Buntut Viral Aksi Mirip Ritual Satanik di Karnaval Pekalongan, Tahun Depan Bakal Dievaluasi

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 13:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Lurah Simbangkulon Agatha Franky Irawan menegaskan pelaksanaan SKNC bakal dievaluasi kelanjutannya, Senin (14/9/26).

Lurah Simbangkulon Agatha Franky Irawan menegaskan pelaksanaan SKNC bakal dievaluasi kelanjutannya, Senin (14/9/26).

KANAL PEKALONGAN – Pemerintah Kelurahan Simbangkulon memastikan pelaksanaan Simbangkulon Night Carnival (SKNC) ke depan akan dievaluasi setelah muncul kontroversi akibat salah satu penampilan peserta yang viral di media sosial.

Lurah Simbangkulon, Franky Irawan, mengatakan evaluasi diperlukan untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Menurut dia, pemerintah akan terlebih dahulu melakukan koordinasi dan menggali informasi mengenai seluruh rangkaian kegiatan SKNC 2026.

“Kita akan gali lagi apa saja yang terjadi. Terus kemudian nanti insyaallah setelah ini kami akan adakan evaluasi terkait dengan SKNC ke depannya,” tegas Franky di kantornya, Senin (14/9/2026).

Baca Juga :  Video Sejoli Diduga Berbuat Asusila di Bantaran Kali Slamaran Beredar di Medsos, Kelurahan Krapyak Cari Tahu

Evaluasi tersebut antara lain menyangkut mekanisme pengawasan terhadap penampilan peserta.

Franky mengatakan panitia ke depan harus mengetahui materi pertunjukan yang akan dibawakan sebelum peserta tampil di hadapan masyarakat.

“Harapan kami nanti panitia harus tahu penampilannya itu akan seperti apa sebelum melaksanakan perform,” ujarnya.

Franky menyebut apakah kontroversi tersebut akan berpengaruh terhadap pelaksanaan SKNC tahun berikutnya. Menurutnya, keputusan akan dibahas lebih lanjut setelah dilakukan koordinasi dengan pimpinan dan pihak terkait.

Baca Juga :  Dua Tawuran Maut Berawal dari Instagram, Polres Brebes Soroti Kekerasan Remaja di Dunia Maya

“Insyaallah setelah ini kami menghadap dulu ke atasan untuk kami klarifikasikan, lalu kami perjelas kembali agar bisa jadi bahan evaluasi untuk tahun depan,” tuturnya.

SKNC sendiri merupakan kegiatan yang telah berlangsung selama empat kali dan menjadi salah satu hiburan masyarakat dalam rangkaian kegiatan khitanan massal ke-61 yang tiap tahun digelar warga setempat.

Penulis : Achamd Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air
PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat
Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban
Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk
Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih
Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter
Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:03 WIB

PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih

Berita Terbaru