Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Pekalongan, Desak Satgas PHK Hapus Outsourcing

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Mahasiswa berorasi di depan polisi yang menjaga ketat pintu gerbang Kantor Bupati Pekalongan yang menjadi sasaran unjuk rasa, Selasa (5/5/26).

Mahasiswa berorasi di depan polisi yang menjaga ketat pintu gerbang Kantor Bupati Pekalongan yang menjadi sasaran unjuk rasa, Selasa (5/5/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID — Puluhan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Rakyat (AMPERA) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pekalongan, Selasa (5/5/2026). Mereka membawa sederet tuntutan, mulai dari perlindungan tenaga kerja hingga perbaikan infrastruktur dan pelayanan publik.

Aksi yang berlangsung sejak siang itu diwarnai orasi bergantian. Massa mendesak pemerintah daerah segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti-Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), menghapus sistem outsourcing, serta memastikan penyerapan tenaga kerja lokal di kawasan industri.

Selain isu ketenagakerjaan, mahasiswa juga menyoroti persoalan distribusi pupuk subsidi, dugaan praktik pungutan liar (pungli), hingga maraknya premanisme berkedok organisasi masyarakat (ormas). Mereka juga menuntut adanya Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan Tenaga Kerja Daerah serta peningkatan kesejahteraan guru honorer.

Menanggapi tuntutan tersebut, Plt Bupati Pekalongan, Sukirman, menyatakan pihaknya telah menerima dan mencermati seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa.

Baca Juga :  Simbangkulon, Kampung Santri di Pekalongan yang Kini Diuji Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Padepokan Padang Ati

“Kami sudah mendengarkan tuntutan dari AMPERA, termasuk soal infrastruktur dan jaminan sosial. Dua pekan lalu kami sudah meluncurkan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan jaminan kepada pekerja marbot dan sektor informal lainnya,” ujarnya.

Terkait tuntutan pembentukan Satgas PHK, Sukirman memastikan hal tersebut segera direalisasikan. Menurutnya, meski selama ini sudah ada forum tripartit antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja, pembentukan Satgas dinilai penting sebagai langkah konkret.

“Kita akan tindak lanjuti dengan membentuk Satgas PHK. Targetnya pertengahan Mei ini sudah bisa terwujud,” tegasnya.

Sementara itu, soal outsourcing, Pemkab Pekalongan mengaku telah mengambil langkah tegas dengan memutus kontrak kerja sama dengan salah satu perusahaan, yakni PT RNB. Meski demikian, nasib para pekerja tetap menjadi perhatian.

“Karyawannya tetap kita perhatikan. Nanti akan kita tempatkan kembali setelah konsolidasi keuangan,” jelas Sukirman.

Baca Juga :  Sidang Perkara Gacon Masuk Babak Krusial, Pekan Depan Giliran Terdakwa Buka Suara di Hadapan Majelis Hakim

Menanggapi dugaan praktik pungli dalam rekrutmen tenaga kerja, khususnya di PT Haida, Pemkab berkomitmen menghentikan praktik tersebut. Ke depan, proses rekrutmen akan dilakukan langsung oleh perusahaan dengan pengawasan dari Dinas Tenaga Kerja.

“Pengumumannya akan dipublikasikan melalui Dinas Tenaga Kerja dan akan disupervisi untuk memastikan penyerapan tenaga kerja lokal,” imbuhnya.

Selain itu, Pemkab juga berjanji akan menertibkan praktik premanisme yang berkedok ormas maupun LSM, serta melakukan verifikasi ulang terhadap organisasi yang ada.

Sukirman bahkan menyambut positif usulan mahasiswa untuk menggelar forum dialog rutin setiap tiga bulan sekali.

“Itu tawaran yang luar biasa. Artinya mereka peduli dan ingin terlibat dalam pembangunan daerah,” katanya.

Aksi demonstrasi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Mahasiswa berharap, seluruh tuntutan yang disampaikan tidak hanya menjadi janji, tetapi segera diwujudkan dalam kebijakan nyata oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih
Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter
Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan
Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai
Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu
MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon
Sekda Pekalongan Angkat Bicara, Panitia Karnaval Sebagai Respons Video Viral Aksi Mirip Ritual Satanik

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih

Senin, 21 September 2026 - 14:00 WIB

Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih

Sabtu, 19 September 2026 - 15:21 WIB

Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Rabu, 16 September 2026 - 07:46 WIB

Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai

Selasa, 15 September 2026 - 12:41 WIB

Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu

Berita Terbaru