Cerita Dua dari Lima Kapal Masuk Muara Pelabuhan Pekalongan Saat Cuaca Buruk Dilaporkan Karam Digulung Ombak

- Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 - 00:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Budi Riyanto rekan dari Muhayat yang menjadi korban meninggal setelah kapalnya pecah dihantam ombak di muara Pelabuhan Pekalongan, Sabtu (12/9/26).

Budi Riyanto rekan dari Muhayat yang menjadi korban meninggal setelah kapalnya pecah dihantam ombak di muara Pelabuhan Pekalongan, Sabtu (12/9/26).

KANAL KOTA – Lima kapal nelayan yang melaut dari Kota Pekalongan memilih kembali ke daratan setelah cuaca berubah dan angin mulai menguat, Sabtu (12/9/2026) malam. Namun, saat memasuki muara, dua kapal dihantam ombak hingga mengalami kerusakan.

Salah satu kapal, KM Surya A yang membawa Muhayat dan Budi Riyanto, bahkan pecah setelah terbawa ombak dan menghantam tumpukan batu. Muhayat meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Nelayan yang berada di belakang kapal korban, Sodik Haryanto, mengatakan lima kapal tersebut berangkat dari TPI sekitar pukul 17.00 WIB.

Mereka semula melaut dalam kondisi cuaca yang relatif normal. Setelah beberapa jam mencari ikan, rombongan menarik jaring dan memutuskan pulang karena melihat cuaca mulai berubah.

“Saat itu angin mulai kencang dan ombak juga mulai tinggi, jadi  langsung jaring ditarik semua,” ungkap Sodik.

Menurut Sodik perubahan cuaca terjadi cukup mendadak. Saat rombongan mendekati pintu masuk muara, ombak justru semakin besar.

Baca Juga :  Pulang dari Karnaval di Pekalongan Korban Masih Sempat Beli Teh, Ahmad Faiz Meninggal Saat Tidur

Kapal Muhayat yang berada di depan rombongan dihantam ombak dari arah timur. Kapal kemudian miring dan kembali dihantam ombak hingga akhirnya karam dan membentur batu.

Sodik yang berada sekitar 25 meter di belakang kapal korban menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Selain KM Surya A, satu kapal lainnya juga mengalami masalah setelah terkena batu. Sementara kapal-kapal lain berhasil melewati kawasan muara.

Budi Riyanto, nelayan yang berada satu kapal dengan Muhayat, mengatakan mesin perahu mereka sebenarnya masih menyala ketika kejadian. Namun, derasnya arus dan besarnya ombak membuat kapal tidak lagi dapat dikendalikan.

Budi memperkirakan ketinggian ombak saat itu mencapai lebih dari dua meter datang bertubi-tubi menghantam kapal, lalu menyeret ke arah barat menghantam batu tanggul.

Sementara itu, Kasat Polairud Polres Pekalongan Kota Iptu Ponco Budiarto menyebut kondisi perairan saat ini dipengaruhi musim timuran sehingga ombak cukup tinggi.

Baca Juga :  Tangis Haru Pecah di Bioskop Saat Anggota DPR RI Ini Ajak Puluhan Siswa SD di Batang Nonton Film Children of Heaven, Pulangnya Dapat Hadiah Sepatu

Menurut Ponco, kondisi cuaca tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kapal tidak berhasil masuk ke jalur muara dan akhirnya terbawa arus hingga membentur batu.

“Musim saat ini karena musim timuran, ombak terlalu tinggi,” jelas Ponco.

Ponco menyebut ketinggian ombak berdasarkan informasi yang diterimanya rata-rata sekitar 1,5 meter.

Polisi juga mengatakan informasi mengenai kondisi gelombang telah disampaikan kepada nelayan melalui pihak terkait di kawasan pelabuhan.

“Setiap kali ada prediksi daripada BMKG ombak besar itu dari pihak PPNP maupun Satpolairud memberikan informasi kepada para nelayan,” cetus Ponco.

Meski demikian, menurut Ponco, sebagian nelayan tetap melaut karena harus mencari nafkah.

Peristiwa di muara tersebut menjadi pengingat bagi nelayan untuk mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum berangkat maupun saat memutuskan kembali ke daratan, terutama ketika gelombang mulai meningkat.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mobil Kopdes Jakarta Tabrak Pemotor di Jalur Dieng, Korban Warga Batang Alami Retak Tulang
Dua Anak Lolos dari Kebakaran Rumah di Pekalongan
Diduga Gagal Nyalip, Pemotor Tewas Terlindas Truk di Pantura Batang
Sigap Hentikan Mobil Saat Muncul Asap, Satu Keluarga Asal Bogor Selamat dari Kebakaran di Batang
Dua Kali Kejadian Keracunan MBG di Batang, Yoyok Soroti Orientasi Bisnis Pemilik SPPG
Dinkes Batang Sebut 42 Warga Konsumsi PMT, 37 Orang Diduga Keracunan
Arsya Bocah di Batang Muntah dan Diare Usai Makan PMT, Ibu Sempat Mengira Sakit Biasa
Terungkap PMT Bikin Puluhan Warga Batang Tumbang Dibagikan Sore, Padahal Kacang Hijau Dimasak Sejak Subuh

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Mobil Kopdes Jakarta Tabrak Pemotor di Jalur Dieng, Korban Warga Batang Alami Retak Tulang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Dua Anak Lolos dari Kebakaran Rumah di Pekalongan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Diduga Gagal Nyalip, Pemotor Tewas Terlindas Truk di Pantura Batang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Sigap Hentikan Mobil Saat Muncul Asap, Satu Keluarga Asal Bogor Selamat dari Kebakaran di Batang

Kamis, 24 September 2026 - 15:06 WIB

Dua Kali Kejadian Keracunan MBG di Batang, Yoyok Soroti Orientasi Bisnis Pemilik SPPG

Berita Terbaru