis (9/7/26).

Polres Pekalongan menggelar konferensi pers berkaitan dengan banyak kasus menonjol dalam kurun dua bulan terakhir di Aula Mapolres setempat, Kamis (9/7/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Polres Pekalongan mengirim sejumlah barang bukti ke Laboratorium Forensik untuk mendalami kasus meninggalnya Daniel Faza (21), warga Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan. Polisi masih menyelidiki apakah kematian pemuda tersebut merupakan tindak pidana pembunuhan atau penyebab lain.

Daniel ditemukan bersimbah darah di dekat kamar mandi rumahnya pada Minggu 5 Juli 2026  pagi. Korban pertama kali ditemukan oleh kakak kandungnya saat hendak menunaikan salat Subuh.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmat C Yusuf mengatakan, penyidik gabungan dari Satreskrim Polres Pekalongan dan Polsek Karangdadap telah melakukan olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi serta koordinasi dengan tim forensik.

“Sejak menerima laporan, kami langsung melaksanakan olah TKP, pemeriksaan dan berkoordinasi dengan forensik untuk investigasi secara scientific,” kata Rachmat dalam konferensi pers yang digelar, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga :  Modus Congkel Jendela Ruang Guru, Spesialis Curat Sekolah di Siwalan Diringkus Polisi

Barang bukti utama yang didalami berupa sebilah pisau sepanjang sekitar 30 sentimeter yang ditemukan dalam kondisi berlumuran darah. Polisi akan menguji bercak darah dan kemungkinan jejak DNA yang terdapat pada barang bukti tersebut.

“Kami melakukan pendalaman terhadap barang bukti berupa sebilah pisau, terutama terkait darah maupun DNA yang ada di barang bukti itu,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Pekalongan Iptu Fauzi Surya Chandra menambahkan, penyelidikan dilakukan dengan pendekatan scientific crime investigation atau pembuktian berbasis pemeriksaan ilmiah.

Selain pisau, telepon genggam korban juga telah dikirim untuk pemeriksaan digital forensik. Penyidik ingin mengetahui aktivitas komunikasi dan pergerakan korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Baca Juga :  Remaja di Batang Diduga Hendak Tawuran, Polisi Sita Sabit hingga Celurit

“Handphone semuanya di forensik. Kami masih mendalami karena harus membuka data-data yang ada,” kata Fauzi.

Polisi telah memeriksa tujuh saksi dalam perkara tersebut. Keterangan saksi, hasil olah TKP, hasil otopsi, serta pemeriksaan laboratorium akan menjadi dasar penyidik untuk menentukan konstruksi peristiwa.

“Kami belum dapat menyimpulkan apakah ini murni pembunuhan atau bukan. Semua masih dalam proses untuk memastikan melalui rangkaian penyelidikan,” terang Rachmat.

Polres Pekalongan meminta masyarakat tidak membuat kesimpulan sendiri sebelum hasil pemeriksaan forensik dan penyelidikan selesai.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Ungkap Motif Suami di Brebes Bacok Satu Keluarga Karena Ekonomi dan Sakit Hati Perkataan Kasar Istri
Diduga Dipicu Cemburu, Pria di Brebes Tega Bacok Istri, Mertua hingga Anak Balita
Dua Kasus Pengeroyokan di Karnaval Simbangkulon Pekalongan Masih Ditangani Polisi, Pelaku Dicari
Usai Diperiksa Polisi, Kakak Adik Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan Pulang ke Purbalingga untuk Pulihkan Fisik dan Psikis
Belum Banyak Istirahat Usai Dianiaya di Karnaval Pekalongan, Kakak Beradik Pedagang Sosis Ini Mengaku Trauma
Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan di Pekalongan Ungkap Sebelum Melapor Polisi Sempat Konsultasi di Polsek Kutasari
Polisi Minta Pelaku Pengeroyokan Pedagang Sosis di Karnaval Pekalongan Menyerahkan Diri
Kenapa Tak Ada Polisi Saat Pedagang Sosis Dikeroyok Belasan Pemuda di Karnaval Pekalongan, Ini Penjelasan Kapolsek Buaran

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Polisi Ungkap Motif Suami di Brebes Bacok Satu Keluarga Karena Ekonomi dan Sakit Hati Perkataan Kasar Istri

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Diduga Dipicu Cemburu, Pria di Brebes Tega Bacok Istri, Mertua hingga Anak Balita

Selasa, 15 September 2026 - 13:31 WIB

Dua Kasus Pengeroyokan di Karnaval Simbangkulon Pekalongan Masih Ditangani Polisi, Pelaku Dicari

Sabtu, 12 September 2026 - 08:15 WIB

Usai Diperiksa Polisi, Kakak Adik Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan Pulang ke Purbalingga untuk Pulihkan Fisik dan Psikis

Sabtu, 12 September 2026 - 07:50 WIB

Belum Banyak Istirahat Usai Dianiaya di Karnaval Pekalongan, Kakak Beradik Pedagang Sosis Ini Mengaku Trauma

Berita Terbaru