Buruh Konveksi Ditemukan Tewas di Tempat Kerja, Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Lokasi korban ditemukan meninggal dunia di rumah konveksi yang menjadi tempat kerjanya di Desa Pegaden Tengah, Jumat (28/8/26) malam. Foto: Istimewa

Lokasi korban ditemukan meninggal dunia di rumah konveksi yang menjadi tempat kerjanya di Desa Pegaden Tengah, Jumat (28/8/26) malam. Foto: Istimewa

KANAL PERISTIWA – Suasana rumah konveksi di Desa Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, mendadak berubah setelah seorang pekerja ditemukan sudah tak bernyawa pada Jumat (28/8/2026) malam.

Korban berinisial S (52), seorang buruh konveksi asal Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, ditemukan dalam posisi tengkurap di lantai. Saat disentuh untuk dibangunkan, tubuhnya sudah dingin dan kaku.

Pemilik rumah konveksi baru menyadari kondisi korban sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, rumah masih gelap karena lampu belum dinyalakan.

Pemilik rumah kemudian masuk dan melihat S masih dalam posisi yang sama seperti ketika beristirahat pada sore hari. Karena tidak kunjung bangun, tubuh korban disentuh. Saat itulah diketahui S telah meninggal dunia.

Pemilik rumah kemudian meminta bantuan pekerja lain dan ketua RT sebelum melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wonopringgo.

Polisi bersama tim medis dari Puskesmas Wonopringgo kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan terhadap jenazah serta olah tempat kejadian perkara.

Baca Juga :  Polisi Sebut Hasil Autopsi Jadi Kunci Penyebab Kematian Al Fian Siswa SMP di Pemalang Korban Perundungan

Kasi Humas Polres Pekalongan Iptu Suwarti mengungkapkan, pada saat pemeriksaan awal tidak mendapati adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Tim medis telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap kondisi jenazah dan tidak ada yang mencurigakan.,” terang Suwarti.

Sebelum ditemukan meninggal, S diketahui masih beraktivitas pada Jumat pagi. Ia terlihat mengangkat dan merapikan barang-barang di dalam rumah konveksi yang menjadi tempat kerjanya.

S mulai bekerja di rumah tersebut sejak Rabu (19/8/2026). Karena setiap Jumat kegiatan menjahit diliburkan, S memilih istirahat sambil menikmati kopi setalah menyelesaikan pekerjaannya.

“Posisi terakhir, S ini rebahan di lantai rumah konveksi milik juragannya,” jelas Iptu Suwarti.

Menurut Suwarti, pemilik usaha bahkan sempat melihat S tidur dalam posisi tengkurap pada sore hari dan belum menaruh curiga. Namun ketika beberapa jam kemudian masih dalam posisi sama dan kondisi rumah juga dalam keadaan gelap gulita karena lampu belum dinyalakan.

Baca Juga :  Diduga Gagal Nyalip, Pemotor Tewas Terlindas Truk di Pantura Batang

“Akhirnya kondisi tubuh korban pun dicek sudah dalam keadaan dingin dan kaku,” ungkapnya.

Polisi yang tiba di lokasi menemukan obat Amlodipine Besylate 10 mg yang biasa digunakan untuk mengontrol tekanan darah tinggi.

Jenazah kemudian dibawa ke RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan untuk menjalani pemeriksaan luar. Dokter menemukan lebam mayat dan memperkirakan korban telah meninggal lebih dari tiga jam sebelum pemeriksaan.

“Barang-barang berharga milik korban masih lengkap dan tidak ada yang hilang. Keluarga juga telah menerima kejadian tersebut sebagai kematian mendadak dan wajar serta tidak menghendaki dilakukan autopsi,” ujar Suwarti.

Polisi menduga S meninggal secara mendadak akibat serangan jantung yang berkaitan dengan riwayat hipertensi.

Polsek Wonopringgo juga berkoordinasi dengan Polsek Ajibarang dan Polresta Banyumas untuk menyampaikan kabar tersebut kepada keluarga korban.

“Setelah pemeriksaan selesai, jenazah S diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” tutup Iptu Suwarti.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mobil Kopdes Jakarta Tabrak Pemotor di Jalur Dieng, Korban Warga Batang Alami Retak Tulang
Dua Anak Lolos dari Kebakaran Rumah di Pekalongan
Diduga Gagal Nyalip, Pemotor Tewas Terlindas Truk di Pantura Batang
Sigap Hentikan Mobil Saat Muncul Asap, Satu Keluarga Asal Bogor Selamat dari Kebakaran di Batang
Dua Kali Kejadian Keracunan MBG di Batang, Yoyok Soroti Orientasi Bisnis Pemilik SPPG
Dinkes Batang Sebut 42 Warga Konsumsi PMT, 37 Orang Diduga Keracunan
Arsya Bocah di Batang Muntah dan Diare Usai Makan PMT, Ibu Sempat Mengira Sakit Biasa
Terungkap PMT Bikin Puluhan Warga Batang Tumbang Dibagikan Sore, Padahal Kacang Hijau Dimasak Sejak Subuh

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Mobil Kopdes Jakarta Tabrak Pemotor di Jalur Dieng, Korban Warga Batang Alami Retak Tulang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Dua Anak Lolos dari Kebakaran Rumah di Pekalongan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Diduga Gagal Nyalip, Pemotor Tewas Terlindas Truk di Pantura Batang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Sigap Hentikan Mobil Saat Muncul Asap, Satu Keluarga Asal Bogor Selamat dari Kebakaran di Batang

Kamis, 24 September 2026 - 15:06 WIB

Dua Kali Kejadian Keracunan MBG di Batang, Yoyok Soroti Orientasi Bisnis Pemilik SPPG

Berita Terbaru