PEKALONGAN, KANALPLUS.ID -Puluhan pelajar yang terlibat aksi konvoi viral di wilayah Desa Api-api, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, akhirnya duduk tertunduk di hadapan orang tua dan jajaran kepolisian saat mengikuti pembinaan di salah satu SMP di Wiradesa, Rabu (20/5/2026).
Di ruang pembinaan itu, suasana berubah haru ketika Kapolres Pekalongan Rachmad C. Yusuf berbicara tentang perjuangan orang tua yang bekerja keras demi pendidikan anak-anak mereka.
“Tidak ada orang tua yang ingin anaknya susah. Orang tua sudah berjuang mencari nafkah agar anaknya bisa sekolah dan punya masa depan yang baik,” ujar Kapolres di hadapan para siswa.
Sebanyak 22 pelajar diketahui terlibat dalam aksi konvoi usai ujian sekolah yang sempat viral di media sosial dan dikeluhkan masyarakat karena dianggap membahayakan pengguna jalan.
Alih-alih langsung memberikan sanksi keras, Polres Pekalongan memilih langkah pembinaan dengan menghadirkan siswa bersama orang tua dan pihak sekolah. Pendekatan itu dilakukan agar para pelajar memahami dampak dari tindakan mereka, bukan hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi keluarga sendiri.
Kapolres menegaskan aksi konvoi bukan sekadar euforia kelulusan, melainkan dapat memicu kecelakaan hingga konflik di jalan raya.
“Saya tanya, apa manfaat dari kegiatan kalian itu? Kalau ibu kalian sendiri ada di jalan lalu merasa takut atau terganggu, bagaimana perasaan kalian?” katanya.
Sejumlah siswa tampak tak mampu menahan rasa bersalah. Perwakilan pelajar kemudian menyampaikan permohonan maaf di hadapan orang tua, guru, dan polisi.
“Kami meminta maaf atas kejadian kemarin dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” ucap salah satu siswa.
Momen paling menyentuh terjadi saat salah satu orang tua meminta anak-anak mereka tetap dibina dan tidak dijauhi masyarakat akibat video yang sudah terlanjur viral.
“Anak-anak ini sebagian hanya ikut-ikutan. Kami berharap mereka tetap diarahkan agar bisa menjadi lebih baik,” ujar wali murid tersebut.
Pihak sekolah pun mengapresiasi langkah kepolisian yang mengedepankan pembinaan dibanding hukuman. Sekolah berharap kejadian ini menjadi titik balik bagi para siswa agar lebih bijak dalam bertindak menjelang kelulusan.
Kapolres Pekalongan juga mengingatkan para pelajar lain untuk tidak melakukan konvoi di jalan raya. Menurutnya, masa depan anak-anak jauh lebih penting dibanding euforia sesaat yang berpotensi merugikan banyak pihak.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













