MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 10:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

MUI Kabupaten Pekalongan angkat bicara terkait kontroversi karnaval yang dikaitkan dengan ritual satanic di karnaval Simbangkulon, Selasa (15/9/26). Foto: Ilustrasi AI

MUI Kabupaten Pekalongan angkat bicara terkait kontroversi karnaval yang dikaitkan dengan ritual satanic di karnaval Simbangkulon, Selasa (15/9/26). Foto: Ilustrasi AI

KANAL PEKALONGAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pekalongan menilai tidak perlu dilakukan salat taubat terkait kontroversi penampilan salah satu kelompok dalam Simbangkulon Night Carnival (SKNC) yang viral di media sosial karena dinilai menyerupai ritual satanic.

Sekretaris MUI Kabupaten Pekalongan M. Mansur Nasri mengatakan, kesimpulan tersebut diambil setelah pihaknya melakukan tabayun kepada sejumlah pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Menurut Mansur, dari hasil tabayun tidak ditemukan unsur kesengajaan untuk melakukan ritual satanic hingga mengarah pada penyimpangan keyakinan.

“Kami (MUI Kabupaten Pekalongan) telah melakukan tabayun kepada sejumlah pihak yang terlibat untuk mengetahui secara utuh persoalan yang menjadi sorotan masyarakat tersebut,” kata Mansur, Selasa (15/9/2026).

Karena itu, kata dia, tidak ada kewajiban khusus untuk melakukan salat taubat apabila memang tidak ditemukan unsur kesengajaan melakukan ritual satanic hingga keluar dari keyakinan.

Baca Juga :  Tunggakan Pajak Kendaraan Jadi Sorotan, Pemkab Pekalongan Kerahkan RT hingga TNI-Polri Kejar Wajib Pajak

Meski demikian, MUI tetap menganjurkan masyarakat memperbanyak istighfar. Hal itu dinilai dapat menjadi bentuk introspeksi sekaligus memohon ampun kepada Allah SWT.

MUI juga menegaskan bahwa ritual satanik, ajaran satanisme, maupun berbagai hal yang menyerupainya bertentangan dengan ajaran Islam.

Selain persoalan keagamaan, MUI meminta panitia SKNC melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan. Pemerintah daerah dan kepolisian juga diminta memperketat perizinan serta pengawasan terhadap kegiatan yang berpotensi menimbulkan persoalan terkait norma agama maupun kesusilaan.

“Selain itu, kami juga meminta panitia melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kegiatan. Pemerintah daerah dan kepolisian juga diminta memperketat perizinan, serta pengawasan terhadap kegiatan yang berpotensi melanggar norma,” ujarnya.

MUI turut mendorong tokoh agama dan masyarakat ikut melakukan pengawasan terhadap kegiatan di lingkungan masing-masing.

Baca Juga :  Dari Spons Bekas hingga Batik Dua Wajah, Perjuangan Mahmudi Menjaga Api di Balik Pranggok yang Kian Sepi

Khusus dalam kegiatan yang berkaitan dengan peringatan hari besar Islam, MUI mengingatkan agar masyarakat Muslim tidak mengemasnya dalam bentuk kegiatan yang berpotensi menghadirkan kemaksiatan, pelanggaran hukum, maupun pelanggaran norma agama dan kesusilaan.

Di sisi lain, Mansur meminta masyarakat dan netizen tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial.

Ia mengatakan setiap fenomena perlu dilihat secara utuh dan dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya tuduhan yang tidak sesuai dengan fakta.

Mansur menegaskan, MUI mengedepankan proses tabayun dalam menyikapi kontroversi tersebut agar informasi yang diterima masyarakat tidak semata-mata didasarkan pada potongan video atau narasi yang beredar di media sosial.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu
Sekda Pekalongan Angkat Bicara, Panitia Karnaval Sebagai Respons Video Viral Aksi Mirip Ritual Satanik
Video Aksi Karnaval Pekalongan Viral, Polisi Turun Tangan Mulai Penyelidikan
Buntut Viral Aksi Mirip Ritual Satanik di Karnaval Pekalongan, Tahun Depan Bakal Dievaluasi
Aksi Viral Karnaval Pekalongan Bikin Heboh, Lurah Simbangkulon Akui Pemerintah Kecolongan
Viral Adegan Sembelih Kambing di Karnaval Pekalongan, Tim Kreatif Bantah untuk Ritual Satanik
Tim Kreatif Karnaval di Pekalongan Ungkap Asal Kostum dan Referensi Aksi Teatrikal Dikaitkan Ritual Satanik
Panitia Karnaval di Pekalongan Klarifikasi dan Minta Maaf Usai Viral Picu Kontroversi

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 12:41 WIB

Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu

Selasa, 15 September 2026 - 10:33 WIB

MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon

Senin, 14 September 2026 - 14:13 WIB

Video Aksi Karnaval Pekalongan Viral, Polisi Turun Tangan Mulai Penyelidikan

Senin, 14 September 2026 - 13:48 WIB

Buntut Viral Aksi Mirip Ritual Satanik di Karnaval Pekalongan, Tahun Depan Bakal Dievaluasi

Senin, 14 September 2026 - 13:13 WIB

Aksi Viral Karnaval Pekalongan Bikin Heboh, Lurah Simbangkulon Akui Pemerintah Kecolongan

Berita Terbaru

Lurah Sumbangkulon Agatha Franky Irawan mengungkap kondisi mental panitia karnaval yang terganggu lantaran tekanan dan serangan di media sosial pasca aksi teatrikal yang banyak mendapat hujatan di dunia maya, Selasa (15/9/26).

Pekalongan

Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu

Selasa, 15 Sep 2026 - 12:41 WIB