KANAL PEKALONGAN – Mobilitas masyarakat melalui Stasiun Pekalongan tetap tinggi di tengah dinamika cuaca dan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang turut memengaruhi operasional sejumlah moda transportasi.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat sebanyak 11.545 pelanggan menggunakan layanan Stasiun Pekalongan selama periode Jumat hingga Minggu, 4–6 September 2026.
Jumlah tersebut terdiri atas 5.938 pelanggan yang berangkat dan 5.607 pelanggan yang tiba. Dengan volume tersebut, Stasiun Pekalongan masuk dalam empat besar stasiun dengan jumlah pelanggan tertinggi di wilayah Daop 4 Semarang.
Secara keseluruhan, volume pelanggan di wilayah Daop 4 Semarang selama periode tersebut mencapai 129.512 pelanggan, terdiri atas 65.856 pelanggan naik dan 63.656 pelanggan turun. Angka itu meningkat sekitar 5 persen dibanding akhir pekan sebelumnya yang tercatat 123.363 pelanggan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan tingginya mobilitas di Stasiun Pekalongan didominasi perjalanan jarak jauh, terutama menuju kawasan barat seperti Jakarta dan Bandung serta ke arah timur menuju Surabaya.
“Stasiun Pekalongan memegang peranan strategis sebagai simpul transportasi utama di jalur pantura Jawa Tengah. Di tengah keterbatasan operasional moda transportasi lain akibat dampak erupsi vulkanik, kereta api hadir memberikan kepastian mobilitas bagi masyarakat Pekalongan, Batang, dan sekitarnya,” kata Luqman dalam siaran persnya, Senin (7/9/2026).
Untuk mengantisipasi kebutuhan perjalanan masyarakat menuju Jakarta, KAI Daop 4 Semarang mengoperasikan KA Tambahan relasi Semarang Tawang–Pekalongan–Gambir pada Minggu (6/9/2026).
KA tersebut berangkat dari Stasiun Semarang Tawang pukul 20.15 WIB dan tiba di Stasiun Pekalongan pukul 21.30 WIB. Setelah melayani naik-turun penumpang, kereta kembali diberangkatkan dari Pekalongan pukul 21.32 WIB menuju Jakarta.
Rangkaian KA tambahan tersebut terdiri dari 5 kereta kelas eksekutif, 4 kereta kelas ekonomi, 1 kereta makan, dan 1 kereta pembangkit, dengan total kapasitas 570 tempat duduk.
“KAI Daop 4 Semarang terus memantau perkembangan situasi dan kebutuhan perjalanan masyarakat. Sebagai langkah antisipasi, hari ini kami mengoperasikan KA tambahan relasi Semarang Tawang–Gambir. Kereta ini juga melayani naik turun penumpang di Stasiun Pekalongan menuju Jakarta,” ujar Luqman.
Tak hanya mengoperasikan KA tambahan, KAI juga menambah stamformasi KA Gumarang untuk keberangkatan 6 September. Dua kereta kelas ekonomi ditambahkan, masing-masing berkapasitas 72 tempat duduk.
Dengan tambahan tersebut, tersedia 144 kursi tambahan pada KA Gumarang. Jika digabungkan dengan KA tambahan Semarang Tawang–Gambir, KAI Daop 4 Semarang menyediakan 714 kapasitas tempat duduk tambahan untuk masyarakat yang membutuhkan perjalanan menuju Jakarta.
Penguatan kapasitas juga dilakukan mulai Senin pada sejumlah KA yang melayani atau melintasi Stasiun Pekalongan.
Rangkaian KA Gumarang relasi Pasarsenen–Surabaya Pasarturi PP melalui Pekalongan diperkuat menjadi 4 kereta eksekutif dan 7 kereta ekonomi. Sementara KA Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi PP menggunakan 9 kereta eksekutif.
Adapun KA Gunung Jati relasi Gambir–Semarang Tawang PP melalui Pekalongan menggunakan 5 kereta eksekutif dan 5 kereta ekonomi.
“Langkah penambahan susunan rangkaian ini kami lakukan untuk memastikan ketersediaan kursi serta memberikan fleksibilitas perjalanan bagi warga Pekalongan Raya yang hendak bepergian, baik menuju Jakarta maupun arah Jawa Timur,” kata Luqman.
Di tengah sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, KAI juga melakukan pemantauan terhadap kondisi prasarana dan sarana perjalanan.
Luqman memastikan seluruh koridor jalur rel di wilayah Pekalongan berada dalam kondisi aman.
“Petugas pemeriksa jalur (PPJ) serta teknisi sarana disiagakan untuk memastikan jalur rel, sistem persinyalan hingga filter pendingin udara kereta tetap berfungsi dan tidak terganggu debu vulkanik,” tutupnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













