KANAL PEKALONGAN – Kemarau panjang mulai menyulitkan warga memenuhi kebutuhan air bersih. Kondisi itu dirasakan masyarakat Desa Pecakaran, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan.
Melihat kondisi tersebut, Grand Dian Hotel Pekalongan bersama Corp Brimob Pekalongan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga pada Kamis (3/9/2026).
Sebanyak satu truk tangki berisi sekitar 10.000 liter air bersih didistribusikan ke wilayah yang terdampak kekeringan. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan sehari-hari warga, mulai dari konsumsi hingga keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK).
Distribusi air dipusatkan di sejumlah titik yang mengalami kesulitan air bersih, khususnya wilayah RW 5 Desa Pecakaran. Sedikitnya 500 kepala keluarga menjadi sasaran bantuan tersebut.
Warga tampak antusias menerima bantuan. Mereka datang dengan membawa galon, jeriken, ember hingga bak penampungan air portabel untuk menampung air yang dibagikan.
General Manager Grand Dian Hotel Pekalongan, Andi Triantoro, mengatakan bantuan tersebut diberikan setelah pihaknya menerima laporan mengenai kesulitan warga mendapatkan air bersih dalam beberapa pekan terakhir.
“Kami menerima laporan bahwa warga di sini sudah kesulitan mendapatkan air bersih sejak beberapa minggu terakhir. Hari ini, kami bekerja sama dengan Brimob yang dipimpin Iptu Hartadi SH,” kata Andi.
Menurut dia, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak kemarau panjang. Meski jumlahnya terbatas, ia berharap air yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga.
“Semoga bantuan yang tidak seberapa ini bisa meringankan beban harian mereka,” ujarnya.
Salah satu warga, Herdo (57), Ketua RT 5 RW 5 Desa Pecakaran, mengaku bantuan tersebut sangat membantu. Menurutnya, warga selama ini harus membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak.
“Untuk kebutuhan masak dan minum, kami harus membeli air galon. Bantuan air bersih ini sangat berarti sekali untuk kami,” ungkap Herdo.
Kemarau panjang tidak hanya berdampak terhadap kebutuhan konsumsi warga, tetapi juga membuat pemenuhan kebutuhan sanitasi sehari-hari menjadi lebih sulit.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diingatkan untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Warga diharapkan turut menjaga lingkungan dan sumber air agar ketersediaan air tanah tetap terjaga.
Penyaluran air bersih ini diharapkan dapat membantu warga menghadapi dampak kemarau, terutama bagi masyarakat yang belum mendapatkan akses air bersih secara memadai.
Penulis : Andi Triantoro
Editor : Achmad Udin












