Sekda Pekalongan Angkat Bicara, Panitia Karnaval Sebagai Respons Video Viral Aksi Mirip Ritual Satanik

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 14:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar secepatnya bakal memanggil panitia karnaval untuk didengar klarifikasinya terkait vidio viral aksi teatrikal yang dikaitkan dikaitkan dengan ritual satanik yang menghebohkan jagad maya, Senin (14/9/26).

Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar secepatnya bakal memanggil panitia karnaval untuk didengar klarifikasinya terkait vidio viral aksi teatrikal yang dikaitkan dikaitkan dengan ritual satanik yang menghebohkan jagad maya, Senin (14/9/26).

KANAL PEKALONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan merespons viralnya video aksi teatrikal dalam Simbangkulon Night Carnival (SKNC) yang menuai sorotan publik karena dinilai menyerupai ritual satanik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar, mengatakan pihaknya baru menerima informasi mengenai video yang beredar luas di media sosial tersebut.

Pemkab Pekalongan berencana segera mengundang panitia SKNC untuk meminta penjelasan secara langsung mengenai aksi yang terekam dalam video tersebut.

“Ya, kami juga baru menerima, mendapatkan video viral tentang informasi soal itu. Tentu langkah pemerintah daerah, dalam jangka waktu dekat ini, kami akan mengundang panitia,” kata Yulian kepada Wartawan, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, klarifikasi diperlukan agar informasi yang berkembang di masyarakat tidak menjadi isu liar dan menimbulkan kesimpulan sebelum persoalan tersebut diketahui secara utuh.

Pemkab, kata dia, akan terlebih dahulu meminta penjelasan dari panitia terkait konsep maupun maksud dari penampilan yang kemudian menjadi viral tersebut.

Baca Juga :  Pasca Penutupan Padepokan Padang Ati Pekalongan, Kelurahan Simbangkulon Siapkan Madrasah Diniyah Transisi untuk Ratusan Santri

“Kami akan undang teman-teman panitia SKNC untuk dilakukan klarifikasi, sebenarnya apa yang terjadi di sana. Saya harap ini tidak menjadi isu liar. Kita akan klarifikasi sejelas-jelasnya,” ujarnya.

Yulian menegaskan, Pemkab Pekalongan belum akan memberikan komentar lebih jauh sebelum proses klarifikasi terhadap panitia dilakukan.

Setelah mendapatkan penjelasan dari panitia, pemerintah daerah bersama penyelenggara baru akan menentukan sikap maupun memberikan keterangan lebih lanjut kepada publik.

“Nanti setelah klarifikasi, kami dengan panitia baru nanti akan memberikan komentar lebih lanjut,” katanya.

Yulian juga menanggapi sorotan publik mengenai kemunculan aksi tersebut dalam rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan Maulid Nabi.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan peringatan Maulid Nabi, tetapi juga bersinggungan dengan tradisi budaya yang berkembang di wilayah Kesesi.

“Maulid Nabi dan itu kan juga terkait dengan habis apa, Sesaji, tradisi budaya juga,” jelasnya.

Meski demikian, Pemkab Pekalongan menyatakan akan melihat persoalan tersebut secara lebih utuh melalui klarifikasi kepada pihak penyelenggara.

Baca Juga :  Gagal Tagih Bonus Perekrutan, Calo ABK di Pekalongan Serang Nahkoda Dengan Sangkur

Selain memanggil panitia, Pemkab Pekalongan juga berencana berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mendapatkan masukan terkait aksi yang menjadi sorotan tersebut.

“Ini kami segera koordinasi. Tadi dengan panitia juga, mungkin segera kami juga akan koordinasikan juga dengan MUI untuk meminta masukan,” tutur Yulian.

Video yang memperlihatkan aksi teatrikal dalam karnaval tersebut sebelumnya viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, sejumlah peserta tampil dengan kostum dan atribut yang oleh sebagian warganet dianggap menyerupai simbol atau ritual satanik.

Penampilan tersebut kemudian memicu perdebatan karena berlangsung dalam sebuah kegiatan masyarakat yang juga dikaitkan dengan peringatan keagamaan dan tradisi budaya.

Hingga proses klarifikasi dilakukan, Pemkab Pekalongan meminta persoalan tersebut tidak berkembang menjadi kesimpulan sepihak. Pemerintah daerah memilih meminta penjelasan dari panitia terlebih dahulu sebelum menentukan sikap lebih lanjut.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air
PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat
Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban
Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk
Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih
Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter
Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:03 WIB

PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih

Berita Terbaru