KANAL PEKALONGAN — Pemerintah Desa Kayugeritan, Kabupaten Pekalongan, menemukan persoalan lain dalam kasus pasangan lansia Dayat (70) dan Darmi (63). Selain identitas mereka diduga digunakan tetangga, kartu ATM milik Darmi juga disebut berada di tangan orang lain.
Operator Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Desa Kayugeritan sekaligus Kepala Dusun Kayunan, Neli Setyoningsih, mengatakan pihak desa kini tengah berupaya melacak keberadaan kartu ATM tersebut.
“Saya sempat klarifikasi ke seseorang. ATM-nya dibawa orang lain,” kata Neli kepada kanalplus.id, Minggu (30/8/2026).
Keberadaan ATM menjadi penting karena sebelumnya pemerintah desa telah mengajukan sanggahan atas data Darmi yang terindikasi terkait aktivitas judi online.
Neli mengatakan sanggahan tersebut sudah disetujui pemerintah pusat dan proses reaktivasi bantuan sosial telah berjalan.
Namun, pemerintah desa masih harus memastikan keberadaan ATM yang berkaitan dengan rekening penerima bantuan.
“Jadi sudah disetujui oleh pusat, tinggal menunggu notifikasi bansosnya masuk kembali,” ujarnya.
Pendamping PKH yang mendampingi wilayah tersebut juga menilai keberadaan ATM perlu ditelusuri sebelum dilakukan pengurusan kartu baru.
“Berarti perlu mendatangi yang pegang ATM itu,” ucap pendamping PKH yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Menurut dia, persoalan ATM perlu dibereskan terlebih dahulu agar proses administrasi berikutnya tidak menimbulkan masalah baru.
Kasus tersebut membuat pemerintah desa harus menelusuri lebih jauh penggunaan identitas dan rekening pasangan lansia tersebut, terutama karena Darmi mengaku tidak memahami berbagai transaksi maupun urusan administrasi keuangan.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












