KANAL TEGAL – Usaha batik tulis yang dirintis Carmidah sejak beberapa tahun lalu kini berkembang dan turut membuka lapangan penghasilan bagi masyarakat di sekitarnya.
Nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sejak 2018 itu mengembangkan usaha batik tulis di Tegal secara bertahap. Dari usaha yang awalnya dibangun dengan kemampuan yang ada, kini aktivitas produksinya melibatkan 25 orang.
Carmidah mengatakan, dukungan permodalan dan pendampingan yang diterimanya menjadi salah satu bagian dari perjalanan mengembangkan usaha tersebut. Pembiayaan digunakan untuk memenuhi kebutuhan usaha sekaligus mendukung peningkatan produksi.
Perkembangan usaha itu kemudian tidak hanya berdampak pada dirinya dan keluarganya. Sejumlah warga sekitar kini memperoleh pekerjaan melalui aktivitas produksi batik tulis yang dijalankannya.
Menariknya, sebagian besar pekerja yang terlibat juga merupakan nasabah PNM Mekaar melalui Cabang Tegal.
Kondisi tersebut membuat manfaat pembiayaan dan pemberdayaan tidak berhenti pada satu nasabah. Ketika usaha Carmidah berkembang, nasabah lain juga mendapat kesempatan memperoleh penghasilan dengan bekerja dalam kegiatan produksinya.
Pemimpin Cabang PNM Tegal, Sutanto, mengatakan keberhasilan pemberdayaan tidak hanya dapat dilihat dari perkembangan usaha seorang nasabah.
“Keberhasilan pemberdayaan tidak hanya dilihat dari berkembangnya usaha seorang nasabah. Yang lebih penting adalah ketika perkembangan itu mampu membawa manfaat bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya,” ujar Sutanto, Rabu (3/9/2026).
Menurutnya, pemberdayaan juga berlangsung melalui proses pendampingan. Nasabah tidak hanya mendapatkan akses pembiayaan, tetapi juga didorong untuk belajar mengelola usaha, mempertahankan bisnis, serta memanfaatkan peluang yang ada.
Perjalanan Carmidah menjadi salah satu gambaran bahwa pertumbuhan usaha kecil dapat memberikan dampak lebih luas ketika mampu menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.
Batik tulis yang dikembangkan Carmidah kini bukan hanya menjadi sumber penghasilan bagi keluarganya. Usaha tersebut juga menjadi tempat bagi 25 orang untuk bekerja dan mendapatkan penghasilan.
“Modal adalah awal dari sebuah kesempatan. Ketika kesempatan itu dipertemukan dengan kerja keras, ketekunan, dan pendampingan, satu usaha dapat menciptakan manfaat bagi lebih banyak orang,” urai Sutanto.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













