Realisasi Investasi Batang Tembus Rp8,8 Triliun, Lampaui Target Nasional

- Jurnalis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kabupaten Batang kembali memperlihatkan dominasinya sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Jawa Tengah bahkan melampaui target nasional. Foto: Ilustrasi AI

Kabupaten Batang kembali memperlihatkan dominasinya sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Jawa Tengah bahkan melampaui target nasional. Foto: Ilustrasi AI

KANAL EKONOMI – Kabupaten Batang kembali membukukan realisasi investasi tertinggi di Jawa Tengah dan melampaui target nasional. Hingga triwulan III 2026, realisasi penanaman modal di daerah ini mencapai Rp8,8 triliun, melampaui target RPJMD sebesar Rp7,2 triliun sekaligus target nasional sebesar Rp8,1 triliun.

Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya DPMPTSP Batang, Sri Cahyaningrum, mengungkapkan capaian tersebut merupakan akumulasi realisasi investasi dari Januari hingga September 2026.

“Realisasi investasi Kabupaten Batang pada triwulan III Tahun 2026 tercapai Rp2,6 triliun. Capaian ini berasal dari realisasi PMA sebesar Rp2,3 triliun dan PMDN Rp227,1 miliar,” ujar Sri kepada wartawan, Jumat (16/10/2026).

Pada triwulan III 2026, Penanaman Modal Asing (PMA) masih mendominasi arus investasi yang masuk ke Kabupaten Batang dengan kontribusi sebesar Rp2,3 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp227,1 miliar.

Dengan capaian tersebut, total realisasi investasi Batang dari Januari hingga September 2026 mencapai Rp8,8 triliun. Angka ini tidak hanya melampaui target RPJMD Kabupaten Batang sebesar Rp7,2 triliun, tetapi juga melampaui target nasional sebesar Rp8,1 triliun.

Baca Juga :  UMKM Kopi Binaan BI Tegal Tembus Pasar Prancis dan Yunani, Raup Kontrak Ekspor Rp2,9 Miliar

Pertumbuhan investasi periode ini ditopang oleh lima sektor utama. Sektor Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran menjadi penyumbang terbesar dengan nilai mencapai Rp835,5 miliar.

Posisi berikutnya ditempati Industri Lainnya sebesar Rp304,3 miliar, disusul Industri Tekstil sebesar Rp291,6 miliar. Selanjutnya, Industri Barang dari Kulit dan Alas Kaki menyumbang Rp266,2 miliar, sedangkan Industri Makanan mencatatkan nilai Rp224,1 miliar.

Sri menjelaskan bahwa sektor-sektor tersebut tidak hanya mendorong nilai investasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat lokal.

Dampak langsung dari geliat investasi ini terlihat dari bertambahnya lapangan kerja baru. Pada triwulan III 2026 saja, sebanyak 5.184 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) baru berhasil terserap di Kabupaten Batang.

Secara akumulatif, dari Januari hingga September 2026, total penyerapan tenaga kerja telah mencapai 13.513 orang.

Baca Juga :  Dunia Bergejolak Ekspor Jawa Tengah Justru Naik, BI Ungkap Penyebabnya

Sektor Industri Lainnya menjadi penyerap tenaga kerja baru terbesar pada triwulan III dengan 1.946 orang. Posisi berikutnya ditempati Industri Barang dari Kulit dan Alas Kaki dengan 1.187 tenaga kerja, disusul Industri Kayu yang menyerap 497 tenaga kerja.

Meskipun capaian investasi Batang tergolong mengesankan, posisi pasti Kabupaten Batang di tingkat Jawa Tengah masih menunggu kompilasi data dari seluruh daerah.

“Mengingat persaingan penanaman modal di Jawa Tengah cukup ketat, terutama berhadapan dengan wilayah industri besar seperti Kabupaten Kendal dan Kota Semarang yang juga mematok capaian tinggi, Batang optimistis tetap berada di barisan terdepan papan atas daerah tujuan investasi terbaik,” ujar Sri.

Dengan pertumbuhan investasi yang kuat serta penyerapan tenaga kerja yang terus meningkat, Kabupaten Batang semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan investasi di Jawa Tengah.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Ekonomi Sebuah Kota Melampaui Negara
10 Kota Terkaya di Dunia, Tokyo Teratas, New York Jadi Raja Pendapatan Fiskal
10 Benda Termahal di Dunia, Ada yang Nilainya Tembus Ribuan Triliun Rupiah
Wali Kota Pekalongan Dorong Penyaluran Bantuan Langsung ke Rekening Penerima
BI Tegal Ingatkan UMKM Jangan Asal Tempel QRIS, Cek Berkala agar Uang Tak Salah Masuk
OJK Tegal Soroti Gap Literasi Keuangan, Warga Diminta Waspadai Penipuan Digital
Buruh Serabutan Ditagih Pajak Rp1,7 M, KPP Pekalongan Luruskan Isu Begini Penjelasannya
Bukan Cuma Petani, Ini 8 Jenis Pekerjaan yang Paling Banyak Dilakukan Orang Indonesia

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Realisasi Investasi Batang Tembus Rp8,8 Triliun, Lampaui Target Nasional

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:10 WIB

Ketika Ekonomi Sebuah Kota Melampaui Negara

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:10 WIB

10 Kota Terkaya di Dunia, Tokyo Teratas, New York Jadi Raja Pendapatan Fiskal

Kamis, 17 September 2026 - 06:35 WIB

10 Benda Termahal di Dunia, Ada yang Nilainya Tembus Ribuan Triliun Rupiah

Rabu, 16 September 2026 - 12:12 WIB

Wali Kota Pekalongan Dorong Penyaluran Bantuan Langsung ke Rekening Penerima

Berita Terbaru

Pemandangan menakjubkan kepulauan British Island di Karibia yang menjadi salah satu destinasi wisata termahal di dunia. Foto: Ilustrasi AI

Wisata

10 Destinasi Wisata Termahal di Dunia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 06:10 WIB

Banyak Megapolitan global memiliki PDB melampaui negara maju yang notabene secara ekonomi melebihi negara berkembang. Foto: Ilustrasi AI

Ekonomi

Ketika Ekonomi Sebuah Kota Melampaui Negara

Jumat, 16 Okt 2026 - 06:10 WIB