PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Seorang pria ditemukan meninggal dunia dalam keadaan mengapung di aliran irigasi Dukuh Semangu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Senin (13/7/2026) pagi. Hasil pemeriksaan kepolisian menyimpulkan korban diduga meninggal akibat tenggelam setelah penyakit epilepsi yang dideritanya kambuh.
Kapolsek Kesesi AKP Dulsalim mengatakan, laporan penemuan jenazah diterima petugas sekitar pukul 06.10 WIB. Polisi kemudian mendatangi lokasi bersama tim Inafis Satreskrim Polres Pekalongan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Pekalongan. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata AKP Dulsalim.
Korban diketahui merupakan pria berusia 57 tahun, warga Dukuh Semangu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi.
Peristiwa bermula saat seorang warga yang hendak mencuci pakaian di aliran sungai sekitar pukul 06.00 WIB melihat sesuatu mengapung sekitar 10 meter dari posisinya. Setelah didekati, benda tersebut ternyata merupakan tubuh seorang laki-laki dalam kondisi tidak bernyawa.
Saksi yang terkejut kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Temuan itu selanjutnya dilaporkan kepada Ketua RT, diteruskan ke Kepala Desa Sidomulyo, hingga akhirnya dilaporkan ke Polsek Kesesi.
Petugas yang tiba di lokasi mendapati korban dalam posisi miring telungkup di tepi aliran sungai. Bersama warga, polisi kemudian mengevakuasi jenazah ke darat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Di sekitar lokasi, polisi juga menemukan sepasang sandal jepit berwarna kuning yang diduga milik korban, berjarak sekitar 20 meter dari titik ditemukannya jenazah. Berdasarkan temuan di lokasi, korban diduga sebelumnya hendak buang air besar di sungai sebelum insiden terjadi.
AKP Dulsalim menjelaskan, hasil pemeriksaan luar menunjukkan korban masih mengenakan pakaian lengkap berupa baju batik dan sarung. Dari pemeriksaan fisik tidak ditemukan adanya luka maupun tanda-tanda kekerasan.
“Keterangan keluarga menyebut korban memiliki riwayat penyakit epilepsi. Dugaan kami, penyakit tersebut kambuh sehingga korban kehilangan kesadaran, terjatuh ke sungai, lalu hanyut hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.
Berdasarkan keterangan warga, korban juga sempat terlihat mampir ke pos ronda sekitar pukul 03.00 WIB dan meminta sebatang rokok sebelum melanjutkan perjalanan.
Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan meyakini peristiwa tersebut merupakan musibah. Polisi kemudian membuat surat pernyataan penolakan autopsi sebelum menyerahkan jenazah kepada keluarga untuk dimakamkan.
“Dari hasil olah TKP, pemeriksaan saksi, maupun pemeriksaan terhadap jenazah, kami menyimpulkan tidak ditemukan unsur tindak pidana. Korban diduga meninggal dunia akibat tenggelam yang dipicu kambuhnya penyakit epilepsi yang dideritanya,” pungkas AKP Dulsalim.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













