Balon Udara Raksasa Jatuh Timpa Rumah dan Jaringan Listrik Jadi Rebutan, Satu Anak Luka Tersengat Listrik

- Penulis

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa

Foto : Istimewa

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Setelah sempat mereda usai adanya larangan penerbangan balon udara liar saat Lebaran, tren menerbangkan balon udara kembali marak di sejumlah wilayah Kota Pekalongan. Bahkan, sebagian balon diketahui masih dilengkapi petasan yang membahayakan keselamatan warga.

Fenomena itu kembali memakan korban dan nyaris membuat celaka warga di wilayah Kelurahan Banyurip Alit, Kecamatan Pekalongan Selatan, di mana sebuah balon udara berukuran besar jatuh di area permukiman padat penduduk menimpa jaringan listrik di atas rumah warga.

Kejadian tersebut sontak mengundang perhatian warga, terutama anak-anak dan remaja yang berebut ingin mendapatkan balon udara tersebut. Namun nahas, seorang anak nyaris tewas tersengat listrik saat mencoba meraih balon dengan memanjat dinding rumah. Beruntung, anak tersebut selamat dan tidak mengalami luka serius.

Lurah Banyurip, M. Rusman Aji mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Setelah dilakukan pengecekan, anak yang berada di lokasi diketahui bukan warga Banyurip.

“Peristiwanya tadi pagi. Setelah saya konfirmasi ke rumah lokasi TKP, korban dan anak-anak yang ada di video bukan anak Banyurip. Korban juga tidak ada luka berarti,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).

Baca Juga :  Gegara Ninggal Kompor, Pranggok Batik di Medono Pekalongan Nyaris Ludes Terbakar

Menurutnya, balon udara yang jatuh itu kemudian disobek lalu dibawa pergi oleh anak-anak yang berada di lokasi kejadian.

Rusman menduga balon tersebut bukan diterbangkan dari wilayah Banyurip karena kawasan tersebut sudah tidak memiliki lahan luas yang memungkinkan untuk menerbangkan balon udara berukuran besar.

Sementara itu, Kapolsek Pekalongan Selatan, Aries Tri Hartanto mengatakan, pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian melalui petugas Bhabinkamtibmas untuk meminta keterangan dari pemilik rumah.

“Jadi untuk sementara memang belum ada laporan kerugian ataupun korban,” jelasnya.

Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penelusuran terkait asal balon udara tersebut. Polisi juga mengintensifkan patroli rutin terutama setiap Jumat dan Minggu pagi yang dinilai menjadi waktu rawan penerbangan balon liar karena bertepatan dengan hari libur sekolah.

“Balon ini biasanya muncul pada hari Jumat atau Minggu pagi saat anak-anak sekolah libur,” terangnya.

Aries menambahkan, sebelumnya polisi juga telah mengidentifikasi pelaku penerbangan balon udara liar yang menyebabkan kerusakan rumah warga di wilayah Medono pada Minggu (17/5/2026).

Baca Juga :  Orang Tua Murid Keluhkan Menu MBG Berbau Tak Sedap di TK Masyitoh Kota Pekalongan

“Anak-anak yang menerbangkan balon sudah dikumpulkan dan orang tuanya dipanggil untuk musyawarah dengan pemilik rumah yang rusak,” katanya.

Menanggapi kembali maraknya balon udara liar, Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid menegaskan bahwa praktik tersebut sudah keluar dari nilai tradisi syawalan dan harus ditindak secara hukum.

“Penindakan hukum harus, karena ini sudah di luar tradisi syawalan dan sudah menimbulkan korban rumah dan sebagainya,” tegasnya.

Pemerintah Kota Pekalongan, lanjutnya, kini terus berkoordinasi dengan camat, lurah, komunitas balon, Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk menekan kembali maraknya penerbangan balon liar di masyarakat.

Selain faktor keselamatan, wali kota juga menyoroti besarnya biaya yang dihabiskan untuk membuat balon udara di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih sulit.

“Kemarin informasinya ada yang habis Rp8,5 juta untuk balon. Itu sama sekali tidak bermanfaat. Lebih baik anggaran itu dialokasikan untuk hal yang lebih bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat,” sebutnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Orang Tua Murid Keluhkan Menu MBG Berbau Tak Sedap di TK Masyitoh Kota Pekalongan
Tangis Haru Pecah di Bioskop Saat Anggota DPR RI Ini Ajak Puluhan Siswa SD di Batang Nonton Film Children of Heaven, Pulangnya Dapat Hadiah Sepatu
Yoyok Riyo Sudibyo: Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pekalongan Tamparan Keras bagi Kemenag dan MUI
Terciduk Ratusan Warga Binaan Rutan Pekalongan Salat Iduladha dan Potong Sembilan Kambing
Pekalongan Jadi Pilot Project Food Bank Indonesia, Salurkan Makanan Surplus untuk Lansia hingga ODGJ
Nasabah Kembali Geruduk Rumah Ketua BMT Mitra Umat Pekalongan, Tuntut Pengembalian Tabungan dan Deposito
Ikhtiar Warga Medono Pekalongan Menaklukkan Sampah dengan Teknologi Sederhana
Dari Sekolah Muhammadiyah ke Jepang, Kisah Revano Siswa Katolik Jadi Simbol Toleransi di Pekalongan

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:35 WIB

Orang Tua Murid Keluhkan Menu MBG Berbau Tak Sedap di TK Masyitoh Kota Pekalongan

Senin, 1 Juni 2026 - 18:20 WIB

Tangis Haru Pecah di Bioskop Saat Anggota DPR RI Ini Ajak Puluhan Siswa SD di Batang Nonton Film Children of Heaven, Pulangnya Dapat Hadiah Sepatu

Senin, 1 Juni 2026 - 15:40 WIB

Yoyok Riyo Sudibyo: Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pekalongan Tamparan Keras bagi Kemenag dan MUI

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:34 WIB

Terciduk Ratusan Warga Binaan Rutan Pekalongan Salat Iduladha dan Potong Sembilan Kambing

Senin, 25 Mei 2026 - 15:49 WIB

Pekalongan Jadi Pilot Project Food Bank Indonesia, Salurkan Makanan Surplus untuk Lansia hingga ODGJ

Berita Terbaru