Bupati Batang Ajak Letakkan Gawai, Peluk Anak Sebelum Terlambat Sebagai Pesan Harganas

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 09:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Peringatan Harganas Bupati Batang M Faiz Kurniawan ajak orang tua letakkan gawai dan peluk anak, Senin (30/6/26). Foto : Istimewa

Peringatan Harganas Bupati Batang M Faiz Kurniawan ajak orang tua letakkan gawai dan peluk anak, Senin (30/6/26). Foto : Istimewa

BATANG, KANALPLUS.ID – Di tengah derasnya arus digital dan meningkatnya berbagai persoalan sosial yang melibatkan anak, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengajak para orang tua untuk melakukan hal sederhana namun kian langka yakni meletakkan gawai, memeluk anak, dan benar-benar hadir dalam kehidupan mereka.

Pesan tersebut menjadi penekanan utama Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Pendopo Kabupaten Batang, Senin (29/6/2026).

Menurut Faiz, tantangan terbesar keluarga saat ini bukan hanya soal ekonomi atau pendidikan, tetapi juga semakin renggangnya hubungan antara orang tua dan anak akibat kesibukan serta penggunaan gawai yang berlebihan.

“Letakkan gawai sejenak, peluk anak-anak kita, ajak mereka berbicara, dengarkan cerita mereka, dan batasi penggunaan layar untuk hal-hal yang lebih produktif,” pesannya di hadapan peserta upacara, Senin (30/6/2026).

Faiz mengingatkan, keluarga merupakan tempat pertama sekaligus benteng utama dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Di tengah perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat atau era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity), peran orang tua menjadi semakin penting.

Baca Juga :  Kuliah Gratis ke Tiongkok, Pemkab Batang Buka Jalur bagi Pelajar Kurang Mampu

“Keluarga adalah hulu dari seluruh pembangunan. Sehebat apa pun pembangunan fisik yang dilakukan, tidak akan berarti apabila kualitas manusianya tidak dibangun sejak dari rumah,” ujarnya.

Ia menilai, berbagai persoalan seperti tawuran pelajar, perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba hingga pergaulan bebas tidak bisa dilepaskan dari lemahnya pola pengasuhan di dalam keluarga.

Karena itu, Faiz mengajak seluruh orang tua membangun komunikasi yang hangat dengan anak sejak dini agar mereka memiliki tempat bercerita ketika menghadapi berbagai persoalan.

Selain itu, Faiz juga menyoroti fenomena fatherless country, yakni kondisi ketika seorang ayah hadir secara fisik, tetapi tidak benar-benar hadir secara emosional bagi anak-anaknya.

“Fatherless itu bicara kuantitas dan kualitas. Kuantitas berarti berapa lama kita berada di rumah, sedangkan kualitas adalah bagaimana kehadiran kita benar-benar dirasakan oleh anak-anak,” tegasnya.

Sebagai seorang ayah sekaligus kepala daerah, Faiz mengaku berusaha menjaga keseimbangan antara tugas pemerintahan dan kehidupan keluarga. Ia bahkan meminta jajaran protokoler meminimalkan agenda kedinasan pada Sabtu dan Minggu agar memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga.

Baca Juga :  Satgas Konservasi Alam Terbentuk, Jaga Ekosistem dan Keragaman Hayati Hutan di Batang

“Saya selalu berusaha menyisihkan waktu, terutama Sabtu dan Minggu. Sebisa mungkin akhir pekan digunakan bersama keluarga karena mereka juga membutuhkan kehadiran saya di rumah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Faiz juga mengingatkan bahwa Indonesia sedang menikmati bonus demografi yang menjadi peluang besar menuju Indonesia Emas 2045. Namun peluang tersebut hanya dapat diwujudkan apabila keluarga mampu menyiapkan generasi muda yang sehat, berkarakter, dan tangguh.

Ia menyebut ada tiga fondasi yang harus diperkuat dalam keluarga, yakni kesehatan melalui pemenuhan gizi terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan untuk mencegah stunting, pendidikan karakter yang menanamkan nilai kejujuran, disiplin dan tanggung jawab, serta ketahanan mental agar anak mampu menghadapi tantangan kehidupan.

Peringatan Harganas ke-33 di Kabupaten Batang sendiri berlangsung dengan nuansa kebhinekaan. Seluruh peserta upacara mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia sebagai simbol persatuan dalam keberagaman sekaligus pengingat bahwa keluarga tetap menjadi fondasi utama membangun generasi unggul.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism
Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026
23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah
RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun
1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan
Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Batang Bisa Ajukan Perubahan
74 SPPG di Batang Bentuk Paguyuban, Seragamkan Standar Menu MBG

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 12:34 WIB

KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism

Kamis, 10 September 2026 - 10:02 WIB

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan

Berita Terbaru