Panen Padi di Brebes Tembus 10,2 Ton per Hektare, Teknologi Modern Ubah Cara Bertani Petani Losari

- Jurnalis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Penerapan sistem PM-AAS di Kabupaten Brebes telah berhasil mendongkrak produktivitas padi hingga 10,2 ton gabah per hektare atau hampir dua kali lipat dibanding pola budidaya konvensional yang hanya 5–6 ton per hektare, Selasa (4/8/26). Foto : Istimewa

Penerapan sistem PM-AAS di Kabupaten Brebes telah berhasil mendongkrak produktivitas padi hingga 10,2 ton gabah per hektare atau hampir dua kali lipat dibanding pola budidaya konvensional yang hanya 5–6 ton per hektare, Selasa (4/8/26). Foto : Istimewa

Produktivitas naik hampir dua kali lipat berkat sistem pertanian presisi, drone, hingga pompa air tenaga surya.

BREBES, KANALPLUS.ID – Perubahan cara bertani mulai menunjukkan hasil nyata di Kabupaten Brebes. Penerapan sistem Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kecamatan Losari berhasil mendongkrak produktivitas padi hingga 10,2 ton gabah per hektare, hampir dua kali lipat dibanding pola budidaya konvensional yang rata-rata hanya menghasilkan 5–6 ton per hektare.

Lompatan produktivitas tersebut menjadi salah satu capaian Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) yang dikembangkan Kementerian Pertanian (Kementan) di delapan desa di Kecamatan Losari.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Hendri Adi Komara mengatakan peningkatan hasil panen diperoleh melalui penerapan teknologi pertanian presisi yang menggabungkan mekanisasi, pemanfaatan data, hingga penggunaan drone dalam budidaya.

Baca Juga :  Punya Banyak Nasabah Perempuan, MBK Ventura Pilih Perkuat Posyandu dan Bekali Literasi Keuangan untuk Cegah Jerat Pinjol Ilegal

“Kalau metode konvensional rata-rata menghasilkan 5 sampai 6 ton gabah per hektare, melalui sistem PM-AAS hasil panen berdasarkan sampling mampu mencapai 10,2 ton per hektare,” katanya, Selasa (4/8/2026).

Menurut Hendri, sistem tersebut menerapkan pola tanam larikan 4:1 maupun 6:1 yang dipadukan dengan penyemprotan silika menggunakan drone. Teknologi itu membuat batang tanaman lebih kuat sekaligus mempercepat proses penyemprotan agar lebih merata, efisien, dan tepat sasaran.

“Selain teknologi budidaya, program ini juga didukung pemanfaatan pompa air tenaga surya di Desa Kalibuntu yang membantu petani memperoleh pasokan air secara lebih efisien,” jelasnya.

Tak hanya mengejar peningkatan produksi, ICARE juga diarahkan membangun kelembagaan ekonomi petani melalui pembentukan koperasi yang nantinya mengelola penyediaan sarana produksi, jasa alat dan mesin pertanian, pengolahan hasil panen hingga akses pembiayaan.

Baca Juga :  Wisuda Kedua TMU, Rektor Paparkan Strategi Menuju Kampus Berdaya Saing Global

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Tengah Arif Surahman mengatakan Kecamatan Losari dipilih sebagai lokasi pelaksanaan ICARE di Jawa Tengah dengan komoditas utama padi dan pisang.

Program yang didukung pendanaan World Bank tersebut berlangsung sejak 2022 dan direncanakan berakhir pada 2027.

Menurutnya, koperasi yang telah dibentuk diharapkan menjadi fondasi lahirnya korporasi petani sehingga petani tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam mengembangkan usaha pertanian.

“Kami menilai penerapan teknologi modern tersebut menjadi salah satu langkah mempercepat transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih efisien, produktif dan berkelanjutan,” sebutnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

11 Kecamatan di Brebes Masuk Zona Rawan Kekeringan, Ancaman Krisis Air Kembali Mengintai Saat Puncak Kemarau
Perkara Obat Nyamuk Bakar, Satu Rumah Milik Warga Bulalamba Brebes Ludes Dilalap Api
Jatibarang Jadi Pilot Project Pengawasan Dana Desa di Brebes, Warga Diminta Awasi Penggunaan Anggaran
Rem Blong di Turunan Flyover Kretek, Truk Sruduk Lima Kendaraan dan Lukai Tujuh Orang
Pabrik Bermunculan di Brebes, Pelatihan Gratis Disiapkan agar Warga Tak Jadi Penonton
Asap Tebal Dekat Tol Pejagan Ganggu Pengendara, Polisi Padamkan Kebakaran Lahan dengan Water Cannon
Punya Banyak Nasabah Perempuan, MBK Ventura Pilih Perkuat Posyandu dan Bekali Literasi Keuangan untuk Cegah Jerat Pinjol Ilegal
Brebes Disiapkan Jadi Lumbung Susu Nasional, Peternakan Raksasa Targetkan Produksi 180 Ribu Ton per Tahun
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:37 WIB

11 Kecamatan di Brebes Masuk Zona Rawan Kekeringan, Ancaman Krisis Air Kembali Mengintai Saat Puncak Kemarau

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Panen Padi di Brebes Tembus 10,2 Ton per Hektare, Teknologi Modern Ubah Cara Bertani Petani Losari

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:17 WIB

Perkara Obat Nyamuk Bakar, Satu Rumah Milik Warga Bulalamba Brebes Ludes Dilalap Api

Senin, 27 Juli 2026 - 13:41 WIB

Jatibarang Jadi Pilot Project Pengawasan Dana Desa di Brebes, Warga Diminta Awasi Penggunaan Anggaran

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:58 WIB

Rem Blong di Turunan Flyover Kretek, Truk Sruduk Lima Kendaraan dan Lukai Tujuh Orang

Berita Terbaru