KANAL PERISTIWA – Suasana rumah konveksi di Desa Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, mendadak berubah setelah seorang pekerja ditemukan sudah tak bernyawa pada Jumat (28/8/2026) malam.
Korban berinisial S (52), seorang buruh konveksi asal Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, ditemukan dalam posisi tengkurap di lantai. Saat disentuh untuk dibangunkan, tubuhnya sudah dingin dan kaku.
Pemilik rumah konveksi baru menyadari kondisi korban sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, rumah masih gelap karena lampu belum dinyalakan.
Pemilik rumah kemudian masuk dan melihat S masih dalam posisi yang sama seperti ketika beristirahat pada sore hari. Karena tidak kunjung bangun, tubuh korban disentuh. Saat itulah diketahui S telah meninggal dunia.
Pemilik rumah kemudian meminta bantuan pekerja lain dan ketua RT sebelum melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wonopringgo.
Polisi bersama tim medis dari Puskesmas Wonopringgo kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan terhadap jenazah serta olah tempat kejadian perkara.
Kasi Humas Polres Pekalongan Iptu Suwarti mengungkapkan, pada saat pemeriksaan awal tidak mendapati adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Tim medis telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap kondisi jenazah dan tidak ada yang mencurigakan.,” terang Suwarti.
Sebelum ditemukan meninggal, S diketahui masih beraktivitas pada Jumat pagi. Ia terlihat mengangkat dan merapikan barang-barang di dalam rumah konveksi yang menjadi tempat kerjanya.
S mulai bekerja di rumah tersebut sejak Rabu (19/8/2026). Karena setiap Jumat kegiatan menjahit diliburkan, S memilih istirahat sambil menikmati kopi setalah menyelesaikan pekerjaannya.
“Posisi terakhir, S ini rebahan di lantai rumah konveksi milik juragannya,” jelas Iptu Suwarti.
Menurut Suwarti, pemilik usaha bahkan sempat melihat S tidur dalam posisi tengkurap pada sore hari dan belum menaruh curiga. Namun ketika beberapa jam kemudian masih dalam posisi sama dan kondisi rumah juga dalam keadaan gelap gulita karena lampu belum dinyalakan.
“Akhirnya kondisi tubuh korban pun dicek sudah dalam keadaan dingin dan kaku,” ungkapnya.
Polisi yang tiba di lokasi menemukan obat Amlodipine Besylate 10 mg yang biasa digunakan untuk mengontrol tekanan darah tinggi.
Jenazah kemudian dibawa ke RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan untuk menjalani pemeriksaan luar. Dokter menemukan lebam mayat dan memperkirakan korban telah meninggal lebih dari tiga jam sebelum pemeriksaan.
“Barang-barang berharga milik korban masih lengkap dan tidak ada yang hilang. Keluarga juga telah menerima kejadian tersebut sebagai kematian mendadak dan wajar serta tidak menghendaki dilakukan autopsi,” ujar Suwarti.
Polisi menduga S meninggal secara mendadak akibat serangan jantung yang berkaitan dengan riwayat hipertensi.
Polsek Wonopringgo juga berkoordinasi dengan Polsek Ajibarang dan Polresta Banyumas untuk menyampaikan kabar tersebut kepada keluarga korban.
“Setelah pemeriksaan selesai, jenazah S diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” tutup Iptu Suwarti.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












