PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Dua kecelakaan tunggal yang melibatkan kendaraan Satuan Pelayanan Pengangkutan Gas (SPPG) di wilayah Kabupaten Pekalongan mendorong jajaran Satlantas Polres Pekalongan mengambil langkah cepat. Kepolisian mengumpulkan ratusan sopir SPPG untuk mengikuti pelatihan keselamatan berkendara dan pemeriksaan kesehatan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Kegiatan pembekalan yang berlangsung di Aula Setia Polres Pekalongan, Sabtu (16/5/2026), diikuti sebanyak 176 pengemudi dari 88 armada SPPG yang beroperasi di berbagai wilayah Kabupaten Pekalongan.
Kasat Lantas Polres Pekalongan, AKP Alfian Kharisma Putra, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan pengemudi setelah terjadinya dua insiden kecelakaan tunggal sebelumnya.
Menurutnya, para sopir dibekali berbagai materi penting mulai dari etika berlalu lintas, pemahaman aturan dasar di jalan raya, hingga teknik defensif driving atau mengemudi antisipatif.
“Pembekalan ini kami berikan agar para pengemudi memiliki kemampuan dan teknik berkendara yang baik, sehingga lebih siap menghadapi berbagai situasi di jalan dan meminimalkan risiko kecelakaan,” katanya.
Tak hanya teori, para peserta juga menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi fisik mereka tetap layak saat menjalankan tugas distribusi. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi bahan rekomendasi bagi pengelola SPPG di Kabupaten Pekalongan.
AKP Alfian menegaskan, keselamatan pengemudi menjadi perhatian utama karena mereka memegang peran penting dalam mendukung kelancaran distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketepatan waktu pengiriman makanan dinilai sangat bergantung pada kesiapan armada dan pengemudi di lapangan.
“Kami ingin memastikan para pengemudi tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga memiliki kesiapan fisik dan mental saat berkendara,” ujarnya.
Selain mendapat materi di dalam ruangan, para sopir juga mengikuti praktik berkendara untuk menguji kemampuan teknis mereka dalam menghadapi berbagai kondisi jalan.
Salah satu peserta pelatihan, Santo, mengaku kegiatan tersebut memberikan banyak pengetahuan baru yang berguna untuk pekerjaan sehari-hari. Ia menyebut pelatihan seperti ini baru pertama kali diikuti bersama para pengemudi SPPG lainnya.
“Materinya sangat bermanfaat, terutama tentang keselamatan berkendara dan kesiapan saat bertugas di lapangan,” katanya.
Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan bisa diterapkan saat bekerja sehingga distribusi makanan bergizi kepada masyarakat dapat berjalan lancar dan aman.
“Semoga kami semua bisa menjalankan tugas dengan selamat dan makanan dari program pemerintah dapat sampai tepat waktu kepada anak-anak penerima manfaat,” tambahnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













