Giant Sea Wall Pantura Masih Dimatangkan, Pemerintah Petakan Dampak bagi Nelayan hingga Kabel Internet Bawah Laut

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Pemerintah masih memetakan dampak dari pembangunan Giant Sea Wall bagi nelayan hingga kabel internet bawah laut, Selasa (16/6/26). Foto : Ilustrasi AI

Pemerintah masih memetakan dampak dari pembangunan Giant Sea Wall bagi nelayan hingga kabel internet bawah laut, Selasa (16/6/26). Foto : Ilustrasi AI

BATANG, KANALPLUS.ID – Rencana pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa masih terus dimatangkan pemerintah. Selain memetakan wilayah prioritas, pemerintah juga menyelaraskan berbagai kepentingan mulai dari masyarakat pesisir, nelayan, pemerintah daerah hingga keberadaan infrastruktur bawah laut seperti kabel internet.

Tenaga Ahli Utama Bidang Kemitraan Daerah dan Masyarakat Pesisir Badan Otorita Pengelola Pantai Jawa, M. Khadik, mengatakan hingga saat ini Badan Otorita Pantai Jawa masih menyusun regulasi sekaligus memetakan kawasan yang akan menjadi lokasi pembangunan.

“Kalau Giant Sea Wall memang sampai saat ini Badan Otorita Pantai Jawa masih bekerja, masih menyiapkan aturan-aturannya dan juga mencoba memetakan daerah mana yang paling tepat. Pada intinya program ini tetap berlanjut dengan mencari solusi terbaik bagi semua pihak,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (16/6/2026) sore.

Menurut Khadik, pembangunan tanggul laut raksasa tidak hanya ditujukan untuk mengatasi banjir rob yang setiap tahun melanda kawasan pesisir Pantura, tetapi juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Baca Juga :  Investasi di Eks Karesidenan Pekalongan Serap Hampir 19 Ribu Tenaga Kerja

“Ini adalah harapan masyarakat pesisir. Banjir rob terus mengganggu setiap tahun. Dengan pembangunan ini bukan hanya mengatasi banjir rob, tetapi juga memberikan peluang baru kepada nelayan, pelaku usaha, serta memberikan kenyamanan bagi pemerintah daerah di wilayah pantai utara,” katanya.

Meski demikian, jadwal pelaksanaan proyek berskala nasional tersebut masih belum ditetapkan. Pemerintah masih melakukan pembahasan lintas kementerian dan pemerintah daerah karena proyek ini akan membentang melintasi empat provinsi, yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Pelaksanaannya masih menunggu karena panjang proyek ini mencapai ribuan kilometer dan harus disiapkan secara matang. Pembahasannya masih terus berlangsung di tingkat Badan Otorita, kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah,” jelasnya.

Baca Juga :  Nelayan hingga Ponpes Jadi Sasaran, 31 Hewan Kurban dari PLTU Batang Disebar ke 25 Titik

Selain aspek teknis, pemerintah juga masih menghitung kebutuhan anggaran pembangunan. Salah satu tantangan yang menjadi perhatian adalah keberadaan berbagai utilitas bawah laut, termasuk jaringan kabel internet yang telah terpasang di kawasan pesisir.

“Nah, itu juga masih dihitung. Sebagai contoh, di pantai banyak terdapat kabel internet. Kalau pembangunan dilakukan secara tertutup tentu lebih efisien, tetapi jika kabel harus dipindahkan justru akan menambah biaya yang jauh lebih besar. Karena itu masih dihitung apakah nantinya menggunakan sistem kanal atau skema lainnya,” ungkap Khadik.

Kajian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan pembangunan Giant Sea Wall tidak hanya mampu melindungi kawasan Pantura dari ancaman rob dan kenaikan muka air laut, tetapi juga tetap memperhatikan aktivitas ekonomi masyarakat serta keberlangsungan infrastruktur strategis yang telah ada.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism
Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026
23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah
RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun
1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan
Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Batang Bisa Ajukan Perubahan
74 SPPG di Batang Bentuk Paguyuban, Seragamkan Standar Menu MBG

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 12:34 WIB

KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism

Kamis, 10 September 2026 - 10:02 WIB

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan

Berita Terbaru

Kapolsek Buaran AKP Sunarto masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan meminta para pelaku pengeroyokan agar koperatif menyerahkan diri, Jumat (11/9/26).

Kriminal

Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan Pedagang Sosis di Pekalongan

Jumat, 11 Sep 2026 - 19:53 WIB